Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Umur Perempuan Haid dalam Fiqih

BincangMuslimah.Com – Salah satu kodrat bagi seorang perempuan adalah mengalami menstruasi. Yakni mengeluarkan darah dari kemaluannya tidak karena sakit dan tidak setelah melahirkan. Selain itu darah tersebut dapat dikatakan darah haid jika telah memenuhi tiga syarat. Pertama, tidak kurang dari 24 jam. Kedua, tidak lebih dari 15 hari dan ketiga, bertempat pada waktu mungkin atau bisa haid. Berkaitan dengan syarat yang ketiga, maka timbul pertanyaan kapan waktu mungkin seorang perempuan bisa mengeluarkan darah haid?

Seorang perempuan mungkin mengeluarkan darah haid jika sudah berumur kira-kira 9 tahun. Tidak harus sempurna 9 tahun, tetapi boleh kurang, asal kurangnya tidak sampai 16 hari. (16 hari ini diambil dari batas minimal haid yakni satu hari satu malam dan batas maksimal minimal suci yakni 15 hari malam). Adapun jika mengeluarkan darah sebelum umur tersebut maka itu bukan darah haid tetapi darah istihadhah.

Apabila seorang perempuan mengeluarkan darah sebelum umur haid tersebut kemudian terus mengeluarkan darah sampai masuk umur haid, maka darah sebelum umur haid itu darah istihadhah. Dan darah yang masuk umur haid itu darah haid, bila memenuhi syarat-syarat bagi darah haid yang diterangkan di atas. Misalkan pada waktu itu perempuan tersebut berumur 9 tahun kurang dua puluh hari, ia mengeluarkan darah selama sepuluh hari, maka 4 hari lebih sedikit yang awal itu darah istihadhah kemudian 6 hari kurang sedikit yang akhir itu darah haid.

Adapun umur 9 tahun sebagai batas awal masa haid seperti diterangkan di atas itu yang untuk menghitung adalah tahun Qamariyah (tahun hijriyyah). Jadi tidak boleh dihitung dengan tahun Masehi, karena selisihnya banyak. Sebab satu tahun Hijriyyah itu 354 hari 8 jam 48 menit. Sedangkan satu masehi 365 hari 6 jam. Oleh karena itu, untuk para orang tua baik bapak maupun ibu haruslah berhati-hati dalam menghitung umur anaknya.

Hendaknya orangtua tidak hanya mencatat umur anaknya dalam tahun masehi saja, tetapi juga tahun hijriyyahnya. Sehingga orang tua dapat mengontrol apakah darah yang dikeluarkan oleh anaknya sudah termasuk haid atau tidak. Karena akibatnya jika tidak diperhatikan umur hijriyyahnya, maka dikhawatirkan darah yang dikeluarkan dihukumi haid semua, padahal seandainya yang dikeluarkan itu justru adalah darah istihadhah, maka otomatis anak itu akan meninggalkan kewajiban shalat dan puasa yang masih harus dikerjakan oleh orang yang mengeluarkan darah istihadhah. Adapun cara shalat perempuan yang istihadhah adalah seperti orang beser. Yakni perempuan tersebut harus membersihkan kemaluannya dan menyumbatnya sebelum melaksanakan shalat.

Sedangkan umur haid tidak ada habisnya/batasnya, yakni selama masih perempuan itu hidup, maka masih mungkin mengeluarkan darah haid. Jadi jika ada orang yang sudah tua mengeluarkan darah yang mencukupi syarat-syarat darah haid sebagaimana tersebut di atas, maka darah tersebut juga dinamakan darah haid, walaupun sudah tua sekali dan sudah lama sekali tidak haid.

Jadi, kesimpulannya batas awal umur dimungkinkannya haid adalah 9 tahun kurang 16 hari menurut tahun Qamariyyah atau Hijriyyah. Sehingga bagi anak perempuan yang mengeluarkan darah sebelum umur tersebut maka bukan dinamakan darah haid, tetapi darah istihadhah atau darah penyakit. Sedangkan batas umur maksimal mengeluarkan darah haid adalah tidak ada. Selama darah yang dikeluarkan perempuan tua itu tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari 15 hari maka darah itu tetap disebut haid.

[Keterangan tersebut disarikan dari kitab ianatun nisa’ dan Risalah Haid, Nifas dan Istihadhah karya K.H. Muhammad Ardani bin Ahmad.]

*Artikel ini pertama kali dimuat di BincangSyariah.Com

Rekomendasi

Perempuan Istihadhah mandi shalat Perempuan Istihadhah mandi shalat

Wajibkah Perempuan Istihadhah Mandi Setiap Hendak Shalat?

Perempuan Istihadhah mandi shalat Perempuan Istihadhah mandi shalat

Bolehkah Perempuan Istihadhah Berhubungan Badan dengan Suami?

Istihadhoh Wajib Menqadha Puasa Istihadhoh Wajib Menqadha Puasa

Apakah Perempuan Istihadhah Wajib Mengqadha Puasa?

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan yang Haid Tetap Melaksanakan Thawaf Ifadhah?

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

1 Komentar

1 Comment

    Komentari

    Terbaru

    piagam madinah falsafah hidup piagam madinah falsafah hidup

    Piagam Madinah, Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara

    Khazanah

    Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar

    Melaksanakan Pernikahan di Bulan Shafar, Benarkah Tidak Boleh?

    Kajian

    aksi dokter sperma makanan aksi dokter sperma makanan

    Aksi Dokter Campur Sperma ke Makanan; Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan

    Muslimah Talk

    murtad wajib mengqadha shalat murtad wajib mengqadha shalat

    Murtad Lalu Beriman Lagi, Wajib Mengqadha Shalat?

    Kajian

    koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

    Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

    Kajian

    hadis perempuan penduduk neraka hadis perempuan penduduk neraka

    Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

    Kajian

    dzikir 1000 kebaikan sehari dzikir 1000 kebaikan sehari

    Ini Bacaan Dzikir Untuk Memperoleh 1000 Kebaikan Dalam Sehari

    Ibadah

    anhar palestina melahirkan penjara anhar palestina melahirkan penjara

    Anhar al-Deek, Perempuan Palestina yang Nyaris Melahirkan di Penjara

    Muslimah Talk

    Trending

    makna sekufu dalam pernikahan makna sekufu dalam pernikahan

    Memilih Pasangan; Ikhtiar Menuju Pernikahan

    Keluarga

    anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

    Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

    Keluarga

    Pakaian di Masa Rasulullah Pakaian di Masa Rasulullah

    Pakaian di Masa Rasulullah (2)

    Kajian

    Perundungan perempuan pengalaman biologis Perundungan perempuan pengalaman biologis

    Perundungan Terhadap Perempuan karena Pengalaman Biologis

    Muslimah Talk

    mahram mertua cerai pasangan mahram mertua cerai pasangan

    Status Mahram Mertua Pasca Cerai dari Pasangan

    Keluarga

    Bagaimana Islam Memandang Konsep Childfree?

    Kajian

    Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan

    Bagaimana Seharusnya Menentukan Kriteria Sekufu dalam Pernikahan?

    Kajian

    janda stigma negatif melekat janda stigma negatif melekat

    Janda dan Stigma Negatif yang Melekat

    Muslimah Talk

    Connect