Ikuti Kami

Kajian

Keutamaan Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah

Puasa Sunnah Tarwiyah Arafah

BincangMuslimah.Com – Setiap dari ibadah yang dilakukan oleh seorang muslim akan diganti dengan 10 kali lipat kebaikan, kecuali puasa. Karena pahala puasa hanya Allah Yang Mengetahui. Oleh karena itu, tidak heran jika Rasulullah saw. banyak menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari atau bulan tertentu. Salah satunya adalah puasa pada bulan Dzulhijjah.

Pada bulan Dzulhijjah ini, kita dianjurkan untuk melakukan beberapa puasa sunnah yaitu, puasa 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, puasa Tarwiyah dan juga puasa Arafah. Puasa-puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki beberapa keutamaan.

Pertama, keutamaan puasa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hal ini disebutkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani di dalam kitab Syarh Murāqī al-‘Ubūdiyyah hal. 64 dengan mengutip sebuah hadits:

مَا مِنْ ايَّامٍ العملُ به افضلُ واحبُّ الى الله عز وجل من ايام عشر ذي الحجة أن صوم يوم منه يعدل صيام سنة وقيام ليلة منه يعدل قيام ليلة القدر

Artinya: “Tidak ada dari hari-hari yang beramal pada hari tersebut lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung dari pada 10 hari di bulan Dzulhijjah. Karena puasa satu hari pada bulan Dzulhijjah setara dengan puasa satu tahun. Dan menghidupkan satu malam pada bulan Dzulhijjah setara dengan menghidupkan malam lailatul qadar”. 

Selain itu, bulan Dzulhijjah khususnya 10 hari pertama pada bulan ini, juga termasuk ke dalam bulan yang dimuliakan (asyhur al-hurum), sehingga puasa pada bulan ini memiliki keutamaan yang besar. Sebagaimana hadis yang dikutip oleh Syekh Ali al-Kalantany di dalam kitab Sīru al-Sālikīn fī Tharīqah al-Sādāt al-Shūfiyyah juz. 1 hal. 137:

صومُ يومٍ مِنْ شهر حرام أفضل من ثلاثين من غَيرهِ وصوم يوم من رمضانَ افضلُ من ثلاثين من شهرٍ حرامٍ

Baca Juga:  Makna Kesetaraan Gender dalam Islam

Artinya: “Puasa satu hari di bulan haram lebih mulia daripada puasa 30 hari di selain bulan haram. Dan puasa satu hari di bulan Ramadan lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan haram”.

Kedua, keutamaan puasa Arafah. Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika orang yang sedang melaksanakan haji melakukan wukuf di Arafah. Sehingga puasa ini hanya dianjurkan untuk orang-orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji saja. Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam al-Syairazy di dalam kitab al-Muhadzdzab fī Fiqh al-Imām al-Syāfi’iy juz. 1 hal. 344:

ويستحب لغير الحاج يوم ‌عرفة لما روى أبو عقادة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “‌صوم يوم عاشوراء كفارة سنة وصوم يوم ‌عرفة كفارة ‌سنتين سنة قبلها ماضية وسنة بعدها مستقبلة” ولا يستحب ذلك للحاج لما روت أم الفضل بنت الحارث

Artinya: “Dan disunnahkan untuk selain orang yang haji untuk melakukan puasa pada hari Arafah berdasarkan riwayat Abu ‘Uqadah beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: puasa pada hari asyura menghapus dosa selama satu tahun. Sedangkan puasa pada hari arafah menghapus puasa dua tahun. Satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya yang akan datang. Sedangkan untuk orang yang melakukan haji tidak disunnahkan untuk melakukan puasa berdasarkan riwayat dari Ummu Fadl binti Harits”. 

Ketiga, keutamaan puasa Tarwiyah. Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa pada hari ini juga memiliki keutamaan yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang disebutkan di dalam kitab al-Targhīb wa al-Tarhīb juz. 1 hal. 247 No. 370:

‌صوم أيام العشر من ذي الحجة، كل يوم كفارة شهر، وصوم ‌يوم ‌التروية كفارة سنة، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Baca Juga:  Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Artinya: “Puasa pada 10 hari bulan Dzulhijjah setiap harinya menghapus dosa selama satu bulan. Sedangkan puasa pada hari Tarwiyah menghapus dosa selama satu tahun. Dan puasa pada hari arafah menghapus dosa selama dua tahun”.

Demikianlah beberapa keutamaan yang diberikan untuk orang-orang yang melakukan puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah. Semoga kita senantiasa berada di dalam golongan orang-orang yang selalu mengerjakan kebajikan.

 

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ditulis oleh

Alumnus Ponpes As'ad Jambi dan Mahad Ali Situbondo. Tertarik pada kajian perempuan dan keislaman.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect