Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Perempuan-perempuan yang Disebutkan dalam Al-Qur’an (bag 1)

perempuan dalam al-quran

BincangMuslimah.Com – Allah Swt. di dalam al-Qur’an banyak sekali menceritakan kisah-kisah para Nabi dan umat terdahulu sebagai pelajaran dan ibrah untuk kaum Muslimin. Di antara kisah-kisah tersebut, Allah Swt. juga menyebutkan perempuan-perempuan di dalam al-Qur’an. Siapa sajakah mereka?

Pertama. Hawa’. (Q.S. Al-Baqarah/2: 35-36)

Di dalam al-Qur’an, Allah Swt. tidak secara jelas menyebutkan nama Hawa tetapi menyebutnya jauzatuhu atau istrinya (Nabi Adam a.s.).

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ. سورة البقرة، 35-36

Dan Kami berfirman, “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kalian sukai, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

Adapun nama Hawa disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi saw. Di antaranya adalah riwayat sebagai berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:لَوْلاَ حَوَّاءُ لَمْ تَخُنْ أُنْثَى زَوْجَهَا الدَّهْرَ. (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: Sekiranya bukan karena (kesalahan) Hawa, niscaya seorang wanita tidak akan mengkhianati suaminya selama-lamanya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kedua. Istri Nabi Nuh a.s. dan Istri Nabi Luth a.s. (Q.S. At-Tahrim/66: 10)

Istri Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s. merupakan istri-istri yang digambarkan oleh Allah swt. sebagai istri yang tidak patut dicontoh. Yakni mereka tidak mau mendukung dakwah suami mereka, namun malah justru mengkhianatinya.

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ. سورة التحريم 10

Allah membuat istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang salih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (Jahannam)”.

Ketiga. Sarah (Q.S. Hud/11: 71-73)

Sarah adalah istri Nabi Ibrahim a.s. sekaligus ibu Nabi Ishaq a.s.

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ (71) قَالَتْ يَا وَيْلَتَى أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ (72) قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ (73) سورة هود  71-73.

Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir puteranya) Yaqub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai Ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

Keempat. Hajar (Q.S. Ibrahim/14: 37)

Hajar merupakan sosok wanita yang mulia. Ia adalah istri dari Nabi Ibrahim a.s. sekaligus ibu dari Nabi Ismail a.s.

Allah Swt. memang tidak menyebutkan nama Hajar secara langsung, namun Allah Swt. mengisyaratkannya di dalam doa Nabi Ibrahim yang terdapat di dalam al-Qur’an. Sedangkan nama Hajar sendiri dapat dijumpai di dalam riwayat-riwayat Hadis Nabi saw.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ. سورة إبراهيم 37

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku (Hajar dan Ismail) di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Kelima. Istri Nabi Zakaria a.s. atau Ibu Nabi Yahya a.s. (Q.S. Maryam/19: 4-6)

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا(5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (6)

Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu wahai Tuhanku. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Ya’qub, dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.

(bersambung)

*Artikel ini pernah dimuat BincangSyariah.Com

Rekomendasi

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

1 Komentar

1 Comment

    Komentari

    Terbaru

    Bolehkah Perempuan Didahului Menikah oleh Adiknya?

    Kajian

    Parenting Islami: Metode Nabi Muhammad dalam Mendidik Anak

    Keluarga

    Jender..

    Diari

    Pandangan Kiai Hussein Muhammad Mengenai Hak-hak Reproduksi Perempuan

    Kajian

    Fikih Mesin Cuci; Suci tidak Harus Boros Air

    Ibadah

    Cara Mengatasi Orang yang Nyinyir Menurut Imam Syafi’i

    Muslimah Daily

    Istri Menafkahi Suami, Dapatkah Pahala?

    Muslimah Daily

    Muslimah Shalat Tanpa Mukena, Sah atau Tidak?

    Video

    Trending

    Ketika Rasul Meminta Para Suami Perhatikan Kepuasan Seksual Istri

    Kajian

    Bagaimana Hukum dan Hikmah Membersihkan Rambut Kemaluan Bagi Perempuan?

    Ibadah

    Cara Menghitung Masa Nifas saat Keguguran

    Ibadah

    Tafsir An-Nur Ayat 31 : Apakah Muslimah Harus Berhijab Panjang?

    Kajian

    Menjamak antara Dua Shalat bagi Perempuan Istihadhah

    Ibadah

    Hukum dan Hikmah Mencukur Rambut Ketiak Bagi Perempuan

    Ibadah

    mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru

    Lima Nasehat Pernikahan dari Gus Mus untuk Para Pengantin Baru

    Muslimah Daily

    Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

    Ibadah

    Connect