Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Ini Enam Nasehat Kyai Said Aqil untuk Pengantin Baru

mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru
Doa untuk Pengantin Baru

BincangMuslimah.Com- Tanggal 13 Januari 2020 lalu, KH. Abdullah Kafabih Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri mengadakan pesta pernikahan kedua putrinya. Ning Shofia bersama suaminya Gus Faurok dan Ning Hafsha bersama suaminya Habib Zen.

Pada acara yang khidmat tersebut, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj; Ketua PBNU diminta sebagai pengisi mauidhah hasanah. Kiai Said memulai mauidhahnya dengan membaca surah Ar-Rum ayat 21. Adapun di antara point-point nasihat beliau yang patut kita renungkan bersama adalah sebagai berikut.

Pertama, pernikahan merupakan manifestasi wujudnya Allah swt. Hal ini disebabkan karena hanya Allah lah adz-dzatul muthlaqah al-mujarradah anin nisab wal idhaafat (dzat absolut yang tidak butuh pada penisbatan dan penyandaran). Artinya, selain Allah itu butuh pasangan. Oleh karena itu, ketika ada pernikahan, manifestasi Allah semakin nampak kita rasakan. Bahwa selain Allah swt. itu butuh sandaran (ifadhah) dan butuh nisbat.

Kedua, nikah itu ibadah universal, ibadah ideal, dan ibadah perenial. Universal karena semua agama dan semua peradaban ada namanya akad nikah. Bahkan, masyarakat primitif pedalaman yang agamanya animis pun memiliki prosesi akad nikah. Apalagi Islam, Kristen, Yahudi, ahli kitab jelas ada akad nikah.

Ideal karena membawa misi idealisme. Dengan nikah inilah kita melestarikan regenerasi manusia sampai kapan pun Allah menghendaki manusia ini selesai. Kita meneruskannya, melanjutkannya, memproduksi generasi baru dengan cara akad nikah dan perkawinan. Nikah juga disebut ibadah yang perenial; abadi. Hubungan yang akan dibawa hingga nanti di akhirat

Ketiga,  hubungan yang terjalin secara lahir dan batin. Sebagaimana makna khalaqa dalam surah Ar-Rum: 21, merupakan kata kerja yang mempunyai masdar dua kosa kata; khalqun dan khuluq. Maknanya ciptaan Allah yang bersifat fisik adalah khalqun yang bersifat parsial, temporal, dan dimensial. Adapun yang bersifat non fisik disebut khuluq yang berasal dari kata akhlaq. Jadi, perjodohan dua insan tidak hanya pertemuan khalq (fisik) tapi yang paling penting pertemuan khuluq (non fisik).

Keempat, tempat mendapatkan ketenangan. Litaskunuu ilaihaa (agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya: lanjutan surah Ar-Rum: 21). Taskunuu bentuk kata kerja yang berasal dari kata sakan dan sakinah. Sakan artinya rumah atau tempat tinggal. Maka, silahkan bikin rumah yang baik dan besar. Tapi rumah yang besar, mewah, dan indah itu tidak ada maknanya kalau tidak dengan sakinah (ketenangan). Sakinah itu ada di hati.

Kelima, jadikan pernikahan sebagai sumber kasih dan sayang. Wa ja’ala bainakum mawaddataw warahmah (dan Dia menjadikan di antaramu kasih dan sayang: lanjutan surah Ar-Rum: 21). Allah menggunakan kata khalaqa untuk jodoh. Sementara untuk mawaddah wa rahmah menggunakan kata ja’ala. Hal ini menunjukkan bahwa jodoh itu monopoli Allah. Siapapun tidak bisa menggagalkan atau merekayasa. Tetapi membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah harus diperjuangkan, tidak bisa berpangku tangan.

Lafadz ja’ala, meskipun subjek/fail-nya itu Allah, yakni Allah lah yang menjadikan mawaddah dan rahmah, tetapi tetap harus diperjuangkan. Artinya ja’ala menunjukkan bahwa keluarga bisa bahagia kalau dibangun, diperjuangkan, dan dipertahankan bersama.

Keenam, Pernikahan merupakan ayat Allah yang mutlak luar biasa. Rahasia hidup akan dijalani oleh pasangan ini. Mereka akan menjalani lorong-lorong hidup, kadang terang, kadang gelap, kadang naik, kadang turun, kadang terjal, kadang susah, serta kadang gampang dan ringan. Itulah kehidupan. sebagaimana firman-Nya, “Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.” Wa Allahu a’lam bis shawab.

NB: selengkapnya sahabat bincang muslimah dapat mengakses Channel Youtube Pondok Pesantren Lirboyo.

Rekomendasi

Marital Rape ada mitos Marital Rape ada mitos

Marital Rape, Ada atau Hanya Mitos?

Suami Boleh Meninggalkan Istri Suami Boleh Meninggalkan Istri

Berapa Lama Suami Boleh Meninggalkan Istri?

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

Komentari

Komentari

Terbaru

tipe laki-laki tipe laki-laki

Hukum Menikahi Anak Tiri Menurut Islam

Kajian

Tradisi Tengka Tradisi Tengka

Nyai, Sebutan Bagi Ulama Perempuan Penjaga Tradisi Tengka Di Madura

Kajian

Amplop” Hadiah Pernikahan Amplop” Hadiah Pernikahan

“Amplop” Hadiah Pernikahan, Bagaimana Hukumnya? Ini Kata Buya Yahya

Ibadah

Hukum Wudhu dengan Gayung dari Bak Mandi, Benarkah Tidak Sah? Hukum Wudhu dengan Gayung dari Bak Mandi, Benarkah Tidak Sah?

Hukum Wudhu dengan Gayung dari Bak Mandi, Benarkah Tidak Sah?

Ibadah

istri berkata kasar istri berkata kasar

Istri Berkata Kasar Kepada Suaminya, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

Kajian

Istihadhoh Wajib Menqadha Puasa Istihadhoh Wajib Menqadha Puasa

Apakah Perempuan Istihadhoh Wajib Mengqadha Puasa?

Ibadah

Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

Ini Doa Akhir Tahun Menurut Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus

Ibadah

Nalar Kritis Muslimah gender Nalar Kritis Muslimah gender

Nalar Kritis Muslimah; Mewujudkan Keadilan Gender

buku

Trending

Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

Keutamaan Membaca Dzikir di Awal Sepuluh Dzulhijjah

Ibadah

Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

Zikir yang Dibaca pada Hari Arafah dan Keutamaannya

Ibadah

Nur Rofiah Penggagas gender Nur Rofiah Penggagas gender

Dr. Nur Rofiah: Penggagas Keadilan Gender Perspektif Alquran

Muslimah Daily

Mengqadha Puasa hari arafah Mengqadha Puasa hari arafah

Pengertian Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Serta Niat Melaksanakannya

Ibadah

Orang Tua Supportif anak Orang Tua Supportif anak

Istri Mengurus Suami, Lalu Siapa yang Mengurus Istri?

Muslimah Talk

berkurban hewan yang pincang berkurban hewan yang pincang

Bolehkah Berkurban dengan Hewan yang Pincang?

Kajian

Takbir Idul Fitri adha Takbir Idul Fitri adha

Perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha

Kajian

Mengqadha Puasa hari arafah Mengqadha Puasa hari arafah

Hukum Serta Keutamaan Berpuasa Di Awal Bulan Dzulhijjah

Ibadah

Connect