Ikuti Kami

Muslimah Talk

Larangan Mom Shaming dan Dampaknya pada Ibu

mom shaming dan dampaknya pada ibu
credit: photo from Freepik.

BincangMuslimah.Com – Baru-baru ini media sosial kembali ramai. Seseorang yang cukup dikenal di dunia hiburan meminta menantunya tetap melakukan persalinan secara normal, dan jangan memilih sesar atau operasi. 

Jika tidak, maka ia tidak akan bisa memiliki anak yang banyak. Nyatanya pernyataan tersebut menuai banyak tanggapan. Sebagian pengguna media sosial tidak setuju dengan permintaan tersebut. Ada pula yang menyayangkan wejangan itu. 

Tidak sedikit yang merasa kasihan sekaligus iba pada sang menantu. Mereka mengkhawatirkan kondisi kesehatan mental dari sang ibu. Apalagi mengandung selama sembilan bulan bukan perkara mudah.

Di sisi lain, melahirkan secara normal memang menjadi pengharapan bagi semua ibu. Namun beberapa kondisi membuat hal tersebut tidak dapat dilakukan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan. Melihat kondisi dari sang ibu dan calon buah hati. 

Namun jika kedua belah pihak memang sepakat dan ingin melakukan persalinan secara normal, tentu tidak mengapa. Karena hal ini termasuk ke dalam permasalahan keluarga yang dirembukkan bersama. Dan tentu perlu mendengarkan pendapat, khususnya dari sang ibu yang akan melahirkan.  

Yang menjadi masalah adalah ketika sebenarnya jika ada perbedaan. Sang ibu menginginkan metode persalinan A, tapi pihak dominan menginginkan cara persalinan B. Disadari atau tidak, hal ini termasuk bentuk dari mom shaming. Mari kita kenali apa itu mom shaming dan dampaknya pada ibu.

Dilansir dari Tirto.id, Mom shaming merupakan tindakan menghakimi, merendahkan atau mengkritik keputusan yang diambil oleh seorang ibu. Tindakan ini bisa dilakukan secara halus hingga kasar.

Berbagai bentuk mom shaming yang sering ditemukan oleh para ibu di luar sana. Di antaranya seperti mengkritik pilihan ibu yang memilih untuk berkarir ketimbang menjadi ibu rumah tangga. 

Baca Juga:  Mengenang Toeti Heraty: Penyair Kontemporer Terkemuka Indonesia

Selain itu, banyak pula orang-orang yang mengomentari tumbuh kembang anak. padahal seperti yang kita tahu, setiap anak punya proses pertumbuhan yang berbeda. Mereka yang melakukan mom shaming ini tidak segan mengkritik dan menganggap metode pengasuhan sang ibu adalah salah. 

Tidak hanya itu, mom shaming juga berkisaran tentang kritik metode persalinan yang dipilih. Biasanya ibu yang memilih melahirkan secara operasi akan mendapat penghakiman. Seperti belum jadi ibu jika tidak melahirkan secara normal atau masak begitu saja tidak bisa, dasar lemah dan sebagainya. 

Sebenarnya masih banyak lagi bentuk mom shaming seperti mengkritik pola asuh, postingan ibu di media sosial, bentuk badan ibu usai melahirkan dan masih banyak lagi. 

Masyarakat kita semakin ke sini mulai memahami dan mengerti jika mom shaming adalah perilaku yang tidak baik. Tapi sikap ini masih saja ditemukan di sekitar kita dan dilakukan tanpa sadar. 

Padahal hal ini berdampak pada kesehatan mental ibu. Ia bisa saja mengalami kecemasan dan serba salah dalam melakukan tindakan. Ibu merasa tindakan yang dilakukan salah sehingga menurunkan kepercayaan diri dalam mengasuh anak. 

Hal ini diperparah jika ibu merasa tidak mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Sehingga ia merasa terisolir. Menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak mampu dalam mengasuh anak. 

Di luar dari pada itu, mom shaming tentu melanggar 12 Hak Reproduksi dan Seksual pada perempuan. Hak ini dirumuskan oleh International Planned Parenthood Federation (IPPF) pada tahun 1996. 

