Ikuti Kami

Subscribe

Muslimah Daily

Popularitas dan Relasi Kuasa: Pemicu Munculnya Predator Kekerasan Seksual

BincangMuslimah.Com – Beberapa waktu yang lalu, ramai diperbincangkan perihal seorang alumnus salah satu Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bernama Ibrahim Malik. Hidup Ibrahim sangat menarik karena diisi dengan segudang prestasi selama masih menjadi mahasiswa di UII. Belum lagi saat ini ia tercatat sebagai penerima program beasiswa yang berasal dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) di negeri Kangguru alias Australia.

Selama di sana, Ibrahim mengisi hari-harinya dengan mengikuti pelbagai kegiatan keagamaan dan kadang diundang menjadi penceramah dan pembicara. Siapa sangka, di balik popularitasnya sebagai mahasiswa yang berprestasi, ia dapat tersandung kasus sebagai pelaku pelecehan seksual.

Tidak hanya satu, dua atau tiga orang. Ada belasan mahasiswi yang menjadi korban dari tindak pelecehan seksual yang ia lakukan. Rata-rata korban masih mahasiswa baru atau berada di bawah tingkat dengan pelaku. Malik melecehkan korbannya secara visual maupun verbal.

Selain itu ada pula kasus lain yang dilansir dari Tirto.id pernah adanya dalam pemberitaan seorang guru pesantren yang mencabuli santrinya di daerah Banten sana. Kasus ini pun mengalami keterlambatan dalam penganannya dikarenakan sudah sebulan dilaporkan oleh salah satu keluarga korban. Namun pelaporan tersebut tidak ada tindak lanjut yang lebih serius.

Sampai akhirnya puluhan keluarga pun lansung turun pesantren untuk meminta kejelasan lebih lanjut di tanggal 29 Juli 2020. Setelah penggerudukkan tersebut, pelaku pun ditangkap dengan dijerat pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang  23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Lalu terakhir, sempat gencar-gencarnya di media sosial namun perlahan mulai meredup yaitu ‘Gilang bungkus’. Kasus ini naik setelah salah satu korban yang merupakan mahasiswa Universitas Airlangga di Surabaya menceritakan pengalamannya di media sosial Twitter. Awalnya, korban mengaku terlebih dahulu dihubungi oleh Gilang yang mengaku sebagai kakak tingkatnya di universitas yang sama.

Percakapan terus berlanjut sampai Gilang menyampaikan sebuah permintaan agar korban bersedia ‘dibungkus’ dengan kain carik. Dalihnya adalah sebagai bentuk riset untuk bahan tulisan yang sedang Gilang kerjakan. Awalnya korban menolak dengan permintaan aneh tersebut.

Namun Gilang terus mendesak bahkan mengancam jika tidak dituruti penyakit yang diidapnya akan bertambah semakin parah dan berani untuk menyakiti diri sendiri. Meski sekarang belum ada kepastian apakah prilaku Gilang merupakan fetish, namun korban mengakui merasa dilecehkan.

 

Popularitas dan Relasi Kuasa

Dari tiga kasus di atas dapat ditarik dua benang merah dari ketiganya. Pertama, Ibrahim Malik yang terkenal sebagai mahasiswa yang menonjol karena berprestasi Dan kedua, ustad atau gurus pesantren yang punya kuasa penuh terhadap santri yang di sini sebagai pendidikan dan murid yang didik. Serupa dengan Gilang yang merupakan senior dari si korban.

Di sini ada dugaan bahwa faktor popularitas dan relasi kuasa menjadi faktor pendorong pelaku melakukan kekerasan seksual. Dimana, pelaku merasa punya posisi dominan dibandingkan dengan orang lain (korban) dan merasa punya kuasa atas mereka.

Mari intip saja pernyataan dari Meila Nurul Fajriah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta melalui pemberitaan Tirto.id. Dalam wawancaranya Meila menuturkan bahwa menurut data-data korban, kebanyakan berada di bawah tingkat Ibrahim Malik.

Para korban awalnya mengaku senang dan bangga bisa berkomunikasi langsung di pelaku karena terkenal dengan prestasi dan juga sebagai penerima beasiswa di luar negeri. Dengan kata lain Ibrahim Malik menyadari kepopuleran dan kekuasaan selaku senior lalu memanfaatkan hal itu untuk berlaku kurang patut yaitu pelecehan seksual.

Menurut Michael Focault relasi kuasa terbentuk dari ketidaksetaraan antara individu dengan individu lainnya yaitu hirarki. Ketidaksetaraan itu diambil dari aspek pengetahuan, sosial, budaya dan ekonomi. Faktor ketimpangan ini juga dipengaruhi adanya relasi kuasa ketimpangan antara gender laki-laki dengan perempuan.

Dua kasus lainnya yaitu seorang ustad atau pengajar dengan Gilang pun punya kesamaan. Posisi ustad lebih tinggi dari pada santri dalam segi pendidikan dan pengakuan sosial. Pelaku merasa punya kuasa dan bisa menekan korban karena merasa lebih unggul dibandingkan korban. Ancaman biasa yang sering ditemukan yaitu menurunkan nilai murid, pengecaman sebagai murid yang tidak patuh, bahkan ancaman yang merujuk pada kekerasan.

Sehingganya korban merasa tidak berdaya untuk melawan. Gilang sebagai senior dari korban punya prvillage untuk memanipulatif korban yang merasa harus berlaku sopan  dan hormat kepada kakak tingkat sebagai junior. Kembali lagi kepada teori hirarkis tadi.

Relasi kuasa dan popularitas membuat beberapa orang merasa berada di atas angin dan mendorong untuk melakukan sesuatu yang tidak terpuji seperti kekerasan seksual. Padahal di dalam Al-Quran ada perintah untuk menjaga hati dan hasrat yang menggiring kita ke dalam dosa besar.

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. (Q.S An-Nur ayat 30).

Rekomendasi

Aisyah Nursyamsi
Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

Apakah Darah Nyamuk yang Menempel di Mukena Membatalkan Shalat?

Ibadah

meneladani rasulullah meneladani rasulullah

Meneladani Tata Cara Bertutur Kata Ala Rasulullah

Muslimah Daily

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Nama Nabi Muhammad Nama Nabi Muhammad

Teman Bermain Rasulullah Semasa Kecil

Kajian

Resolusi Jihad NU: Sejarah di Balik Penetapan Hari Santri

Kajian

Masriyah Amva dan Kepemimpinan Perempuan di Pesantren Masriyah Amva dan Kepemimpinan Perempuan di Pesantren

Masriyah Amva dan Kepemimpinan Perempuan di Pesantren

Kajian

Diah Irawaty: Pentingnya Pendidikan Seks dan Seksualitas dalam Masyarakat Muslim

Muslimah Talk

Keakraban Rasulullah dengan Anak-anak

Keluarga

Trending

tujuan pernikahan tujuan pernikahan

Buat Apa Nikah!?? Ini Tujuan Pernikahan yang Harus Kamu Ketahui

Video

Menjawab Tudingan Miring tentang Perempuan Cerdas Susah Dapat Jodoh

Diari

tipe laki-laki tipe laki-laki

Dear Muslimah, Hindari Menikah Dengan Enam Tipe Laki-Laki Ini

Muslimah Daily

perempuan pada masa jahiliyah perempuan pada masa jahiliyah

Ternyata Begini Keadaan Perempuan pada Masa Jahiliyah…

Diari

Mandi junub dan haid Mandi junub dan haid

Bolehkah Menggabungkan Niat Mandi Junub dan Haid Bersamaan?

Ibadah

menunda menikah di bulan syawal menunda menikah di bulan syawal

Hadis-hadis Tentang Anjuran Memandang Calon Pasangan Sebelum Menikah

Ibadah

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Pondok Pesantren Sunan Pandanaran

Tiga Tradisi Bersalawat yang Rutin Diadakan di Pesantren Sunan Pandanaran

Muslimah Daily

kewajiban nafkah istri kewajiban nafkah istri

Kewajiban Nafkah Istri Kaya Terhadap Suami yang Miskin Menurut Ibnu Hazm

Kajian

Connect