Ikuti Kami

Kajian

Keutamaan Hari Arafah dalam Hadis

Keutamaan Hari Arafah dalam Hadis
Freepik.Com

BincangMuslimah.Com-Berkenaan dengan hari Arafah, ada sebuah cerita dalam sebuah riwayat hadis. Abbad bin Mirdas as-Sulami pernah menuturkan cerita. Pada waktu sore di hari Arafah (9 Dzulhijjah), Rasul saw memohon kepada Allah swt agar mengampuni semua dosa-dosa umatnya. Lalu, Allah memberi wahyu kepada Nabi saw, “Aku menerima doa dan permohonanmu. Aku ampuni senua kesalahan umatmu, kecuali dosa dari kezhaliman yang dilakukan sebagian mereka kepada yang lain.”

Akan tetapi, di sore itu, Allah masih belum berkenan mengabulkan semua permintaan beliau. Ketika Rasul saw sudah berada di Muzdalifah pada pagi hari, beliau mengulangi lagi doa seperti yang dipanjatkan saat berada di Arafah. Ketika itu, Allah swt mengabulkan doa beliau, yakni memberikan ampunan bagi semua umatnya, termasuk yang berbuat zhalim.

Mendengar berita gembira itu, Rasul saw tersenyum gembira dan tertawa. Kemudidian Abu Bakar dan Umar bertanya, “Demi ayah serta ibuku, hari ini adalah saat di mana engkau viasanya tidak tertawa. Apakah gerangan yang telah membuat engkau tertawa, wahai Rasullullah?”. Abu Bakar, Umar dan sahabat yang lain menjadi penasaran. Lalu, Rasul saw berkata, “Saya tertawa karena musuh Alllah swt yakni iblis, ketika mengetahui bahwa Allah swt telah mengabulkan doaku dengan cara memberikan pengampunan ke atas semua dosa umatku, ia berteriak, ‘Celakah aku!, Binasa aku!’, sambil menaburkan tanah ke kepalanya. Saya tertawa karena melihat ketakutan mereka.” (H.R. Ibnu Majah)

Selain cerita di atas, menurut Imam Baihaqi dalam Fadhailul Auqat ada beberapa keutamaan hari Arafah, di antaranya yaitu:

 

 Sumpah Allah dalam Alquran

Allah swt. menjadikan hari Arafah sebagai sumpahnya. Hal ini tercantum dalam surah al-Buruj ayat 3

Baca Juga:  Kisah Annemerie Schimmel, Orientalis yang Terpesona dengan Islam

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

Abu Hurairah berkata, Nabi saw. bersabda tentang firman Allah tersebut,

الشَّاهِدُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَالْمَشْهُودُ يَوْمُ عَرَفَةَ

Asy-Syahid adalah hari Jumat, sedangkan al-Masyhud adalah hari Arafah

Dalam riwayat yang lain juga menyebutkan, dari Abdullah ibn Rafi’ meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi saw. bersabda:

الْيَوْمُ الْمَوْعُودُ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، وَالشَّاهِدُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَالْمَشْهُودُ يَوْمُ عَرَفَةَ

Hari yang dijanjikan adalah hari Kiamat, hari yang menyaksikan adalah hari Jumat, dan hari yang disaksikan adalah hari Arafah

Hari Turunnya Surah al-Maidah Ayat 3

Thariq ibn Syihab berkata, “Ada seorang Yahudi berkata kepada Umar ibn Khattab ra., “Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam kitab suci kalian yang selalu kalian baca, dan apabila ayat tersebut turun kepada kami, niscaya kami akan menjadikan hari yang disebut dalam ayat tersebut sebagai hari raya.” Umar ra. Berkata, “Ayat apakah itu?”. Ia menjawab,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Lalu, Umar ra. Berkata, “Kami mengetahui hari dan tempat ayat ini turun. Ayat ini turun kepada Nabi Muhammad saw. di Arafah pada hari Jumat.”

Allah Membebaskan Hambanya dari Neraka

A’isyah berkata, Rasulullah saw. bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟

Tidak ada satu hari pun yang pada hari itu Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak dari hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan berkata dengan bangga kepada para malaikat, “Apa yang mereka inginkan?”

Allah Memberikan Rahmat dan Ampunan-Nya

Dari Thalhah bin Ubaid bahwa Rasulullah saw. bersabda,

Baca Juga:  Tindik Telinga pada Bayi dan Pandangan Islam Terhadapnya

مَا رُئِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيهِ أَصْغَرُ وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَمَا ذَاكَ إِلَّا مِمَّا يَرَى مِنْ تَنْزِيلِ الرَّحْمَةِ وَتَجَاوُزِ اللَّهِ عَنِ الذُّنُوبِ إِلَّا مَا رُئِيَ يَوْمَ بَدْرٍ

Belum pernah terlihat setan pada hari yang lebih kecil, lebih jijik, lebih hina, atau lebih murka dari pada hari Arafah, dan itu hanya dari apa yang kulihat, ia melihat turunnya rahmat dan pengampunan dosa dari Allah, kecuali yang terlihat pada hari Badar.

Demikianlah keutamaan-keutamaan yang terjadi pada hari Arafah. Wallahu A’lam.

 

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Alumni prodi Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya. Minat pada kajian Islam dan Alquran. Kini juga aktif sebagai penulis di tafsirquran.id.

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect