Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Apakah Penyandang Tuna Netra Tetap Wajib Shalat Jumat?

tuna netra waktu shalat
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Penyandang disabilitas yang beragama Islam memiliki tata cara beribadah yang berbeda dengan muslim lainnya. Dalam hal ini, mereka tentu memiliki kesulitan yang tidak dialami oleh orang biasa. Untuk shalat lima waktu yang bisa ia lakukan di rumah, tidak perlu ditanyakan lagi. Bagaimana jika ia laki-laki, apakah penyandang tuna netra tetap wajib shalat Jumat?

Kewajiban shalat Jumat ini dipertanyakan karena tentu penyandang tuna netra memiliki kesulitan untuk menuju masjid atau tempat dilaksanakannya shalat Jumat. Ada dua pendapat ulama mengenai hal ini.

Pertama, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa penyandang tuna netra tidak wajib melaksanakan shalat Jumat. Ketidakwajiban penyandang tuna netra untuk melaksanakannya bersifat mutlak, baik ada yang menuntunnya atau tidak.

Alasan tidak wajibnya shalat Jumat adalah karena penyandang tuna netra tidak mampu menghadirinya seorang diri sehingga tidak disebut mukallaf untuk shalat Jumat. Alasan lainnya adalah penyandang tuna netra dianggap sebagai orang sakit yang kesulitan menghadirinya.

Kedua, tetap wajib shalat Jumat. Ini pendapat mayoritas ulama. Dalam kitab al-Majmu’ karya Imam Nawawi disebutkan,

الأعمى إن وجد قائدا متبرّعا أو بأجرة المثل وهو واجدها لزمته الجمعة وإلا فلا يجب عليه

Orang dengan disabilitas netra jika ada yang menuntunnya (ke masjid) baik sukarela atau dengan membayar, maka ia wajib melaksanakan shalat Jum’at, jika tidak menemukan maka tidka wajib.

Mayoritas ulama juga tetap mewajibkan karena penyandang tuna netra juga melakukan aktivitas berpergian lainnya seperti ke pasar, ke sekolah, fasilitas umum, dan lain-lain. Maka shalat Jumat dalam hal ini menjadi tetap wajib dengan meminta bantuan untuk menuntunnya. Tapi pada kenyatannya juga, penyandang tuna netra tetap bisa berpergian walau tanpa ada yang menuntun. Mereka menggunakan bantuan tongkat untuk menuntun mereka berjalan.

Maka kewajiban ini sifatnya relatif, tergantung kondisi penyandang tuna netra tersebut. Jika memungkinkan untuk berjalan sendiri dengan tongkat dan biasa melakukan aktivitas sehari-hari dengan itu, maka kewajiban berlaku padanya. Jika ia biasa diantar atau dituntun orang lain, maka kewajiban ada jika ada orang yang menuntunnya menuju masjid. Wallahu a’lam bisshowab.

 

Rekomendasi

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

islam perempuan bekerja publik islam perempuan bekerja publik

Pandangan Islam Tentang Perempuan yang Bekerja di Ruang Publik

Kajian

anjuran menjadi morning person anjuran menjadi morning person

Anjuran Menjadi Morning Person dalam Islam

Kajian

menjalani hidup konsep mindfullnes menjalani hidup konsep mindfullnes

Menjalani Hidup dengan Konsep Mindfullnes; Kumpulan Nasihat dari Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari

Khazanah

al-Mulk meringankan siksa kubur al-Mulk meringankan siksa kubur

Faidah Surat al-Mulk; Meringankan Siksa Kubur

Kajian

islam rama perempuan ceria islam rama perempuan ceria

Islam Ajarkan Untuk Bersikap Ramah dan Menyambut Perempuan dengan Ceria

Muslimah Talk

islam menghapus diskriminasi perempuan islam menghapus diskriminasi perempuan

Kehadiran Islam Menghapus Tradisi Diskriminasi Pada Perempuan

Muslimah Talk

masjid dhirar tempat ibadah masjid dhirar tempat ibadah

Masjid Dhirar dan Tragedi Perusakan Tempat Ibadah

Khazanah

perempuan bela diri senjata perempuan bela diri senjata

Perempuan Perlu Mahir Ilmu Bela Diri Bahkan Memiliki Senjata

Muslimah Talk

Trending

tuna netra waktu shalat tuna netra waktu shalat

Cara Penyandang Tuna Netra dalam Memperkirakan Waktu Shalat

Ibadah

sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah

Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi’ah al-Adawiyah

Diari

nafkah keluarga ditanggung bersama nafkah keluarga ditanggung bersama

Nafkah Keluarga Boleh Ditanggung Bersama-Sama

Kajian

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

fenomena adopsi spirit doll fenomena adopsi spirit doll

Fenomena Adopsi Spirit Doll dan Pandangan Islam Terhadapnya

Berita

mandi jumat sunnah shalat mandi jumat sunnah shalat

Apakah Mandi Hari Jumat Hanya Sunnah untuk yang Melaksanakan Shalat Jumat?

Kajian

darah istihadhah hentakan setan darah istihadhah hentakan setan

Benarkah Darah Istihadhah Berasal dari Hentakan Setan?

Kajian

ayah cinta anak perempuan ayah cinta anak perempuan

Ayah Perlu Menunjukkan Rasa Cinta dan Keceriaan pada Anak Perempuan

Keluarga

Connect