Ikuti Kami

Berita

Pengamat: Berkaca pada Indonesia, Azerbaijan Seharusnya Melihat Jilbab sebagai Kekuatan Ekonomi

Pengamat: Berkaca pada Indonesia, Azerbaijan Seharusnya Melihat Jilbab sebagai Kekuatan Ekonomi
Magnific.com

BincangMuslimah.Com – Ketika Azerbaijan masih memandang jilbab sebagai ancaman terhadap prinsip sekularisme dan membiarkan isu tersebut memicu gejolak sosial, Indonesia justru berhasil mengubah jilbab dan busana Muslim (modest fashion) menjadi industri global yang bernilai ekonomi tinggi. Industri ini tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi juga membuka jutaan lapangan kerja dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Pengamat Ekonomi Syariah Universitas Paramadina sekaligus Peneliti Junior CSED INDEF, Imas Damayanti, menyayangkan berbagai pembatasan terhadap penggunaan jilbab di Azerbaijan. Menurutnya, sebuah negara seharusnya tidak memandang jilbab sebagai ancaman. Sebaliknya, jilbab dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi sekaligus instrumen soft power yang memperkuat pengaruh suatu bangsa.

“Jilbab itu bukan ancaman. Jika dilihat dari perspektif ekonomi, jilbab justru dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi dan soft power bagi sebuah negara. Indonesia telah membuktikannya melalui perkembangan industri modest fashion yang sangat baik,” kata Imas.

Menurut Imas, gejolak yang muncul di Azerbaijan menunjukkan bahwa sebagian kalangan masih menempatkan jilbab dalam ruang pertarungan ideologi yang sensitif. Akibatnya, negara tersebut belum melihat jilbab sebagai bagian dari industri modest fashion yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

Padahal, dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, Azerbaijan memiliki modal besar untuk mengembangkan industri modest fashion. Alih-alih menerapkan pembatasan yang represif, negara itu dapat mencontoh Indonesia yang telah memosisikan diri sebagai salah satu pusat tren modest fashion dunia.

Pasar Modest Fashion Global Terus Bertumbuh

Imas mengatakan Indonesia terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem modest fashion global. Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 mencatat konsumsi busana Muslim dunia mencapai 327 miliar dolar AS pada 2023. Diperkirakan meningkat menjadi 433 miliar dolar AS pada 2028.

Baca Juga:  Surah al-Baqarah Ayat 222: Makna Haid Menurut Sayyidah Nushrat Al-Amin

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai eksportir modest fashion terbesar ketujuh di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Meski masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Indonesia dapat menjadi contoh bagaimana negara dengan keragaman budaya dan agama mampu menjadikan jilbab sebagai bagian dari perputaran ekonomi yang inklusif,” tegasnya.

Tantangan Sekularisme dan Peluang Industri Halal

Lebih lanjut, Imas menilai kecenderungan proteksionisme berbasis sekularisme yang berkembang di Azerbaijan dapat menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri halal global. Kebijakan yang membatasi ekspresi keagamaan, termasuk cara berpakaian, berpotensi mempersempit akses pasar bagi produk modest fashion Muslim di sejumlah negara.

“Tekanan sosial dan politik yang terjadi di Azerbaijan perlu kita cermati bersama. Terutama oleh pelaku industri modest fashion agar lebih jeli membaca pasar,” ujarnya.

Peluang bagi Desainer Indonesia

Di sisi lain, Imas melihat situasi tersebut juga membuka peluang bagi desainer Indonesia untuk menghadirkan konsep universal sharia modest fashion. Yakni desain busana yang dapat diterima lintas budaya tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah.

Menurutnya, upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan diplomasi negara-negara Muslim untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan terbuka di tengah dinamika sosial-politik global.

Rekomendasi

Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri

Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri

Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita

Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita

Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim

Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim

Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku

Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku

Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri

Bukan Matre, Ada Alasan Logis dan Agamis Mengapa Perempuan Wajib Punya Uang Sendiri

Muslimah Talk

Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita

Eco-Pesantren dan Masa Depan Bumi Kita

Muslimah Talk

Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim

Green Investing Islami Menjawab Krisis Iklim

Kajian

Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku

Patriarki, Kapitalisme, dan Fundamentalisme: Isi Kepala Nawal El Saadawi dalam Satu Buku

buku

Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan

Yang Terhapus dari Catatan Sejarah: Ketimpangan Gender dalam Filsafat dan Keilmuan

Muslimah Talk

Memahami Makna Dukhan : Apakah Asap Karhutla Termasuk Dukhan? Memahami Makna Dukhan : Apakah Asap Karhutla Termasuk Dukhan?

Memahami Makna Dukhan : Apakah Asap Karhutla Termasuk Dukhan?

Kajian

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Trending

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Connect