Ikuti Kami

Keluarga

Pentingnya Membiasakan Akhlak Mulia kepada Anak-Anak

Doa Nabi Ibrahim Keturunannya
Source: gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Nabi saw. telah mengajak kita untuk memuliakan dan mendidik anak-anak kita serta menumbuhkan dalam jiwa mereka akhlak yang mulia. Tidak hanya menumbuhkan, melainkan juga pentingnya membiasakan mereka untuk memiliki akhlak mulia sejak dini. Hal ini disebabkan karena orang tua atau wali memiliki pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan mereka. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (روا البخاري)

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari)

Orang tualah yang dapat mengarahkan anaknya menjadi orang baik atau sebaliknya. Terlebih dalam hal yang sangat prinsip, yaitu berkaitan dengan agama. Orang tua atau walinya lah yang akan mengarahkannya menjadi seorang muslim atau tidak. Sebagai tanggung jawab orang tua, Nabi saw. dalam salah satu hadisnya memerintah kita secara langsung agar memperbaiki akhlak anak-anak kita sejak dini. 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ قَالَ : أَكْرِمُوا أَوْلاَدَكُمْ وَأَحْسِنُوا أَدَبَهُمْ. (رواه ابن ماجة)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda, “Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaguslah tingkah laku mereka.” (H.R. Ibnu Majah) Bahkan saking pentingnya pendidikan akhlak yang mulia dari orang tua kepada anaknya, dalam suatu riwayat disebutkan bahwa hal itu merupakan pemberian yang terbaik dari orang tua. . Dari Ayyub bin Musa dari ayahnya dari kakeknya, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada suatu pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada adab (akhlak) yang baik.” (H.R. At-Tirmidzi)

Baca Juga:  Lima Nasihat Pernikahan Gus Mus untuk Pengantin Baru

Tidak dapat diragukan lagi bahwa orang tua laki-laki maupun perempuan dengan taufiq Allah mampu mendidik anaknya dengan cara menjadi teladan yang baik baginya. Kemudian mengajari tata krama yang bagus dan menumbuhkan sifat-sifat terpuji dalam diri anak. Orang tua juga diharapkan mampu menguatkan hubungan anak dengan Allah dengan cara mengajarkan membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah dalam Islam. Seperti tata cara bersuci, wudhu, dan shalat. Sehingga ketika mereka berusia sepuluh tahun, mereka sudah terbiasa dan insya Allah tidak akan ada drama pemukulan dan lain sebagainya, karena mereka sudah terbiasa shalat sejak dini. 

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ. (رواه ابو داود)

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Rasulullah saw. bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian dengan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, pukullah mereka (dengan tujuan mendidik tidak menyakitkan) ketika mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)

Pada hadis tersebut, Nabi saw. juga mengajarkan kepada kita sebagai orang tua atau wali untuk dapat membiasakan anak bersikap mandiri dan mengenal privasi sejak usia sepuluh tahun. Yaitu dengan tidak lagi tidur seranjang dengan orang tuanya dan saudara-saudarinya. 

Selain dibiasakan untuk berakhlak mulia kepada Allah dengan mengetahui cara beribadah yang benar kepada-Nya, hendaknya orang tua juga membiasakan mereka agar berakhlak mulia kepada orang yang lebih tua darinya dan yang lebih muda darinya. 

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلى الله عَليه وسَلم قَالَ لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ (رواه أحمد)

Baca Juga:  Cara Melatih Kemandirian Pada Anak

Dari Ubadah bin As-Shamit bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak termasuk umatku, orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak mengasihi yang lebih muda, dan tidak pula mengerti hak seorang yang alim.” (H.R. Ahmad)

Kedua orang tua juga seharusnya memperhatikan kesehatan anak dan gizi makanannya. Sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Pembiasaan mau bercerita dan bertanya juga penting, agar orang tua dapat mengetahui apa yang sedang dirasakan anak-anak. Mereka pun dapat terbuka dan komunikasi dapat terjalin dengan baik antara orang tua dan anak.  

Akhlak terhadap diri anak-anak sendiri juga dapat dibiasakan sejak dini. Seperti membiasakan anak untuk tidur lebih cepat, bangun cepat, olahraga agar badannya kuat, pembiasaan aktif, dan tidak malas. Pembiasaan lainnya adalah akhlak saat makan dan minum. Hendaknya para orang tua atau wali mengajarkan adabnya. Yaitu mencuci tangan sebelum makan dan setelahnya, membaca basmalah dan doa ketika hendak memulai makan dan minum, menggunakan tangan kanan, mengucapkan hamdalah setelah selesai, mengunyah dengan baik, dan tidak bernafas di dalam tempat air minum. 

Pembiasaan akhlak mulia saat makan dan minum telah dicontohkan oleh Nabi saw. Diriwayatkan oleh Umar bin Abi Salamah, ketika ia masih kecil, ia pernah di  bawah asuhan Nabi saw., tangannya berseliweran di nampan saat makan,. Maka beliau menasihatinya, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.” Umar bin Abi Salamah berkata, “Maka, seperti itulah gaya makanku setelah itu.” (HR. Al-Bukhari)

Hal-hal tersebut di atas kebanyakan dilakukan di rumah. Sementara itu, hal yang perlu diperhatikan orang tua juga adalah memilih sekolah atau guru yang baik untuk anak-anaknya. Hal ini diharapkan agar anak-anak tidak hanya terkontrol akhlaknya di rumah saja, melainkan juga di sekolah. Dengan demikian pembiasaan akhlak yang mulia di rumah dan di sekolah itu dapat menjadi bekal mereka di masyarakat dan di kehidupan mereka.

Baca Juga:  Khilaf Berhubungan Intim saat Istri Haid, Harus Bagaimana?

Rekomendasi

Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect