Ikuti Kami

Berita

BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan

BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan
BuKUPI 2026: Puluhan Ulama Perempuan Perkuat Gerakan Tanpa Kekerasan

BincangMuslimah.Com – Jakarta, 1 Mei 2026, Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) kembali menyelenggarakan Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia (BuKUPI) 2026 sepanjang Mei, sebagai ruang kolektif untuk merawat ingatan, memperluas pengakuan, serta menguatkan peran ulama perempuan dalam menjawab persoalan keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Mengusung tema “Kebangkitan Ulama Perempuan untuk Indonesia Tanpa Kekerasan”, BuKUPI 2026 dibuka melalui kegiatan peluncuran pada 1 Mei 2026 secara daring. Kegiatan ini menghadirkan Ita Fatia Nadia, Dr. Zakiya Darajat, dan Samia Kotele sebagai narasumber, dengan moderator Andy Yentriyani. Diskusi ini menyoroti sejarah panjang gerakan perempuan, perempuan Islam, serta ulama perempuan dalam perspektif nasional hingga global.

KUPI sendiri merupakan gerakan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual yang sejak Kongres pertamanya pada 2017 di Cirebon terus menegaskan keberadaan ulama perempuan sebagai bagian penting dalam membangun peradaban yang adil, memanusiakan manusia, serta menolak segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan.

Menghidupkan Kembali Nama-Nama yang Terlupakan

Salah satu inti dari BuKUPI 2026 adalah Diskusi Serial Biografi Ulama Perempuan Indonesia yang berlangsung pada 2–21 Mei 2026 secara daring. Kegiatan ini menghadirkan puluhan sosok ulama perempuan dari berbagai daerah dan latar belakang, sebagai upaya menghadirkan kembali figur-figur yang selama ini berkontribusi besar namun belum banyak dikenal publik.

Di antara nama-nama yang akan diangkat dalam serial ini antara lain:

Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali, Nyai Hj. Aqidah Usymuni, Nyai Nonoh Hasanah, Nyai Sultanah Nahrasiyah, Nyai Hj. Nafisah Sahal, Anregurutta Hj. Siti Haniah, Nyai Setyarti, Fatimah Al Banjari, Nyai Rubiah Shofiyah Jamilah, Nyai Hindun, Nyai Izzah Syatori, Nur Ishmah Abdullah Abdussalam, Nyai Nur Khodijah, Nyai Hj. Nuriyah Ma’shoem, Hj. Asiah binti H. Abdul Karim, serta Nyai Shofiyah Hamid binti Syafii.

Baca Juga:  Mengapa Menikah di Bulan Muharram Sering Dianggap Tidak Baik?

Selain itu, serial ini juga akan menghadirkan tokoh-tokoh seperti Istikomah, Khalida Zia, Dewi Rana, Nissa Wargadipura, Nyai Hj. Sholichah Wahid Hasyim, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim, Nyai Dr. (HC) Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, hingga Prof. Siti Baroroh Baried, Prof. Huzaemah Tahido Yanggo, Prof. Nabilah Lubis, Prof. Saparinah Sadli, Prof. Siti Chamamah Soeratno, dan Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin.

Nama-nama tersebut merepresentasikan keberagaman ruang pengabdian ulama perempuan—dari pesantren, majelis taklim, hingga perguruan tinggi dan ruang gerakan sosial. Melalui pengenalan biografi ini, KUPI mendorong pengakuan yang lebih luas atas otoritas keilmuan dan kontribusi ulama perempuan dalam kehidupan masyarakat.

Diskusi ini juga tidak berhenti pada penyampaian narasi satu arah. Publik diberi ruang untuk ikut berbagi cerita tentang ulama perempuan yang mereka kenal di lingkungan masing-masing, menjadikan BuKUPI sebagai gerakan yang tumbuh dari pengalaman komunitas.

Puncak Perayaan dan Seruan Kemanusiaan

Rangkaian BuKUPI 2026 akan mencapai puncaknya pada 24 Mei 2026 di Masjid Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini akan menghadirkan ulama perempuan dari berbagai daerah dan latar belakang, sebagai bentuk penghormatan sekaligus konsolidasi gerakan.

Acara puncak akan diisi dengan doa bersama, pembacaan puisi, lantunan shalawat, serta penyampaian sikap atas berbagai persoalan bangsa dan dunia saat ini, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan, melemahnya demokrasi, serta berbagai bentuk ketidakadilan sosial.

Menguatkan Gerakan dari Komunitas

BuKUPI pertama kali diselenggarakan pada 2025 di Cirebon sebagai respons atas berbagai persoalan kemanusiaan yang kian kompleks, mulai dari kekerasan berbasis gender hingga praktik sosial yang merugikan masyarakat seperti pinjaman dan judi online.

Pada tahun 2026, penyelenggaraan BuKUPI didukung oleh lima lembaga penyangga KUPI—Rahima, Alimat, Fahmina, AMAN Indonesia, dan Gusdurian—bersama jejaringnya di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai komunitas, pesantren, organisasi masyarakat, serta individu yang memiliki perhatian pada isu keadilan gender dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Maulid Nabi dan 20 Tahun Pusat Studi Al-Quran: Refleksi Teladan Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui rangkaian ini, KUPI menegaskan bahwa perjuangan ulama perempuan bukan sekadar bagian dari sejarah, tetapi juga kekuatan hidup yang terus bekerja di tengah masyarakat—merawat nilai, membangun kesadaran, dan menggerakkan perubahan menuju Indonesia tanpa kekerasan.

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ditulis oleh

Redaktur Bincang Muslimah, Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat Sastra Arab dan Gender

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect