Ikuti Kami

Subscribe

Diari

Sebuah Opini: Mengapa Perempuan Harus Mandiri dan Kuat Menjalani Hidup?

perempuan harus mandiri

BincangMusimah.Com – Zaman berkembang. Begitupun pola pikir manusianya juga harus berkembang. Sehingga kemandirian menjalani hidup tidak hanya untuk kaum laki-laki, tapi juga berlaku bagi kaum perempuan. Terlebih jika mempunyai peran ganda yakni sebagai ibu rumah tangga dan sebaga wanita karir. Lalu seberapa pentingkah perempuan mempunyai sifat mandiri dan kuat dalam menjalani hidupnya?

Menjadi perempuan yang mandiri dan kuat bukan berarti seorang perempuan harus melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Mandiri dan kuat bermakna bahwa seorang perempuan harus berusaha terlebih dahulu sebelum meminta atau menunggu bantuan dari orang lain. Terkecuali bila benar-benar tidak dapat melakukannya sendiri, maka bisa mengambil suatu tindakan meminta bantuan kepada orang lain yang lebih mampu.

Menjadi perempuan mandiri, kuat dan tangguh itu bukanlah pilihan. Akan tetapi adalah sebuah keharusan. Berikut adalah alasannya:

Kuat itu soal iman, hati, dan pikirannya

Menjadi perempuan itu harus kuat imannya. Banyak badai yang akan menerpa kehidupan. Nah, jika kuat iman, yakinlah bahwa masalah-masalah akan dapat terselesaikan. Tentunya selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah dan tujuannya.

Kenapa harus kuat hati? Tidak dipungkiri bahwa perempuan terlahir mempunyai hati yang lembut. Sehingga mudah tergores. Entah dari perkataan orang lain atau bahkan disakiti oleh laki-laki. Maka dari itu, kuatkan hati. Jangan gampang nangis, jangan gampang jengeng, jangan gampang mewek. Pada hakikatnya menangis memang bertujuan untuk sedikit melepas beban. Maka boleh saja. Asal setelah itu, kalian harus bangkit, tegak berdiri kembali.

Kenapa harus kuat pikirannya? Perempuan merupakan poros peradaban. Sehingga pikirannya sangat dibutuhkan untuk membangun masa depan. Terlebih saat sudah menjadi seorang ibu yang mendidik anak-anaknya. Kuat pikiran berarti selalu berpikir positif tentang segala hal. Dapat melakukan hal-hal yang berdampak positif bagi keluarga dan lingkungannya. Begitupun saat sudah berumah tangga. Maka, pikiran positif yang selalu dimiliki oleh istri akan membuat bahtera rumah tangga menjadi harmonis.

Bila mengambil pepatah Jawa “perempuan itu harus bisa Mikul duwur mendem jero”. Mengutip dari Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis (Anis, 2019:16), Wanita adalah “wani tapa”, berani bertapa. Tapa-Tapak-Telapak. Karena di sanalah kekuatan seorang wanita berada. Tapa akan menghasilkan keteguhan diri. Tapa akan mewujud dalam tapak. Tapak adalah telapak. Kekuatan wanita ada di telapaknya, atau kasih sayangnya. Sesungguhnya di bawah telapak wanita eksistensi dan esensi surga berada. Dalam artian lain, perempuan harus bisa banyak menjunjung kebaikan-kebaikan dan memendam hal-hal yang kurang baik.

Tidak Selamanya Pasangan Hidup akan Terus Mendampingi.

Maksudnya adalah saat suami tidak di rumah atau bahkan saat sudah meninggal. Maka, inilah pentingnya perempuan harus belajar mandiri. Percayalah, hanya perempuan yang mentalnya telah ditempa menjadi kuat, mandiri dan tangguhlah yang akan lebih berdaya untuk menghadapi segala ketidakpastian di depan.

