Ikuti Kami

Keluarga

Suami Membantu Istri: Bukan Tanda Takut Istri, Tapi Cermin Keadilan dan Kesalingan

Suami Membantu Istri: Bukan Tanda Takut Istri, Tapi Cermin Keadilan dan Kesalingan
freepik.com

BincangMuslimah.Com – Seorang kawan pada satu kesempatan menceritakan bagaimana kehidupannya setelah menikah. Ia berbagi tugas dalam segala hal, termasuk soal aktivitas domestik. Suatu hari, sang suami menjemur pakaian di luar rumah mereka.

Apa yang dilakukan oleh sang suami memantik keheranan tetangga. Seorang ibu yang tinggal di samping mereka menanyakan perihal teman saya ‘ istrinya di mana mas? Kok masnya yang menjemur?’

Suami pun menjawab dengan santai ‘istri saya yang cuci bajunya, jadi bagian saya yang menjemur baju, bu.’ Ibu tadi berlalu dengan wajah bingung. Pengalaman lain, dirasakan oleh penulis. Betapa kagetnya orang-orang di sekitar ketika sang suami yang menggendong anak kami pada saat perjalanan jauh. ‘Kok suamimu yang gendong?’

Beberapa tindakan di atas, memang masih memantik rasa heran, bingung hingga anggapan jika suami, mau berbagi tugas domestik, karena takut istri. Anggapan ini tidak hanya keliru, tapi juga berakar dari pemahaman yang bias terhadap relasi suami-istri. Dalam perspektif feminisme dan mubadalah, justru suami yang mau terlibat dalam kerja domestik adalah teladan keadilan, kasih sayang, dan relasi yang setara.

Perspektif Feminisme: Membongkar Dominasi Patriarki

Feminisme adalah gerakan dan teori sosial yang bertujuan memperjuangkan kesetaraan gender. Menentang dominasi laki-laki dalam berbagai bidang, termasuk dalam rumah tangga.

Salah satu tokoh penting dalam feminisme adalah Simone de Beauvoir, yang dalam bukunya The Second Sex (1949), menjelaskan bahwa perempuan selama ini dikonstruksi sebagai “the Other”  makhluk pelengkap laki-laki yang tidak memiliki identitas otonom.

Menurut de Beauvoir, memberikan peran domestik kepada perempuan secara eksklusif adalah bagian dari sistem penindasan simbolik. Oleh karena itu, ketika seorang suami mengambil bagian dalam kerja domestik, ia sebenarnya sedang membongkar struktur sosial yang timpang dan memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan.

Baca Juga:  Apakah Umrah di Bulan Syawal Dapat Menggugurkan Kewajiban Haji?

Sementara itu, bell hooks, seorang feminis kulit hitam dari Amerika, dalam bukunya Feminism is for Everybody (2000), menyatakan bahwa feminisme bukan sekadar pembebasan perempuan, tetapi juga transformasi sistem sosial yang membatasi baik laki-laki maupun perempuan. Membantu istri bukan berarti suami kehilangan kuasa, tapi justru menemukan kembali kemanusiaannya di luar konstruksi “maskulinitas toksik”.

Perspektif Mubadalah: Kesalingan dalam Islam

Mubadalah adalah pendekatan tafsir dan pemikiran Islam yang dikembangkan oleh KH. Faqihuddin Abdul Kodir. Beliau menekankan prinsip kesalingan (mutuality) antara laki-laki dan perempuan.

Dalam bukunya Qira’ah Mubadalah (2019), Faqih menyatakan bahwa harus membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis secara resiprokal, Syariat untuk laki-laki juga berlaku untuk perempuan, dan sebaliknya, kecuali ada dalil yang membatasi secara eksplisit.

Mubadalah bertumpu pada relasi rahmah (kasih sayang), mawaddah (cinta mendalam), dan musyawarah (partisipasi bersama) dalam rumah tangga. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah teladan umat.

Faqih mengungkapkan jika dalam riwayat sahih menyebutkan bahwa beliau menjahit bajunya sendiri, membantu pekerjaan rumah, bahkan menyapu lantai. Nabi tidak menganggap itu sebagai beban, melainkan sebagai ekspresi cinta dan tanggung jawab.

Dalam prinsip mubadalah, tindakan suami membantu istri adalah praktik kesalingan yang setaraeduanya memikul tanggung jawab bersama dalam membangun rumah tangga sakinah.

Membantu Bukan Takut, Tapi Dewasa dan Adil

Kombinasi teori feminisme dan mubadalah, membantu pasangan bukanlah bentuk tunduk. Tapi cerminan relasi dewasa, egaliter, dan berkeadaban. Suami tidak sedang “tunduk”, tetapi sedang mengambil peran aktif sebagai mitra sejajar dalam rumah tangga. Ia sadar bahwa beban kerja domestik yang dibebankan sepihak pada perempuan adalah ketidakadilan struktural yang harus dilawan bukan diteruskan.

Lebih jauh, dalam teori care ethics dari feminis seperti Carol Gilligan (In a Different Voice, 1982), disebutkan bahwa kepedulian dan perawatan adalah nilai etis yang penting dalam relasi antar manusia, dan seharusnya juga dipraktikkan oleh laki-laki. Membantu istri di rumah adalah praktik nyata dari etika kepedulian, bukan tanda kelemahan.

Baca Juga:  Generasi Sandwich: Salah Satu Upaya Berbakti pada Orang Tua

Menghapus stigma “suami takut istri” adalah langkah penting menuju pembebasan dari belenggu patriarki. Baik dalam perspektif feminisme maupun mubadalah, membantu pasangan adalah tindakan mulia, etis, dan islami.

Ini bukan hanya soal pekerjaan rumah tangga, tapi soal keadilan, kesalingan, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Suami yang membantu istrinya di rumah adalah suami yang berani  bukan takut, yang berempati  bukan tunduk, dan yang adil  bukan dominan.

 

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

6 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect