Ikuti Kami

Kajian

Tafsir Surah At-Taubah Ayat 36: Kemuliaan Bulan Rajab Menurut Wahbah az-Zuhaili

Tadabur Doa dalam Al-Baqarah Ayat 186: Kedekatan Allah dengan Hamba Saat Berpuasa
Freepik.com

BincangMuslimah.Com – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia dalam Islam, karena termasuk ke dalam empat bulan haram (mulia) dalam Al-Quran.

Membahas bulan Rajab tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan diri. Mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan Ramadan, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama umat Muslim.

 

Tafsir Kemuliaan Bulan Rajab dalam Q.S. At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَآ يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (Q.S. At-Taubah ayat 36)

 

Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili menjelaskan terkait kemuliaan bulan Rajab dalam Q.S. At-Taubah ayat 36. Dalam tafsirnya, Allah menegaskan bahwa penetapan jumlah bulan dalam setahun telah ada sejak penciptaan langit dan bumi, yaitu dua belas bulan berdasarkan perhitungan qamariah.

Sistem tersebut memudahkan seluruh manusia, baik yang terpelajar maupun awam, karena cukup dengan melihat peredaran bulan. Ketetapan ini bukan sekadar hitungan waktu, tetapi bagian dari hukum dan sistem ilahi yang penuh hikmah dan kebenaran.

Dari dua belas bulan tersebut, Allah mengistimewakan empat bulan sebagai bulan haram, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Keempat bulan ini memiliki kehormatan dan kemuliaan khusus daripada bulan lainnya.

Baca Juga:  Keutamaan Menyantuni Anak Yatim Di Bulan Muharram

Menurut Wahbah az-Zuhaili, keutamaan bulan-bulan haram menjadikan pahala ketaatan dilipatgandakan. Sementara dosa dan maksiat di dalamnya mendapat ancaman siksa yang lebih berat.

Pengharaman empat bulan ini disebut sebagai syariat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang tidak boleh diubah. Orang-orang Arab dahulu sangat menghormati bulan-bulan haram, termasuk Rajab yang mereka sebut al-Ashamm (bulan sunyi), karena tidak terdengar suara peperangan di dalamnya.

Bahkan seseorang tidak akan membalas dendam meski bertemu pembunuh keluarganya. Namun, tradisi suci ini kemudian dirusak oleh praktik Jahiliyah yang menghalalkan apa yang telah Allah haramkan.

 

Menggiatkan Ibadah pada Bulan Rajab

Melalui tafsir ayat di atas, Allah melarang keras segala bentuk maksiat, pelanggaran hukum pada bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Penegasan ini menunjukkan tambahan kemuliaan bulan-bulan tersebut.

Dengan demikian, Rajab menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketaatan, menjaga diri dari dosa, dan menghormati hukum Allah sebagai bentuk pengagungan terhadap waktu yang mulia.

Menggiatkan ibadah pada bulan Rajab dapat dengan memperbanyak amal saleh yang bersifat umum dan dianjurkan sepanjang waktu, namun menjadi lebih bernilai karena kemuliaan bulan ini.

Yang bisa kita lakukan adalah dengan meningkatkan kualitas salat wajib dan menambah salat sunnah. Seperti rawatib, tahajud, dan dhuha. Kemudian juga dengan memperbanyak doa dan munajat kepada Allah.

Selain itu, umat Islam mendapat anjuran untuk memperbanyak puasa sunnah, baik puasa Senin-Kamis maupun puasa ayyamul bidh. Memperbanyak membaca Al-Quran, mentadabburi maknanya, serta menghadiri majelis ilmu juga termasuk bentuk ibadah penting di bulan Rajab.

Bentuk ibadah lain yang tidak kalah utama adalah memperbanyak istighfar dan taubat, menjauhi maksiat, serta menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang. Bulan Rajab sebagai bulan haram menjadi momentum untuk lebih serius membersihkan diri dari dosa. Memperbaiki hubungan dengan sesama, memperbanyak sedekah, dan membantu orang lain.

Baca Juga:  Sungai Eufrat Mengering: Tanda Kiamat atau Krisis Lingkungan?

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Mahasiswa Magister Studi Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect