Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Bolehkah Perempuan Sujud Syukur saat Haid?

Selesai Haid tetapi Belum Mandi, Apakah Tetap Wajib Berpuasa?

BincangMuslimah.Com – Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika diberikan nikmat atau dijauhkan dari murka dan musibah. Bagaimana dengan perempuan yang haid dan nifas, bolehkah mereka melakukan sujud syukur saat haid dan nifas?

Sujud ini merupakan ungkapan syukur seorang hamba kepada Allah Swt. Tata cara dan syarat sujud syukur sama dengan sujud tilawah (kecuali niat), tetapi sujud syukur hanya boleh dilaksanakan di luar salat dan apabila dilakukan ketika salat maka batal salatnya.

Bagi mazhab Syafii dan Hanbali, hukum sujud syukur adalah mustahab atau disunahkan. Sedangkan bagi mazhab Maliki, adalah makruh, karena dalam mazhab Maliki, yang disunnahkan ketika mendapatkan nikmat adalah salat dua rakaat.

Dalam kitab al-Ibaanah wal ifaadhah disebutkan

يحرم على الحائض والنّفساء الصّلاة ولو نفلا وصلاة جنازة وسجد تلاوة وشكر

Salat diharamkan bagi perempuan haid dan nifas, meskipun salat sunnah, salat jenazah, sujud tilawah dan sujud syukur.

Perempuan yang haid dan nifas tidak diperbolehkan melakukan sujud syukur karena salah satu syarat sah sujud syukur adalah suci dari hadas besar dan kecil juga najis. Meskipun demikian, perempuan yang haid dan nifas dapat mengganti sujud syukur dengan sebuah bacaan.

Dalam kitab Hasyiah al-Bujairimi ‘ala syarhil manhaj disebutkan bahwa apabila terhalang sujud syukur karena sedang tidak suci, maka hendaklah membaca bacaan berikut sebanyak empat kali:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إلَهَ إلَّا اللهُ، وَاَللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhanallah wal hamdu lillah, wa laa ilaaha illallah wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzhim

Jadi, bagi perempuan yang ingin sujud syukur saat haid atau nifas bisa mencoba alternatif yang dikemukakan Imam al-Bujairimi di atas, yaitu membaca zikir tersebut sebanyak tiga kali.

Wallahu a’lam bisshawab

*Artikel ini pernah dimuat di BincangSyariah.Com

Rekomendasi

Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan

Tujuh Pembagian Waktu Shalat saat Isya, Mana yang Paling Utama?

Ini Pembagian Waktu Shalat saat ‘Ashar

Ini Pembagian Waktu Shalat saat Dzuhur

Tiga Tips Agar Shalat Menjadi Khusyu’

Fera Rahmatun Nazilah
Ditulis oleh

Penulis adalah anggota redaksi BincangMuslimah. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Terbaru

perempuan dan tuhannya perempuan dan tuhannya

Karimah al-Marwariyah, Ulama Perempuan yang Enggan Menikah

Kajian

Sholihah Wahid Hasyim: Tokoh Perempuan yang Aktif di Bidang Politik  

Kajian

Tafsir QS. Yūnus [10] Ayat 99: Ajaran Al-Qur’an tentang Toleransi

Kajian

Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan

Tujuh Pembagian Waktu Shalat saat Isya, Mana yang Paling Utama?

Ibadah

Mengenali Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Bagaimana Solusinya?

Kajian

perempuan khitan perempuan khitan

Melacak  Hadits Tentang Sunat Perempuan  

Kajian

Kisah Tukang Gali Kubur Menjadi Ulama Kisah Tukang Gali Kubur Menjadi Ulama

Kisah Tukang Gali Kubur Menjadi Ulama

Khazanah

Kisah Tiga Peneliti Tentang Sufi Perempuan  

Diari

Trending

Anak perhiasan dunia Anak perhiasan dunia

Parenting Islami: Mendidik Generasi Tauhid di Era Modern

Keluarga

Hukum Menginjak Makam Orang Muslim

Ibadah

Perbedaan Najis Ainiyah dan Najis Hukmiyah serta Cara Mensucikannya

Ibadah

krisis quarter life krisis quarter life

Perempuan Rentan Krisis Quarter Life: Kenali dan Hadapi

Diari

resolusi jihad resolusi jihad

Refleksi Hari Santri: Menghidupkan Semangat Resolusi Jihad di Masa Kini

Muslimah Daily

Pengertian Keluarga Sakinah dan Makna Perkawinan dalam Islam

Keluarga

Mengenal Tradisi Mulidan di Masyarakat Lombok

Kajian

17 Macam Mandi yang Disunnahkan dalam Islam

Ibadah

Connect