Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Tiga Hal yang Sunnah dalam Puasa

https://www.shadhinnews24.com/

BincangMuslimah.Com – Tidak hanya dalam puasa Ramadhan, kesunnahan puasa juga dianjurkan dilaksanakan dalam puasa-puasa lainnya. Baik puasa wajib (qadha puasa ramadhan) ataupun puasa sunnah seperti puasa rajab. Nah, apa saja kesunnahan puasa tersebut?

Puasa memiliki banyak keutamaan dan pahala yang tidak terhitung, kecuali hanya Allah yang dapat menghitungnya. Karena itu Allah menyandarkan puasa untuk dirinya sendiri, bukan lainnya. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Allah berfirman

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

Artinya: semua perbuatan manusia itu untuk dirinya sendiri, kecuali puasa karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Sayalah yang akan membalas ibadah puasa itu.

Nah agar puasa yang dilaksanakan lebih bermakna dan berkualitas, maka orang yang berpuasa dianjurkan beberapa sunnah puasa. Secara singkat penjelasan tentang sunnah-sunnah puasa terangkum dalam kitab Matan al-Ghayah wa at-Taqrîb karya al-Qâdhi Abu Syuja’, dijelaskan:

ويستحب في الصوم ثلاثة أشياء تعجيل الفطر وتأخير السحور و ترك الهجر من الكلام

“Dalam berpuasa disunnahkan 3 perkara:  menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meninggalkan perkataan yang jelek.”

Sheikh Muhammad bin Qasim al-Ghazziy (918 H / 1512 M) dalam kitab Fathul Qarib yang merupakan syarah Matan Taqrib, menjelaskan masing-masing dari tiga kesunnahan dalam puasa sebagaimana berikut:

Pertama, segera berbuka. Jika memang nyata terbenamnya matahari. Apabila masih meragukan, maka tidak diperbolehkan segera berbuka. Dalam berbuka disunnahkan dengan kurma, apabila tidak ada, maka sunnah berbuka dengan air.

Kedua, mengakhirkan sahur. Selama tidak sampai jatuh dalam keraguan. Sebab jika hal tersebut terjadi, maka mengakhirkan sahur tidak diperbolehkan. Sahur sudah mendapatkan kesunnahan dengan sedikit makan dan minum.

Ketiga, meninggalkan perkataan jelek. Maka hendaknya orang yang berpuasa menghindari berdusta, menggunjing dan lain sebagainya, seperti mencaci maki. Apabila dimaki oleh seseorang hendaknya ia berkata “aku sedang berpuasa” dengan dua kali atau tiga kali.

Adakalanya diucapkan dengan lisannya, sebagaimana dituturkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar, atau dengan hatinya, sebagaimana pendapat yang dinukil oleh Imam Rafi’i dari para Imam, yang ia sendiri condong terhadap pendapat tersebut.

 

Rekomendasi

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

menonton mukbang saat puasa menonton mukbang saat puasa

Hukum Menonton Mukbang saat Puasa Ramadhan

Makanan di Sela-sela Gigi Tertelan Makanan di Sela-sela Gigi Tertelan

Sisa Makanan di Sela-sela Gigi Tertelan saat Puasa Ramadhan, Batalkah Puasa?

Empat Tahapan Disyariatkan Puasa dalam Islam Empat Tahapan Disyariatkan Puasa dalam Islam

Empat Tahapan Disyariatkan Puasa dalam Islam

Avatar
Ditulis oleh

Pengajar di Pondok Pesantren Nurun Najah Pasuruan

Komentari

Komentari

Terbaru

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Doa Melepas dan Menyambut Jamaah Pulang dari Ibadah Haji

Ibadah

Tata Cara Tahallul, Salah Satu Rukun Haji: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

Ibadah

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Tata Cara Melakukan Sa’i, Salah Satu Rukun dalam Haji

Ibadah

Doa Setelah Wudhu Ternyata Doa Setelah Wudhu Ternyata

Doa Setelah Wudhu Ternyata Doa Pembuka Pintu Surga

Ibadah

Adab Santri Yang Mengagungkan Guru, Apakah Bid’ah?

Kajian

Menunaikan Hak Tetangga Sebagian dari Iman, Bagaimana jika Bertetangga dengan Non Muslim?

Muslimah Daily

bagaimana pelaksanaan haji sebelum bagaimana pelaksanaan haji sebelum

Bagaimana Pelaksanaan Haji Sebelum Islam?

Kajian

Nama-nama Bulan Hijriah Nama-nama Bulan Hijriah

Nama-nama Bulan Hijriah dan Artinya

Khazanah

Trending

hutang puasa ramadhan hutang puasa ramadhan

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan Pergi Haji dan Umrah Tanpa Disertai Mahram?

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Definisi Mampu Pergi Haji dan Umrah Bagi Perempuan

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Muslim Pancasilais: Karakter Pembebas Diskriminasi

Muslimah Daily

berlebihan dalam beribadah berlebihan dalam beribadah

Rasulullah Melarangan Umatnya Berlebih-lebihan dalam Beribadah

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan yang Haid Tetap Melaksanakan Thawaf Ifadhah?

Ibadah

Connect