Kelak Menjadi Panutan Anak

Semua orang (perempuan, laki-laki) tahu bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Hati naluri seorang anak, pastinya ingin mempunyai ibu yang kuat, tangguh, dan mandiri. Lihatlah dalam porsi seimbang. Bukan hanya ayah yang akan jadi superhero atau panutan bagi seorang anak. Ibu juga berperan besar dalam mendidik mental dan karakter seorang anak. Apa yang seorang perempuan lakukan sekarang, bagaimana seorang perempuan membangun mentalnya sekarang, akan menjadi penentu, sosok seperti apakah anak-anaknya kelak.

Jika ibu tak bisa menunjukkan kemandirian dan kuat dalam menjalani hidup, bagaimana anak akan meniru? Pola asuh, didikan seorang ibu akan menentukan bagaimana pertumbuhan anak. Baik fisik, mental, pola pikir maupun kepribadiannya.

Banyak untungnya kan menjadi perempuan mandiri dan kuat menjalani hidup. Eitts, bukan berarti perempuan tidak butuh orang lain ya. Apalagi seorang perempuan pasti akan membutuhkan sosok yang paling memahaminya, yaitu suami.

Semoga bermanfaat.

Rekomendasi

Perempuan Rentan kesehatan mental Perempuan Rentan kesehatan mental

Perempuan Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Apa Saja Yang Harus Apa Saja Yang Harus

Perempuan Shalat di Rumah atau di Masjid, Mana Yang Lebih Baik?

Ros Athallah Syuhfah Aktivis Ros Athallah Syuhfah Aktivis

Ros Athallah Syuhfah, Aktivis Hak Asasi Perempuan dari Lebanon

taubatnya seorang putri pembesar taubatnya seorang putri pembesar

Taubatnya Seorang Putri Pembesar Kabilah Arab

Novita Indah Pratiwi
Ditulis oleh

Alumni MA Salafiyah Kajen yang menamatkan kuliah di Program Jurusan Fisika Univesitas Diponegoro. Saat ini sedang merintis perpustakaan dan hobi menulis. Pernah menyabet juara 1 lomba puisi nasional dan menjuarai beberapa Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Komentari

Komentari

Terbaru

Pelecehan Seksual karyawan KPI Pelecehan Seksual karyawan KPI

Babak Baru Kasus KPI : Pelaku Pelecehan Seksual karyawan KPI Malah Lapor Balik

Muslimah Talk

cairan kuning setelah haid cairan kuning setelah haid

Menyikapi Cairan Kuning yang Keluar Setelah Haid

Kajian

Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

Perbedaan Kata Membasuh dan Mengusap pada Rukun Wudhu

Kajian

piagam madinah falsafah hidup piagam madinah falsafah hidup

Piagam Madinah, Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara

Khazanah

Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar

Melaksanakan Pernikahan di Bulan Shafar, Benarkah Tidak Boleh?

Kajian

aksi dokter sperma makanan aksi dokter sperma makanan

Aksi Dokter Campur Sperma ke Makanan; Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan

Muslimah Talk

murtad wajib mengqadha shalat murtad wajib mengqadha shalat

Murtad Lalu Beriman Lagi, Wajib Mengqadha Shalat?

Kajian

koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

Kajian

Trending

anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

Keluarga

Pakaian di Masa Rasulullah Pakaian di Masa Rasulullah

Pakaian di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Wajah

Kajian

mahram mertua cerai pasangan mahram mertua cerai pasangan

Status Mahram Mertua Pasca Cerai dari Pasangan

Keluarga

Bagaimana Islam Memandang Konsep Childfree?

Kajian

Perundungan perempuan pengalaman biologis Perundungan perempuan pengalaman biologis

Perundungan Terhadap Perempuan karena Pengalaman Biologis

Muslimah Talk

Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan

Bagaimana Seharusnya Menentukan Kriteria Sekufu dalam Pernikahan?

Kajian

janda stigma negatif melekat janda stigma negatif melekat

Janda dan Stigma Negatif yang Melekat

Muslimah Talk

makna cantik perempuan muslim makna cantik perempuan muslim

Menelusuri Makna Cantik dari Kisah Perempuan Muslim

Khazanah

Connect