Ikuti Kami

Kajian

Polusi Udara Meningkat, Alquran Singgung Isu Kerusakan Lingkungan

polusi udara alquran lingkungan
Source: gettyimages.com

BincangMuslimah.ComBeberapa bulan terakhir, kondisi udara Jabodetabek memburuk yang ditandai dengan polusi udara yang meningkat. Dampaknya sangat terasa, termasuk kondisi kesehatan masyarakat yang menurun. Bertebaran di media sosial tentang keluhan masyarakat akan buruknya kualitas udara. Bahkan sebagian masyarakat menyuarakan beberapa usulan untuk perbaikan polusi udara.

Polisi udara yang meningkat ini tidak serta merta terjadi begitu saja, semua terjadi akibat beberapa aktivitas manusia itu sendiri. Penyebabnya kompleks, di antaranya adalah aktivitas industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang konon menyumbang polusi udara paling banyak, gas karbon dari transportasi, pembakaran sampah, dan lain-lain yang semuanya adalah tindakan merusak bumi. 

Dalam Alquran, terdapat beberapa ayat yang menyinggung isu kerusakan lingkungan yang berkorelasi dengan fenomena polusi udara yang meningkat ini. Sebagian ayatnya adalah peringatan terhadap manusia yang menjadi pelaku tindakan merusak bumi. Seperti dalam surat ar-Rum ayat 41, 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Dalam beberapa referensi tafsir klasik seperti Tafsir al-Baghawi, Tafsir ath-Thabari, dan lain-lain, ayat ini menggambarkan ulah manusia yang melakukan kerusakan di bumi seperti mencuri, membunuh, termasuk merusak lingkungan. 

Ayat lain yang berisi larangan melakukan tindakan merusak bumi adalah surat al-A’raf ayat 56, 

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: : “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik”.

Frasa “diatur dengan baik” dalam Tafsir al-Baghawi adalah bahwa bumi yang diciptakan oleh Allah telah diatur sedemikian rupa dengan diturunkan hujan dan disediakan tanah yang subur. Ayat ini jelas berisi larangan untuk manusia agar tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan karena bumi telah diciptakan oleh Tuhan dengan segala kebutuhan dan fasilitas sehingga tidak layak untuk dirusak.

Berikutnya, terdapat dalam surat Muhammad ayat 22, 

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ

Artinya: “Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”

Ayat ini bercerita tentang orang-orang munafik dan menentang ayat-ayat Allah. Frasa “kerusakan bumi” dalam Tafsir al-Qurthubi bermakna melakukan pembunuhan dan pencurian mengambil dari dua contoh perilaku ini, maka tindakan merusak lingkungan juga masuk dalam bagian merawat bumi karena sama-sama mengambil hak yang lain dan lalai terhadap kewajiban sebagai manusia untuk merawat bumi.

Ayat-ayat yang disebutkan adalah ayat yang menyinggung isu lingkungan. Ini menunjukkan bahwa menjaga bumi adalah amanah Tuhan. Sebagai manusia, menjaga lingkungan berarti tugas pokok yang serius. Polusi udara bisa saja menurun jika diiringi dengan kesadaran manusia untuk menjaga lingkungan sebagaimana yang diperintahkan dalam Alquran.

Gambaran dalam Alquran tentang ulah manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta ancaman kepada mereka adalah peringatan keras. Secara teologis, ini menyangkut balasan keburukan yang kelak akan diterima di akhirat. Selain itu, kerusakan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan individu. 

Fenomena polusi udara, meskipun disebabkan oleh beberapa faktor yang cukup kompleks, adalah kondisi yang cukup serius di mana perbaikannya tidak hanya harus dilakukan oleh masyarakat sipil tapi juga pemerintah sebagai pemangku kebijakan. 

Rekomendasi

pelestarian lingkungan alquran hadis pelestarian lingkungan alquran hadis

Upaya Pelestarian Lingkungan dalam Alquran dan Hadis

Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

Bagaimana Hukum Berwudhu di Dalam Toilet?  Bagaimana Hukum Berwudhu di Dalam Toilet? 

Bagaimana Hukum Berwudhu di Toilet? 

Ibadah

Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

Enam Rukun Wudhu yang Harus Dipenuhi

Ibadah

Tampil Menarik dengan Memanjangkan Kuku, Bolehkah? Tampil Menarik dengan Memanjangkan Kuku, Bolehkah?

Tampil Menarik dengan Memanjangkan Kuku, Bolehkah?

Muslimah Daily

shalat bersuci diulang tayamum shalat bersuci diulang tayamum

Tiga Hal yang Membatalkan Tayamum

Ibadah

Bacaan Wudhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Bacaan Wudhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Wudhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ibadah

Hukum Saweran Shalawat dalam Islam Hukum Saweran Shalawat dalam Islam

Hukum Saweran Shalawat dalam Islam, Bolehkah?

Kajian

ayat landasan mendiskriminasi perempuan ayat landasan mendiskriminasi perempuan

Ini Syarat Qira’ah Sab’ah Dijadikan Hujjah dan Diamalkan

Kajian

Perempuan dalam Pergulatan Masyarakat Arab Perempuan dalam Pergulatan Masyarakat Arab

Perempuan dalam Pergulatan Masyarakat Arab

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Lima Nasihat Pernikahan Gus Mus untuk Pengantin Baru

Keluarga

Darah nifas 60 hari Darah nifas 60 hari

Benarkah Darah Nifas Lebih dari 60 Hari Istihadhah?

Kajian

Keistimewaan Sayyidah khadijah Keistimewaan Sayyidah khadijah

Tujuh Keistimewaan Sayyidah Khadijah yang Tak Banyak Orang Tahu

Muslimah Talk

Bekas darah haid Bekas darah haid

Apakah Bekas Darah Haid yang Susah Dibersihkan Najis?

Kajian

Biografi Ummu Hani Biografi Ummu Hani

Biografi Ummu Hani; Sepupu Perempuan Rasulullah

Muslimah Talk

3 Cara Mensyukuri Nikmat 3 Cara Mensyukuri Nikmat

3 Cara Mensyukuri Nikmat Allah  

Ibadah

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Kisah Pertemuan Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah

Keluarga

Jati Diri Perempuan dalam Islam Jati Diri Perempuan dalam Islam

Resensi Buku Jati Diri Perempuan dalam Islam

Kajian

Connect