Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Ini Pembagian Waktu Shalat saat ‘Ashar

BincangMuslimah.Com – Shalat merupakan kewajiban yang wajib dilaksanakan berdasarkan ketentuan waktunya. Maka tidak boleh jika melaksanakan shalat dzuhur pada waktu shalat ashar, misalnya. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas pembagian waktu shalat dzuhur. Sekarang kita akan membahas pembagian waktu shalat saat ashar.

Syeikh Ibnu Qasim al-Ghazi menerangkan dalam kitab Fathul Qarib tentang pembagian waktu ashar

 والعصر أي صلاتها وسميت بذلك لمعاصرتها الغروب وأول وقتها الزيادة على ظل المثل. والعصر خمسة أوقات أحدها الفضيلة وهو فعلها أول الوقب والثاني وقت الإختيار ةأشار له المسنف بقوله وآخره في الإختيار إلى ظل المثلين والثال وقت الجواز وأشار له بقوله وفي الجواز إلى غروب الشمس والرابع وقت جواز بلا كرهة وهو من مصير الظل  مثلين إلى الإصفرار والخامس وقت تحريم وهو تأخيرها إلى أن يبقى من الوقت مالايسعها

“Shalat Ashar (menyertai), dinamakan seperti itu larena shalat tersebut menyertai waktu terbenam matahari. Awal waktunya adalah adanya bayang-bayang panjangnya menyamai benda. Shalat Ashar memiliki lima bagian waktu:

1)waktu fadhilah yakni melakukan shalat di awal waktu.

2) waktu ikhtiyar, lebih diutamakan melakukan shalat di dalamnya dari pada setelahnya. Mushannif memberi isyarat bagi waktu ini dengan ungkapan, akhir waktu ikhtiyar shalat ashar adalah sampai munculnya bayang-banyak yang menyamai 2 panjang benda.

3) waktu jawaz atau waktu yang boleh melakukan shalat  ashar di dalamnya. Bagi waktu ini ia mengisyaratkan dengan ungkapannya ‘shalat ashar dalam waktu jawaz tetap ada hingga terbenamnya matahari.

4) waktu jawaz tanpa hukum makruh, yaitu dimulai dari panjangnya bayang-banyang menyamai panjangnya dua benda sampai munculnya warna kuning di langit.

5) waktu tahrim, diharamkan mengakhirkan shalat pada waktu ini, yakni mengakhirkan shalat pada saat tinggal waktu yang tidak cukup melakukan shalat”

Selain pembagian lima waktu tersebut, Syeikh Abu Bakar Syatha dalam I’anatu al-Thalibin menambahkan dua poin lagi, di antaranya:

6) waktu darurat yakni melaksanakan shalat ketika hanya tersisa waktu yang cukup untuk melakukan takbiratul ihram saja.

7) waktu udzur yakni melakukan shalat ashar di waktu dzuhur bagi seseorang yang melaksanakan jamak taqdim.

Rekomendasi

Bincang Shalat: Apakah Henna Sah untuk Shalat??!

Ini Tiga Hukum Makmum Mendahului Imam yang Wajib Kamu Ketahui

perempuan ideal dalam al-qur'an perempuan ideal dalam al-qur'an

Bagaimanakah Ibu Hamil Mengerjakan Shalat?

Enam Syarat Shalat Jum’at yang Harus Dipenuhi

Avatar
Ditulis oleh

Santriwati Pondok Pesantren Putri Salafiyah, Bangil, Pasuruan.

Komentari

Komentari

Terbaru

Keistimewaan Membaca Al-Qur’an bagi Ibu Hamil

Ibadah

Shalat Qabliyah Subuh, Keutamaan, Tata Cara dan Sunah-Sunahnya

Ibadah

Untuk Lelaki: Yuk Gabung Buat Lawan Patriarki

Diari

Totalitas Kesungguhan Hannah Ibunda Maryam dalam Berdoa untuk Keturunannya

Keluarga

Peluncuran Buku “Kisah Inspiratif Pemimpin Pesantren: Pengalaman Rihlah Kiai/Nyai ke Negeri Sakura

Muslimah Daily

Kenapa Ibu Hamil Harus Selalu Berpikir Positif?

Muslimah Daily

poligami poligami

Syarat Melakukan Poligami

Kajian

Langgengnya Budaya Rape Culture Sesama Perempuan

Diari

Trending

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Shafiyah binti Huyay, Putri Pembesar Yahudi yang Dinikahi Nabi Saw

Muslimah Talk

Beauty Previllege, Menjadi Masalah Ketika Terobsesi dengan Kecantikan

Diari

dalil puasa rajab dalil puasa rajab

Berapa Hari Kita Disunnahkan Puasa Rajab?

Ibadah

Hukum Menghisap Kemaluan Suami

Kajian

waktu berbulan madu waktu berbulan madu

Kapan Sebaiknya Waktu Berbulan Madu?

Ibadah

jenis mukena jenis mukena

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalatnya?

Ibadah

Hukum Jual Beli dan Syarat Barang yang Sah Diperjual Belikan

Kajian

Metode Nabi Muhammad Metode Nabi Muhammad

Parenting Islami: Tiga Langkah Membina Generasi Berkualitas bagi Perempuan Karir

Keluarga

Connect