Ikuti Kami

Kajian

Hukum Bermain Biliar bagi Perempuan

Hukum bermain biliar
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Assalamualaikum Ustazah, perkenalkan saya Junita ingin bertanya perihal permainan biliar. Apa hukum bermain biliar bagi perempuan? 

Jawaban

Seputar Biliar

Biliar berasal dari kata “billiart” yang artinya tongkat kayu atau “bille” yang artinya bola. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi biliar adalah permainan yang menggunakan bola (kecil) dari gading dan sebagainya dan tongkat panjang di atas meja persegi panjang yang berlapis kain laken.

Dalam penelitiannya, Mario Martinus mendefinisikan Biliar sebagai salah satu cabang olahraga konsentrasi. Ia juga menyebut 3 jenis permainan biliar, yaitu Carom, English Billiard, dan Pool Billiard. Di mana jenis yang ketiga adalah yang paling berkembang di Indonesia.

Sejarah asal muasal biliar belum terungkap secara jelas. Sebagian mengatakan biliar berasal dari Perancis, ada juga yang mengatakan dari Italia, Spanyol, bahkan Cina. Pada abad ke-15, permainan ini berkembang hingga populer di Eropa Timur dan Prancis. 

Permainan biliar sendiri masuk ke Indonesia ketika masa penjajahan oleh negara-negara Eropa. Kebiasaan mereka bermain biliar mulai mempengaruhi masyarakat Indonesia. Stigma negatif pada permainan biliar pun bermula karena kelompok masyarakat yang bermain biliar adalah masyarakat lapisan bawah yang tidak memiliki pekerjaan, berlokasi pada daerah-daerah yang kumuh, dan berperilaku kasar.

Hukum Bermain Biliar dalam Islam 

Bermain biliar hukumnya boleh jika tidak ada unsur negatif. Kebolehan ini juga mengingat permainan biliar termasuk pada cabang olahraga yang mengarah pada esensi kesehatan dan prestasi.

Sebagaimana Fatwa Syabakah Islamiyah Juz VI halaman 9146 merincikan hal ihwal permainan biliar;

:فإن ممارسة لعبة البلياردو إن كانت على مال فلا تجوز وتعتبر حينئذ قماراً، وإن كانت على غير مال وخلت من القمار فيجب أن يراعى فيها عدة ضوابط  

Baca Juga:  Berperilaku Baik pada Perempuan Jadi Indikator Orang Terpilih dalam Islam

 أن لا تشغل عن ذكر الله وعن الصلوات المفروضة – 

أن يلتزم اللاعبون بتعاليم الإسلام بحيث لا تكون اللعبة وسيلة للنزاع أو الخصومة، أو التعصب، أو السباب والشتائم، أو اللجوء إلى الحيل والخداع للحصول على الفوز –

أن يكون لهذه اللعبة نفع أو فائدة تعود على لاعبيها في الغالب، وأن لا يكون الهدف منها هو تضييع الأوقات فقط. فإذا تحققت هذه الضوابط في هذه اللعبة جاز ممارستها –

Artinya: Permainan biliar jika menggunakan taruhan uang, hukumnya tidak boleh dan termasuk judi. Jika tidak menggunakan taruhan uang dan tidak ada unsur perjudian apapun, maka ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam permainan ini;
– Tidak boleh menyibukkan orang hingga lupa berdzikir kepada Allah dan melalaikan salat wajib.
– Para pemain harus menerapkan prinsip-prinsip Islam, di mana permainan ini tidak boleh menjadi pemicu perselisihan, permusuhan, fanatisme, saling mencela, atau memicu orang untuk menipu agar bisa menang.
– Permainan ini harus ada unsur manfaat yang kembali kepada pemain sendiri dan jangan sampai tujuan utamanya hanya untuk buang-buang waktu semata.

Ketentuan di atas memiliki kemiripan dengan MUI Digital yang merilis fatwa perihal permainan biliar online bernama Game 8 Ball Pool. Permainan ini dilakukan dengan skema koin. Jika koin yang terkumpul dari pemain menjadi bahan taruhan, maka hal tersebut haram. Sebaliknya, jika tidak ada yang mengambil keuntungan, maka boleh.
Kehalalan muamalah (dalam hal ini juga berarti “bermain”) tanpa adanya judi dapat berlandas pada kaidah fikih berikut:

الأَصُْل فِي الشُّرُْوطِ فِي الْمُعَامَلَةِ الْحِلُّ وَالْإِبَاحَةُ إِلَّا بِدَلِيْلٍ

 

Artinya: “Hukum asal dari muamalah adalah halal dan boleh, kecuali dalil yang mengharamkannya.” 

Baca Juga:  Tips Olahraga Saat Puasa Ramadhan


Namun, pembahasan tentang keharaman dalam taruhan atau judi bukanlah hal baru. Alquran sudah sangat gamblang menyinggung masalah ini secara tersirat dalam firman Q.S. Al-Maidah [5]: 90;

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّمَا الۡخَمۡرُ وَالۡمَيۡسِرُ وَالۡاَنۡصَابُ وَالۡاَزۡلَامُ رِجۡسٌ مِّنۡ عَمَلِ الشَّيۡطٰنِ فَاجۡتَنِبُوۡهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ.

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”.

Berdasarkan pemaparan beberapa sumber di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa hukum bermain biliar sendiri adalah mubah (boleh) bagi setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan. Apalagi jika maksud dan tujuannya sebagai pelestarian cabang olahraga yang meningkatkan konsentrasi hingga kesehatan fisik. Poin keharamannya adalah apabila terdapat unsur yang buruk atau merugikan seperti taruhan, judi, perkelahian, dan lain-lain.

Rekomendasi

Jenis Olahraga Dianjurkan Rasulullah Jenis Olahraga Dianjurkan Rasulullah

Empat Jenis Olahraga yang Dianjurkan Rasulullah

Tips Olahraga Puasa Ramadhan Tips Olahraga Puasa Ramadhan

Tips Olahraga Saat Puasa Ramadhan

tips memilih baju olahraga tips memilih baju olahraga

Hukum Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah

Ditulis oleh

Mahasiwi Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Mahasantriwati Pesantren Luhur Sabilussalam.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect