Ikuti Kami

Kajian

Baitul Hikmah : Bukti Sejarah Perkembangan STEM pada Masa Keemasan Islam

Tata Cara Takbir Hari Raya Idul Adha
Freepik.com

BincangMuslimah.Com- Perkembangan STEM (Sains, Technology, Engineering, da Mathematic) terjadi sangat pesat di zaman ini. Berbagai negara berlomba-lomba menciptakan penemuan-penemuan baru; baik untuk sumbangsih keilmuan ataupun strategi untuk berkuasa.

Saat ini, dari berbagai penelitia, umat muslim secara umum seperti tertinggal di bidang STEM. Padahal, kalau sejenak melihat ke belakang, kita akan tahu bahwa Islam memiliki kekuatan yang sangat besar pada masa kejayaannya.

Sejak zaman dahulu, para ulama bukan hanya bergelut di bidang keagamaan, melainkan juga keilmuan sains. Para ilmuwan muslim juga banyak yang memiliki kontribusi di bidang sains. Bahkan pemikirannya menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern.

Salah satu jejak kejayaan peradaban Islam adalah pernah ada suatu perpustakaan besar yang menjadi pusat penerjemahan buku-buku dari berbagai penjuru. Tempat bersejarah itu bernama Baitul Hikmah.

Sejarah Baitul Hikmah

Baitul Hikmah terletak di Baghdad. Berdirinya Baitul Hikmah adalah atas perintah Khalifah Harun ar-Rasyid pada masa Dinasti Abbasiyah. Kemudian semakin jaya pada masa anaknya; khalifah Al-Ma’mun (813–833 M).

Awalnya, tempat itu adalah perpustakaan pribadi milik Khalifah Harun ar-Rasyid.  Kemudian tempat ini menjadi pusat perpustakaan, penerjemahan, universitas dan riset-riset yang fenomenal. Aktivitas keilmuan mendapat dukungan juga dari kekayaan negara yang memfasilitasi pendirian rumah sakit dan lembaga pendidikan. Tak heran, pada masa itu dunia kedokteran berkembang pesat hingga memiliki 800 dokter.

Aktivitas penting pada sejarah Baitul Hikmah adalah penerjemahan buku-buku sains ke dalam bahasa Arab, terutama naskah dari Yunani, India dan Persia. Mereka menerjemahkan ilmu pengetahuan dari berbagai peradaban kuno ke dalam bahasa Arab untuk memudahkan transfer keilmuan.

Di tempat itu juga berkumpul para ilmuwan terkemuka untuk mendalami studi dan riset astronomi, matematika, kedokteran, dan filsafat. Dari adanya perpustakaan ini, lahirlah ilmuan-ilmuwan yang menjadi simbol masa keemasan Islam dan namanya terkenal hingga saat ini.

Baca Juga:  Konsep Cinta dalam Perspektif Alquran

Dinasti Abbasiyah memang memiliki perhatian yang tinggi pada keilmuan dan peradaban Islam. Pada masa itu, peradaban Islam berkembang di sejumlah kota besar, seperti Baghdad, Kordoba (Andalusia), Kairo, ataupun Damaskus. Baitul Hikmah juga dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 395 H. Para pengunjung Baitul Hikmah dapat membaca buku, meminjam buku serta melakukan kegiatan diskusi di perpustakaan tersebut. Selain Baitul hikmah, banyak masjid-masjid yang berkembang menjadi tempat belajar.

Ilmuwan di Masa Bani Abbasiyah dan Kontribusinya di Bidang STEM

Banyak ilmuwan yang muncul pada masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Hal ini menjadi tanda bahwa baitul hikmah bukan hanya sebuah kemajuan infrastruktur, tetapi juga kemajuan pemikiran umat muslim.

Ilmuwan muslim tidak hanya fokus pada perkembangan keilmuan Al-Qur’an dan hadis, mereka turut andil dalam perkembangan berbagai bidang keilmuan.

Di bidang sains, ada seorang astronom dari tanah Arab, yaitu al-Battani. Salah satu penemuan fenomenalnya adalah menghitung jumlah hari dalam satu tahun matahari, yaitu berjumlah 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik dengan sangat akurat. Selain itu ada ibn Haytam yang memiliki julukan bapak optik modern. Beliau lah yang merumuskan konsep kamera lubang jarum (camera obscura), yang menjadi cikal bakal kamera ponsel di zaman sekarang.

Di bidang kedokteran ada nama-nama yang sangat terkemuka hingga saat ini, salah satunya adalah Ibnu Sina (Avicenna). Beliau terkenal dengan Qanun at-Thib (the Canon of Medicine) yang menjadi standar kurikulum kedokteran di Eropa selama lebih dari 500 tahun. Selain Ibnu Sina, ada ar-Razi yang terkenal sebagai penemu penyakit cacar air dan hipertensi. Beliau aktif menulis buku-buku kedokteran yang menjadi rujukan di dunia barat. Beliau menjadi kepala dokter di rumah sakit besar yang ia dirikan sendiri.

Baca Juga:  Hijab dalam Pandangan Ulama Kontemporer

Di bidang teknologi, terdapat Banu Musa bersaudara (Muhammad, Ahmad, dan Hasan bin Musa bin Shakir). Mereka adalah tiga serangkai yang ahli di bidang geometri dan mekanika. Beliau menerjemahkan naskah-naskah Yunani Kuno di Baitul Hikmah untuk diteliti lebih lanjut. Karya paling terkenal adalah Kitab al Hiyal yang menjelaskan lebih dari 100 perangkat mekanis. Di antaranya adalah pejelasa tentang sistem kontrol otomatis dan pemutar seruling otomatis yang dianggap mesin terprogram pertama.

Sedangkan di bidang Matematika ada bapak aljabar, yaitu Al-Khawarizmi. Ia memperkenalkan angka nol dan sistem penomoran desimaa. Karyanya (aljabar) menjadi cikal bakal algoritma yang hari ini kita gunakan untuk menjalankan teknologi media sosial dan AI.

Pada masa bani Abbasiyah juga muncul para filsuf yang masyhur hingga saat ini, seperti Al-Kindi dan Al-Ghazali. Karya filsafat Al-Ghazali yaitu Tuhfatul Falasifah dan Ihya’ Ulumiddin masih digunakan hingga saat ini.

Sayangnya, Baitul Hikmah turut hancur bersama dengan kehancuran Bani Abbasiyah. Pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan membakar gedung Baitul Hikmah, dan membuang koleksi bukunya ke Sungai Tigris. Tragedi ini menandai berakhirnya era keemasan Abbasiyah.

Meski begitu, bukti sejarah dan kontribusi para ilmuwan muslim tidak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan seharusnya medorong semua umat Islam untuk memberikan kontribusi di berbagai bidang seperti para ilmuwan terdahulu.

Simak juga kisah lengkapnya dalam video berikut:

 

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect