Ikuti Kami

Keluarga

Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunannya

Doa Nabi Ibrahim Keturunannya
Source: gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Nabi Ibrahim a.s. merupakan salah satu role model orang tua ideal yang telah dicontohkan Allah Swt. di dalam Alquran. Menurut Prof. Quraish Shihab dalam tafsirnya, beliau mengutip pendapat sebagian ulama yang menyatakan bahwa nama Ibrahim merupakan bentuk majmu’ dari kata ab dan rahim. 

Ab berarti ayah dan rahim berarti penuh kasih. Beliau adalah ayah yang penuh kasih. Ada juga yang berpendapat bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Ibrani, Abram yang bermakna ayah kelompok manusia yang banyak. Sifat penuh kasih Nabi Ibrahim a.s. ditunjukkan dengan doa-doa beliau untuk anak-anaknya dan keturunan.

Dalam Alquran, Allah Swt. telah mengabadikan beberapa doa Nabi Ibrahim a.s. yang selalu menyertakan anak dan keturunannya dalam doanya. Di antaranya adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 124. 

وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”

Pada ayat tersebut, Allah swt. memberikan privilege kepada Nabi Ibrahim a.s. menjadi imam dan teladan karena telah berhasil menyelesaikan ujian-ujian dari Allah Swt. Namun, Nabi Ibrahim a.s. berkata, “Saya mohon juga Engkau jadikan pemimpin dan teladan-teladan dari keturunan-keturunan kami.” 

Beliau berharap anak-anaknya pun ada yang dapat menjadi teladan, baik dalam hal agama dan budi pekertinya. Hal ini menjadi bukti bahwa semua orang tua memiliki harapan agar keturunannya menjadi orang baik dan lebih baik darinya. Hanya saja, Allah Swt. tidak dapat mengabulkannya jika keturunannya termasuk orang yang berbuat dzalim. Bagaimana tidak, menjadi pemimpin untuk dirinya saja tidak bisa, apalagi menjadi pemimpin dan teladan untuk orang lain. 

Baca Juga:  Peristiwa yang Terjadi pada 10 Muharram (2)

Pada Q.S. Al-Baqarah ayat 128-129, Nabi Ibrahim a.s. juga menyertakan doanya untuk anak-anaknya agar dijadikan umat yang selalu berserah diri. Beliau juga memohon kepada Allah swt. agar salah satu dari keturunannya diutus menjadi seorang rasul. Maka, Allah swt. mengabulkan doa Nabi Ibrahim a.s. ini dengan mengutus seorang Nabi dari keturunan beliau melalui Nabi Isma’il, yakni Nabi Muhammad saw. 

Pada Q.S. Ibrahim ayat 35, Nabi Ibrahim a.s. berdoa kepada Allah swt. agar anak cucunya dijauhkan dari penyembahan berhala. Beliau bermohon agar kiranya fitrah kesucian yang dianugerahkan Allah dalam jiwa setiap manusia yaitu Tauhid terus terpelihara dalam jiwa anak cucunya. 

وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

Nabi Ibrahim a.s. tidak hanya memohon kepada Allah agar anak keturunannya memiliki iman yang kokoh. Beliau juga berdoa pada Q.S. Ibrahim ayat 40 agar mereka menjadi hamba-hamba Allah yang selalu melaksanakan perintah-Nya berupa shalat. 

  رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ 

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Bagi orang tua, diwajibkan untuk mengajarkan putra putrinya shalat sebagai salah satu rukun Islam. Sehingga, ketika mereka menginjak usia baligh, mereka sudah terlatih dan terbiasa melaksanakan shalat dengan baik. 

Doa Nabi Ibrahim a.s. tersebut, mengingatkan para orang tua pada umumnya agar juga tidak lupa mendoakan putra putrinya agar termasuk orang yang istiqamah dalam menjalankan shalat. 

Baca Juga:  Adakah Seorang Nabi dari Kalangan Perempuan?

Betapa tidak, orang tua tidak selamanya dapat menjaga putra-putrinya selama dua puluh empat jam. Mereka juga memiliki dunia sekolah, pertemanan, dan lingkungan masyarakat. Para orang tua tidak dapat mengingatkan mereka selamanya. Sehingga, dengan kekuatan doa, semoga mereka tetap menjaga shalatnya dimana pun dan kapanpun atas karunia Allah swt. 

Nabi Ibrahim a.s. juga dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dalam menanti buah hati. Betapa tidak, beliau di usia senja baru dikaruniai seorang putra. Disebutkan dalam Tafsir Al-Munir karya Syekh Wahbah Az-Zuhaili, Nabi Isma’il lahir ketika Nabi Ibrahim a.s. berusia 99 tahun (dalam riwayat lain 86 tahun), sedangkan ketika Nabi Ishaq lahir, Nabi Ibrahim a.s. sudah berusi 112 tahun (dalam suatu riwayat 99 tahun).  Meskipun dalam Al-Qur’an, Allah swt. tidak menyebutkan spesifik usia beliau saat itu. 

Pada Q.S. As-Shaffat 100-101 dikisahkan bahwa doa yang diminta Nabi Ibrahim a.s. adalah agar dikaruniai putra yang sholeh. 

  رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.” 

  فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ

Artinya: Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).

Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi dasar disyariatkannya berdoa meminta anak. Sehingga, bagi para pasangan suami istri yang sudah menikah dan ingin memiliki momongan namun tidak kunjung datang, tetaplah berdoa. Doa Nabi Ibrahim a.s. tersebut dapat dijadikan referensi sekaligus teladan untuk bersabar dalam menanti buah hati.

Demikianlah teladan beberapa doa Nabi Ibrahim a.s. untuk anak keturunannya yang diabadikan dalam Alquran. Beliau tidak lelah untuk menyertakan anak cucunya dalam doa-doanya. Meskipun beliau terbilang telat mendapatkan seorang anak, namun beliau terus berdoa agar mendapatkan anak-anak yang shalih. Beliau pun meminta kepada Allah swt. agar keturunannya dikuatkan imannya dan dapat menjalankan perintahNya berupa shalat dengan baik dan benar. Wa Allahu a’lam bis shawab.

Baca Juga:  Hukum Ayah yang Tidak Menafkahi Anak dalam Islam

 

Rekomendasi

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

doa baru masuk islam doa baru masuk islam

Doa yang Diajarkan Rasulullah pada Seseorang yang Baru Masuk Islam

sikap rasulullah perempuan yahudi sikap rasulullah perempuan yahudi

Sikap Rasulullah terhadap Perempuan Yahudi yang Meracuninya

Perempuan: Perspektif Filsafat-Tasawuf Perempuan: Perspektif Filsafat-Tasawuf

Yukabid, Sosok Perempuan di balik Kisah Nabi Musa

Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect