Ikuti Kami

Subscribe

Keluarga

Parenting Islami: Bentuk-Bentuk Partisipasi Orang Tua kepada Anak

maksud dari cahaya dua

BincangMuslimah.Com- Kewajiban orang tua selain memberikan pengajaran kepada anak-anak, orang tua haruslah mengasuh anak-anaknya dengan baik. Semua itu bertujuan untuk mencetak generasi insani yang terpelihara dalam kesengsaraan baik dalam dunia dan akhirat.

Islam sendiri menghimbau agar orang tua senantiasa memberi bekal kepada anak-anaknya yang bersifat komprehensif baik berupa pendidikan, keagamaan, moral, kecerdasan akal dan segala ilmu pengetahuan lainnya.

Anak itu merupakan sebuah titipan dari Allah swt yang mempunyai hak-hak yang harus ditunaikan dari kedua orang tuanya. Yang paling penting ialah posisi anak sebagai sumber kebahagiaan bagi keluarganya, manakala orang tua selalu efektif dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pendidik yang utama.

Adapun Bentuk-Bentuk Partisipasi orang tua ialah:

Mendidik melalui perilaku

Keteladan yang diberikan orang tua haruslah didukung. Perilaku orang tua haruslah menunjukan sikap yang baik, sebab anak-anak akan mencontohnya. Orang tua mengarahkan anak-anaknya dalam keselamatan yang diridhai Allah swt.

Tentunya keteladanan yang diberikan orang ta haruslah didukung oleh kebijakan yang telah ditetapkan oleh pembuat aturan yang harus diimplementasikan kepada seluruh anggota masyarakat di seluruh aspek kehidupannya sehari-hari.

Menerapkan Pendidikan Dini

Tahapan paling awal ialah menentukan calon suami dan isteri yang pantas bersanding dengan kita kelak. Bibit yang baik haruslah senantiasa mendapatkan siraman serta pupuk ketenangan dalam kandungan seorang ibu.

Sebaiknya anak diberikan; tarbiyah rohaniyah, adabiyah, aqliyah,dan jismiyah agar nantinya mereka dapat menjalani kehidupannya dengan seimbang dan mampu menjalankan tugas-tugas agama dengan sebaik mungkin. Seperti dalam Qs. Luqman: 13 :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini diabadikan dalam al-Quran dengan kisah Luqman dan putranya yang berupa pengetahuan mengenai Islam yang baik disepanjang sejarah. Ayat ini berisikan larangan seorang orang tua terhadap putranya untuk tidak mempersukutukan Allah dengan apapun.

Dari ayat diatas, dapat kita meneladaninya dengan mengajarkan anak-anak mengenai Ketuhanan, dan tidak boleh menyembah selain Allah swt. Selain memperkenalkan yang menciptakan mereka, juga memperkenalkan Rasul-Nya, kitab suci dan sebagainya.

Ayat ini mengajarkan kepada orang tua bahwa salah satu tugas orang tua selalu memberikan nasihat kepada anak-anaknya, sehingga mereka dapat menempuh jalan yang benar dan jauh dari kesesatan. Karena menyukutukan Allah merupakan dosa besar.

Melakukan Pembiasaan bukan Paksaan

Dalam membentuk karakter anak demi keselamatan lahir dan batinnya, akan lebih efektif jika orang tua mendukung anak-anak mereka dengan pembiasaan. Pelaksanaannya akan lebih alami, tanpa adanya paksaan apalagi paksaan hingga membuat anak membangkang pada orang tua.

Dengan pembiasaan ini akan terbentuknya self control dalam diri anak yang akan mengefektifkan upaya pendidikan yang telah diberikan orang tua pada anak. Seperti dalam Qs. Ali-Imran: 83

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُون

Apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (Dapartemen Agama. 1989).

Menurut Qurasih Shihab dalam Tafsir al-Mishbah, ayat ‘Apakah mereka hendak mencari agama yang lain dari agama Allah’ dengan memakai ‘ya’ artinya orang-orang yang berpaling tadi dan ada pula yang memakai ‘ta’ sehingga berarti kamu (padahal kepada-Nya tunduk segala apa yang di langit dan di bumi, baik suka) tanpa menaruh keberatan (maupun terpaksa) yakni dengan memakai sarana yang membuat mereka tunduk kepada-Nya (dan kepada-Nya mereka dikembalikan) dengan memakai ta dan ya, sedangkan hamzah atau kata tanya pada awal ayat sebagai sanggahan.

