Ikuti Kami

Kajian

Tiga Macam Ibadah Haji, Apa Saja?

Tiga macam ibadah haji
foto: gettyimages.com

BincangMuslimah.Com- Haji dan umrah adalah  ibadah yang sama-sama dilakukan di Baitullah. Hanya saja di dalam rangkaian rukun haji terdapat wukuf di Arafah yang menjadi pembeda antara haji dan umrah. Terlepas dari perbedaan tersebut, pelaksanaan haji dan umrah bisa dilakukan secara terpisah maupun bersamaan. Sehingga dalam pelaksanaan kedua ibadah ini, terdapat tiga macam cara penunaian ibadah haji dan umrah dengan konsekuensi yang berbeda.

Tiga macam cara penunaian haji dan umrah tersebut salah satunya disebutkan oleh Syekh Zainuddin al-Malibary di dalam kitab Fath al-Mu’īn bi Syarh Qurrah al-‘Ain bi Muhimmāt al-Dīn hal. 288:

تنبيه ‌يؤديان ‌بثلاثة أوجه إفراد بأن يحج ثم يعتمر وتمتع بأن يعتمر ثم يحج وقران بأن يحرم بهما معا وأفضلها إفراد إن اعتمر عامة ثم تمتع وعلى كل من المتمتع والقارن: دم إن لم يكن من حاضري المسجد الحرام وهم من دون مرحلتين

Artinya: “Peringatan. Haji dan umrah ditunaikan dengan 3 cara. Yakni ifrad, dengan gambaran seseorang melakukan haji kemudian umrah. Tamattu’, dengan gambaran seseorang melakukan umrah kemudian haji dan qiran, dengan gambaran seseorang melakukan ihram haji dan umrah secara bersamaan. Sedangkan yang paling utama adalah melakukan ibadah haji dengan cara ifrad jika ibadah umrah juga dilakukan di tahun yang sama kemudian dengan cara tamattu’. Dan bagi orang yang melaksanakan haji dengan cara tamattu’ dan qiran wajib membayar dam jika orang tersebut bukan termasuk penduduk masjidil haram. Yaitu orang yang jarak antara tempat tinggalnya dan masjidil haram kurang dari 2 marhalah”.

Berdasarkan hal tersebut, terdapat 3 cara dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dibedakan berdasarkan niat seseorang ketika berihram dari miqat dan urutan pelaksanaan rangkaian haji dan umrah. Ketiga cara manasik tersebut adalah:

Baca Juga:  Hukum Orang yang Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Pertama, penunaian manasik dengan cara ifrad. Secara bahasa ifrad berarti tunggal atau sendiri. Disebut sebagai ifrad karena pada pelaksanaan manasik dengan cara ini, seseorang berniat ihram untuk haji dan umrah dengan niat yang berbeda. Pertama seseorang tersebut niat ihram haji dan melakukan rangkaian haji. Lalu berniat kembali untuk ihram umrah dan melaksanakan rangkaian umrah.

Kedua, penunaian manasik dengan cara tamattu’. Secara bahasa tamattu’ berarti bersenang-senang. Disebut sebagai tamattu’ karena pada proses rangkaian manasik ini rangkaian umrah dilakukan terlebih dahulu dari pada haji. Hal itu dikarenakan ibadah haji adalah ibadah yang wajib, sedangkan umrah adalah ibadah sunnah menurut mayoritas ulama. sedangkan dari segi niat, manasik dengan cara tamattu’ juga dilakukan secara terpisah sebagaimana haji ifrad. perbedaannya pada cara tamattu’ niat ihram umrah dan rangkaian umrah dilakukan lebih dahulu daripada niat ihram haji dan rangkaian haji.

Ketiga, manasik dengan cara qiran. Secara bahasa, qiran berarti bersamaan. Disebut sebagai qiran karena manasik menggunakan cara qiran ini dilakukan dengan satu niat ihram untuk haji dan umrah secara bersamaan sehingga rangkaian ibadahnya pun dilakukan sekaligus. 

Untuk orang-orang yang melaksanakan manasik menggunakan cara tamattu’ dan qiran, maka akan dikenakan dam (denda) dengan rincian denda yang sudah ditentukan. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 196:

… فَإِذَآ أَمِنتُمۡ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلۡعُمۡرَةِ إِلَى ٱلۡحَجِّ فَمَا ٱسۡتَيۡسَرَ مِنَ ٱلۡهَدۡيِۚ فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٖ فِي ٱلۡحَجِّ وَسَبۡعَةٍ إِذَا رَجَعۡتُمۡۗ تِلۡكَ عَشَرَةٞ كَامِلَةٞۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمۡ يَكُنۡ أَهۡلُهُۥ حَاضِرِي ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ١٩٦

Artinya: “….Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamattu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidil Haram. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya”.

Baca Juga:  Marak Vabbing di Tiktok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Dengan demikian, jika seseorang melakukan ibadah haji dan umrah dengan cara tamattu’ dan qiran maka konsekuensinya ia harus memberikan hadyu (hewan sembelihan/hewan kurban yang dihadiahkan kepada Baitullah yang nantinya akan didistribusikan kepada penduduk di sana). Jika tidak mampu memberikan hadyu maka orang tersebut harus membayar dam (denda) dengan berpuasa selama 10 hari. Dengan rincian, 3 hari ketika masih berada di tanah suci dan 7 hari ketika telah sampai di tanah air.

Itulah tiga macam ibadah haji serta rincian penjelasannya. Apapun macam haji yang dilakukan semoga membuat semakin dekat diri kepada Allah.

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

Rekomendasi

Belum Berhaji Menjadi Badal Haji Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Hukum Orang yang Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Hukum Menjual Kulit Sapi Kurban Hukum Menjual Kulit Sapi Kurban

Hukum Menjual Kulit Sapi Kurban

7 Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban 7 Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban

7 Keutamaan Melakukan Ibadah Kurban

Ditulis oleh

Alumni Pesantren As'ad Jambi dan Ma'had Aly Situbondo. Tertarik pada Kajian Perempuan dan Keislaman.

Komentari

Komentari

Terbaru

Biografi Siti Suryani Thahir Biografi Siti Suryani Thahir

Biografi Siti Suryani Thahir: Perintis Majelis Taklim Jakarta

Muslimah Talk

Perempuan Bekerja saat Iddah Perempuan Bekerja saat Iddah

Bolehkah Perempuan Bekerja saat Masa Iddah?

Kajian

Belum Berhaji Menjadi Badal Haji Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Hukum Orang yang Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Ibadah

Biografi Yenny Wahid Biografi Yenny Wahid

Biografi Alissa Wahid: Pejuang Moderasi Beragama Perempuan Indonesia

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Kajian

denda larangan haji denda larangan haji

Denda yang Harus Dibayar saat Melanggar Larangan Haji

Ibadah

Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan

Niat Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan

Ibadah

Trending

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

Connect