Kedua belas hak tersebut mengatur hak kebebasan ibu untuk bebas dan risiko kematian karena kehamilan, hak kemerdekaan berpikir soal pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual, hak perlindungan anak dan sebagainya. 

Baca Juga:  Ummu Salamah, Ummul Mukminin yang Gigih Suarakan Hak Asasi Perempuan

Islam pun memberikan perlindungan pada perempuan pada perilaku tidak menyenangkan seperti mom shaming ini. Hal  ini diungkapkan oleh K.H Husein Muhammad dalam bukunya yang berjudul ‘Perempuan Bukan Sumber Fitnah’. 

Bahkan hal tersebut telah tercantum di dalam Q.S al-Baqarah (2):228

وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍۗ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْٓ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًا ۗوَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۖ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ  ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ 228.

“Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah  dalam  rahim  mereka,  jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

Menurut K.H Husein Muhammad, keberadaan Islam menjadi oase dari pengharapan perempuan yang mengering, dampak diskriminasi dan kekerasan yang kerap dialami pada masa pra Islam. 

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tindakan mom shaming harus dihilangkan dari masyarakat kita. Karena dapat berdampak pada kesehatan mental ibu. Dan berakhir pada gangguan tumbuh kembang anak. Baik secara fisik maupun kepribadiannya. 

Maka dari itu, perhatikan apa saja bentuk-bentuk mom shaming yang tanpa sadar kita lakukan dan perhatikan pula dampaknya pada mental seorang ibu.

 

Rekomendasi

Pesan Pejuang Garis Biru Pesan Pejuang Garis Biru

Pesan Cinta untuk Pejuang Garis Biru

iddah perempuan hamil keguguran iddah perempuan hamil keguguran

Iddah Perempuan Hamil yang Keguguran

Berbakti kepada Orang Tua Berbakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada Orang Tua, Jalan Tol Menuju Ridha Allah

please look after me please look after me

Please Look After Mom (Ibu Tercinta): Kisah Penyesalan Usai Ibu Menghilang

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

kisah yahudi maulid nabi kisah yahudi maulid nabi

Enam Hal Penting yang Perlu Digarisbawahi tentang Poligami Rasulullah

Kajian

memelihara semangat setelah ramadhan memelihara semangat setelah ramadhan

Tips Memelihara Semangat Ibadah Setelah Ramadhan

Muslimah Talk

golongan manusia kedudukan terbaik golongan manusia kedudukan terbaik

Golongan Manusia yang Mendapatkan Kedudukan Terbaik di Sisi Allah

Kajian

kisah puasa sayyidah maryam kisah puasa sayyidah maryam

Memetik Hikmah dari Kisah Puasa Sayyidah Maryam dalam Alquran

Khazanah

Tradisi Takbiran Menggunakan Petasan Tradisi Takbiran Menggunakan Petasan

Pendapat Para Ulama tentang Tradisi Takbiran Menggunakan Petasan

Kajian

Makna Pentingnya Zakat Fitrah Makna Pentingnya Zakat Fitrah

Makna dan Pentingnya Zakat Fitrah

Kajian

perempuan haid mengikuti takbiran perempuan haid mengikuti takbiran

Hukum Perempuan Haid Mengikuti Takbiran di Hari Raya

Kajian

zakat fitrah anak rantau zakat fitrah anak rantau

Zakat Fitrah bagi Anak Rantau

Kajian

Trending

doa terhindar dari keburukan doa terhindar dari keburukan

Doa yang Diajarkan Rasulullah kepada Aisyah agar Terhindar Keburukan

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mahar Transaksi Jual Beli Mahar Transaksi Jual Beli

Tafsir Surat An-Nisa Ayat 4; Mahar Bukan Transaksi Jual Beli

Kajian

Doa berbuka puasa rasulullah Doa berbuka puasa rasulullah

Beberapa Macam Doa Berbuka Puasa yang Rasulullah Ajarkan

Ibadah

Hukum Sulam Alis dalam Islam

Muslimah Daily

Doa Setelah Shalat Witir

Ibadah

Mengapa Masih Ada Maksiat di Bulan Ramadhan Padahal Setan Dibelenggu?

Kajian

Niat puasa malam hari Niat puasa malam hari

Mengapa Niat Puasa Boleh Dilakukan sejak Malam Hari?

Ibadah

Connect