Keterbukaan Dialog Orang tua dan Anak

Bimbingan dalam ajaran Islam ada tiga jenis; menyeru kebajikan secara efektif dengan membimbing, pengajaran yang lemah lembut, dan tukar pikiran atau dialog timbal balik yang saling menyenangkan baik orang tua maupun anak.

Waktulah yang memberikan peluang sukses, tapi menjadi tantangan bagi orang tua sebagai tanggung jawab yang tak dapat diwakili oleh orang lain. Keterbukaan anak terhadap orang tua menandakan anak-anak sangat mempercayai kedua orang tuanya.

Rekomendasi

orang tua non muslim orang tua non muslim

Jika Orang Tua Merupakan Non Muslim

anak berbeda orang tua anak berbeda orang tua

Pandangan Islam Jika Anak Berbeda dengan Keinginan Orang Tua

sumpah serapah pada anak sumpah serapah pada anak

Bahaya Berkata Kasar dan Sumpah Serapah pada Anak Menurut Islam

anak bertanya tentang syariah anak bertanya tentang syariah

Saat Anak Bertanya Tentang Syariah, Bagaimana Sebaiknya Respon Orang Tua?

Maula Sari
Ditulis oleh

Mahasiswi S2 program study Al-Quran dan Hadits di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Komentari

Komentari

Terbaru

islam menghapus diskriminasi perempuan islam menghapus diskriminasi perempuan

Kehadiran Islam Menghapus Tradisi Diskriminasi Pada Perempuan

Muslimah Talk

masjid dhirar tempat ibadah masjid dhirar tempat ibadah

Masjid Dhirar dan Tragedi Perusakan Tempat Ibadah

Khazanah

perempuan bela diri senjata perempuan bela diri senjata

Perempuan Perlu Mahir Ilmu Bela Diri Bahkan Memiliki Senjata

Muslimah Talk

kelompok seruan meninggalkan hadis kelompok seruan meninggalkan hadis

Menyikapi Kelompok yang Melakukan Seruan untuk Meninggalkan Hadis

Khazanah

darah istihadhah hentakan setan darah istihadhah hentakan setan

Benarkah Darah Istihadhah Berasal dari Hentakan Setan?

Kajian

duo ibnu hajar islam duo ibnu hajar islam

Mengenal Duo Ibnu Hajar dalam Literatur Islam

Khazanah

mandi jumat sunnah shalat mandi jumat sunnah shalat

Apakah Mandi Hari Jumat Hanya Sunnah untuk yang Melaksanakan Shalat Jumat?

Kajian

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

Trending

tuna netra waktu shalat tuna netra waktu shalat

Cara Penyandang Tuna Netra dalam Memperkirakan Waktu Shalat

Ibadah

sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah sufi tasawuf rabi'ah al-adawiyah

Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi’ah al-Adawiyah

Diari

nafkah keluarga ditanggung bersama nafkah keluarga ditanggung bersama

Nafkah Keluarga Boleh Ditanggung Bersama-Sama

Kajian

al-Mulk anjuran untuk merantau al-Mulk anjuran untuk merantau

Haruskah Laki-Laki Memberikan Kursi pada Perempuan di dalam Transportasi Umum?

Muslimah Talk

Pengakuan Korban Kekerasan Seksual Diakui dalam Islam

Video

perempuan korban kekerasan zakat perempuan korban kekerasan zakat

Bisakah Perempuan Korban Kekerasan Menjadi Penerima Zakat?

Kajian

anak berbeda orang tua anak berbeda orang tua

Pandangan Islam Jika Anak Berbeda dengan Keinginan Orang Tua

Keluarga

fenomena adopsi spirit doll fenomena adopsi spirit doll

Fenomena Adopsi Spirit Doll dan Pandangan Islam Terhadapnya

Berita

Connect