Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Darah Keluar ketika Masa Suci belum Mencapai 15 Hari, Bagaimana Hukumnya?

masa suci
masa suci

BincangMuslimah.Com – Pada pembahasan sebelumnya telah diterangkan bahwa batas minimal masa suci antara dua haid adalah 15 hari 15 malam. Lalu bagaimana jika masa suci belum mencapai 15 hari, tiba-tiba darah keluar lagi? Bagaimana status darah yang keluar lagi tersebut?

Bagi perempuan, haid bagaikan tamu yang datang tiap bulan.  Entah di awal bulan, pertengahan atau di akhir bulan tergantung adat kebiasaan masing-masing.

Terkait dengan keluarnya darah ketika masa suci belum mencapai 15 hari maka terdapat dua rincian jawaban.

Pertama. Apabila keluarnya darah tersebut setelah 15 hari terhitung dari hari pertama suci dari haid, maka darah tersebut bukan darah haid, tetapi darah istihadhah. Sebab masa tersebut adalah masa tidak boleh haid (bukan waktunya haid). Masa tidak boleh haid adalah mulai terhitung dari awal suci dari haid sampai dengan 15 hari. Jadi meskipun darah keluar tetap wajib melakukan shalat dengan cara shalatnya orang istihadhah (baca di sini).

Contoh: Seorang wanita haid dari tanggal 1 sampai 7, kemudian ia suci karena darah sudah terhenti. Lalu pada tanggal 16 sampai dengan tanggal 22 dia keluar darah lagi. Maka darah yang keluar tersebut darah istihadhah karena berada pada masa tidak boleh haid. Di mana masa tidak boleh haid bagi wanita tersebut adalah dari tanggal 8 sampai 22 atau 15 hari 15 malam, alias batas minimal masa suci antara dua haid.

Jadi pada dasarnya wanita tersebut baru boleh haid lagi pada tanggal 23, tetapi berhubung sebelum tanggal 23 dia keluar darah, maka darah itu disebut darah istihadhah. Ia tetap wajib shalat dan puasa, karena wanita istihadhah sama dengan suci.

Jika darah yang keluar pada masa tidak boleh haid ini terus berlangsung sampai masa boleh haid (masa suci telah mencapai 15 hari), maka darah yang keluar pada masa tidak boleh haid adalah istihadhah. Sedangkan darah yang keluar pada masa boleh haid adalah darah haid jika memenuhi syarat-syaratnya.

Sehingga jika wanita (di dalam contoh di atas) mengeluarkan darah dari tanggal 16 sampai tanggal 25. Maka dari tanggal 16-22 adalah darah istihadhah karena masih berada pada masa suci atau tidak boleh haid, sedangkan 23-25 adalah darah haid, karena sudah memasuki masa boleh haid (jika memenuhi syarat-syaratnya).

Kedua. Apabila darah yang keluar lagi masih dalam lingkup 15 hari 15 malam atau batas maksimal haid, maka darah tersebut dihukumi haid. Dan seluruh darah dan masa terhentinya darah yang menjadi pemisah juga termasuk haid. Sedangkan bila darah terus keluar sampai melebihi 15 hari, maka termasuk masalah istihadah.

Contoh: Seorang wanita haid dari tanggal 1 sampai 7, kemudian darah keluar lagi tanggal 12 sampai 15. Maka darah yang keluar kedua kalinya tersebut dihukumi haid, karena masih berada pada masa batas maksimal haid, yakni 15 hari 15 malam. Jadi, mulai dari tanggal 1 sampai 15 seluruhnya dihukumi haid termasuk masa yang menjadi pemisah. Sehingga jika hal ini terjadi pada bulan puasa, maka wanita tersebut wajib mengqadha’ puasanya mulai dari tanggal 1 sampai 15.

Sementara jika wanita tersebut masih mengeluarkan darah setelah tanggal 15, misalnya darah keluar sampai tanggal 17, maka darah yang keluar melebihi batas maksimal haid dihukumi istihadhah. Sehingga wanita tersebut haid 15 hari dan istihadhah 2 hari.

Demikianlah pembahasan tentang masa suci yang belum sampai 15 hari sudah keluar darah lagi. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

*Artikel ini pertama kali diterbitkan BincangSyariah.ComBincangSyariah.Com

Rekomendasi

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan yang Haid Tetap Melaksanakan Thawaf Ifadhah?

Apa Saja Yang Harus Apa Saja Yang Harus

Bolehkah Perempuan Yang Sedang Haid Mengikuti Majlis Taklim Di Masjid?

Adakah Batasan Waktu Melakukan Adakah Batasan Waktu Melakukan

Darah Haid Keluar Saat Masuk Waktu Shalat, Apakah Harus Mengqadha Shalat?

perempuan haid sakaratul maut perempuan haid sakaratul maut

Perempuan Haid Menunggu Orang yang Sedang Sakaratul Maut, Apakah Boleh?

Redaksi
Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

2 Komentar

2 Comments

    Komentari

    Terbaru

    Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

    Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

    Keluarga

    jilbab hijab kerudung bahasa jilbab hijab kerudung bahasa

    Apa Bedanya Jilbab, Hijab, dan Kerudung, dalam Kajian Bahasa?

    Kajian

    bercerai masih satu rumah bercerai masih satu rumah

    Sudah Bercerai Tapi Masih Satu Rumah, Bagaimana Hukumnya?

    Keluarga

    Ini Syarat Qira’ah Sab’ah Bisa Dijadikan Hujjah dan Diamalkan

    Kajian

    karakter perempuan yang harus diperhatikan perempuan haid karakter perempuan yang harus diperhatikan perempuan haid

    Ini Lima Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

    Ibadah

    tipe laki-laki tipe laki-laki

    Hukum Menikahi Anak Tiri Menurut Islam

    Kajian

    Tradisi Tengka Tradisi Tengka

    Nyai, Sebutan Bagi Ulama Perempuan Penjaga Tradisi Tengka Di Madura

    Kajian

    Amplop” Hadiah Pernikahan Amplop” Hadiah Pernikahan

    “Amplop” Hadiah Pernikahan, Bagaimana Hukumnya? Ini Kata Buya Yahya

    Ibadah

    Trending

    Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

    Keutamaan Membaca Dzikir di Awal Sepuluh Dzulhijjah

    Ibadah

    Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

    Zikir yang Dibaca pada Hari Arafah dan Keutamaannya

    Ibadah

    Nur Rofiah Penggagas gender Nur Rofiah Penggagas gender

    Dr. Nur Rofiah: Penggagas Keadilan Gender Perspektif Alquran

    Muslimah Daily

    Mengqadha Puasa hari arafah Mengqadha Puasa hari arafah

    Pengertian Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Serta Niat Melaksanakannya

    Ibadah

    berkurban hewan yang pincang berkurban hewan yang pincang

    Bolehkah Berkurban dengan Hewan yang Pincang?

    Kajian

    Takbir Idul Fitri adha Takbir Idul Fitri adha

    Perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha

    Kajian

    kalimat pada anak doa kalimat pada anak doa

    Berhati-hatilah Melontarkan Kalimat pada Anak, Bisa Jadi Doa

    Keluarga

    Marital Rape ada mitos Marital Rape ada mitos

    Marital Rape, Ada atau Hanya Mitos?

    Muslimah Talk

    Connect