BincangMuslimah.Com- Sebuah pepatah Arab mengatakan مَنْ اَحَبَّ شَيْئًا اَكْثَرَ مِنْ ذِكْرِهِ “Barangsiapa mencintai sesuatu, niscaya ia akan sering menyebutnya.” Kiranya hal ini pula yang dilakukan oleh kita sebagai umat nabi Muhammad yang mencintai dan mengagumi sosok suri teladan yang mulia tersebut.
Bukan hanya menyebut nama tanpa makna, melainkan juga mengutarakan rasa cinta, pujian, doa. Sebuah bentuk penghormatan dan rasa rindu melalui lafaz sholawat.
Sejatinya sholawat bukan hanya sebuah ungkapan perasaan, melainkan juga sunnah yang sangat dianjurkan di dalam Islam. Kebaikan dari sholawat kembali kepada orang yang bersholawat.
Perintah Sholawat di dalam Al-Quran
Kesunnahan sholawat ini tergambar di dalam QS. Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Di dalam ayat ini menyebutkan bahwa manusia mendapat anjuran untuk mengucapkan sholawat dan salam kepada nabi Muhammad saw. Hal ini sebagaimana yang juga dilakukan oleh Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya.
Namun, menurut Imam At-Thobari di dalam kitab Jāmi’ al-Bayān juz 19 halaman 175 terdapat perbedaan antara sholawat dan salam yang dilakukan oleh Allah, Malaikat dan manusia. Sholawat yang berasal dari Allah merupakan rahmat yang Allah berikan kepada Rasulullah. Sementara sholawat yang berasal dari malaikat adalah doa dan permohonan ampun untuk Rasulullah. Sedangkan sholawat yang berasal dari manusia selaku umat nabi Muhammad adalah doa, rasa cinta, pujian dan penghormatan untuk beliau.
Keutamaan bagi orang yang Bersholawat
Bagi umat nabi Muhammad, sholawat yang dikirimkan untuk Rasulullah, akan digantikan dengan kebaikan yang berlipat-lipat ganda. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Thalhah:
أَتَانِي آتٍ مِنْ عِنْدِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَّتِكَ صَلَاةً كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ، وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَهَا
“Seorang utusan dari Tuhanku ‘Azza wa Jalla (Malaikat Jibril) telah mendatangiku seraya berkata, barangsiapa yang bersholawat kepadamu dari golongan umatmu 1x sholawat, maka Allah akan mencatat untuknya 10 kebaikan sebab sholawat tersebut, menghapus darinya 10 keburukan, mengangkat derajatnya 10 tingkat dan memberinya balasan dengan hal yang serupa.” (HR. Ahmad)
Berdasarkan hadits ini terlihat bahwa ketika kita bersholawat, sejatinya yang kita lakukan bukan hanya mengungkapkan perasaan, melainkan juga menjalankan perintah Allah yang balasannya berkali-kali lipat.
Ungkapan sholawat sesederhana اللهمَّ صَلِّ عَلّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ atau hanya sekedar صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ sudah menambah kebaikan untuk kita, menghapus keburukan kita dan mengangkat derajat kita.
Oleh karena itu, sebagai umat nabi Muhammad, sudah sepatutunya kita memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk cinta, bentuk ketaatan dan upaya untuk terus mendapatkan kebaikan.
