Ikuti Kami

Kajian

Bagaimana Urgensi Melestarikan Lingkungan Dalam Al-Quran?

Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan
Freepik.com

BincangMuslimah.Com – Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Muslim memuat berbagai pembahasan, salah satunya terkait urgensi melestarikan lingkungan dan alam sekitar.

Apa saja urgensi melestarikan lingkungan yang termuat dalam al-Quran dan bagaimana penjelasannya?

 

Urgensi 1: Ketergantungan Manusia Pada Alam

Ketergantungan manusia pada alam termuat dalam QS Al-Alaq ayat 1–3. Ayat ini melihat dari bagaimana Allah menggambarkan proses penciptaan manusia dan manusia menggunakan sumber ilmu dalam kehidupannya.

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ ١

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ ٱلْإِنسَـٰنَ مِنْ عَلَقٍ ٢

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.

Ayat pertama dan ketiga menekankan perintah membaca (iqra’). Dalam konteks ini, makna membaca sebagai proses mencari pengetahuan dari lingkungan, pengalaman, dan fenomena alam.  Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia sangat bergantung pada alam sebagai sumber belajar.

Ayat kedua menyatakan bahwa penciptaan manusia dari segumpal darah, menunjukkan bahwa manusia berasal dari sesuatu yang sangat kecil, lemah, dan bergantung sepenuhnya pada kondisi alam.

Ini menggambarkan betapa rapuhnya manusia pada awal penciptaannya dan betapa ia membutuhkan alam air, nutrisi, dan lingkungan yang mendukung agar bisa bertumbuh dan hidup. Penciptaan ini tidak bisa terjadi tanpa adanya dukungan sistem kehidupan yang Allah ciptakan di alam.

Udara untuk bernapas, air untuk minum, tanah untuk bercocok tanam, semuanya adalah bentuk kemurahan Tuhan. Manusia tidak akan dapat bertahan tanpa seluruh fasilitas alam yang sudah disediakan Allah.

Dari QS Al-Alaq ayat 1–3, kita bisa memahami bahwa manusia sangat bergantung pada alam, baik dalam proses penciptaannya maupun dalam menjalani kehidupan dan mencari ilmu.

Baca Juga:  Bolehkah Kita Menghakimi Orang dengan Sebutan Kafir?

Ketergantungan ini menunjukkan bahwa manusia tidak bisa hidup mandiri tanpa peran serta alam sebagai wujud kemurahan Tuhan. Oleh karena itu, menjaga lingkungan dan alam adalah juga bagian dari bentuk syukur terhadap ciptaan-Nya.

 

Urgensi 2: Penciptaan Segala Sesuatu Dengan Seimbang

QS Al-Hijr ayat 19 menegaskan bahwa penciptaan segala sesuatu di bumi dengan takarannya masing-masing, seimbang dan tidak berlebihan.

وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍ

Kami telah menghamparkan bumi, memancangkan padanya gunung-gunung, dan menumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran(-nya).

Ayat di atas menunjukkan bahwa keseimbangan ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari udara, iklim, air, hingga ekosistem makhluk hidup. Setiap unsur diciptakan dengan ukuran dan fungsi yang saling melengkapi.

Ayat ini mengajarkan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi wajib menjaga keseimbangan tersebut. Eksploitasi alam yang berlebihan, pencemaran lingkungan, dan penggundulan hutan adalah contoh perusakan terhadap keseimbangan yang Allah ciptakan. Ketika keseimbangan terganggu, bencana alam, krisis iklim dan kerusakan ekosistem bisa terjadi akibat dari kelalaian manusia.

QS Al-Hijr ayat 19 menjadi pengingat bahwa keseimbangan ini bukan hanya menunjukkan keagungan ciptaan Allah, tetapi juga menjadi tanggung jawab manusia untuk memeliharanya. Menjaga keseimbangan alam berarti menjalankan amanah sebagai makhluk yang diberi akal dan kedudukan mulia di bumi.

 

Urgensi 3: Segala yang Ada di Alam untuk Kepentingan Manusia

QS Al-Baqarah ayat 29 menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi, baik berupa tanah, air, udara, hewan, tumbuhan, maupun sumber daya alam lainnya untuk kepentingan manusia.

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌࣖ

Baca Juga:  Hukum Shalat dengan Baju yang Kotor

Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke (penciptaan) langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kata “lakum” (untuk kamu) menegaskan bahwa Allah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang penuh fasilitas untuk menunjang kehidupan manusia. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang besar.

Semua ini merupakan bagian dari sistem kehidupan yang Allah siapkan demi kesejahteraan manusia. Artinya manusia memperoleh akses dan kemampuan untuk memanfaatkan alam, tetapi dengan batas dan tanggung jawab.

Meski penciptaan segala sesuatu di bumi untuk manusia, itu bukan berarti manusia boleh berbuat seenaknya terhadap alam. Sebaliknya, manusia mendapat tanggung jawab sebagai untuk mengelola alam dengan bijaksana. Ketamakan, keserakahan, dan eksploitasi yang merusak justru bertentangan dengan tujuan penciptaan.

Alam adalah amanah yang harus dijaga, bukan sekadar objek pemuas kebutuhan. Manusia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam secara berimbang dan bertanggung jawab.

Dengan memahami ayat-ayat di atas, hendaknya kita bisa lebih bijak dalam berinteraksi dengan lingkungan dan lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah sediakan bagi kita.

 

Referensi:

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Tafsir Al-Quran Tematik Pelestarian Lingkungan Hidup, 2009.

Rekomendasi

Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan

Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan

Keuntungan Menggunakan Pembalut Kain Keuntungan Menggunakan Pembalut Kain

Keuntungan Menggunakan Pembalut Kain dan Pesan Menjaga Bumi dalam Islam

Perintah Melestarikan Lingkungan Hadis Perintah Melestarikan Lingkungan Hadis

Perintah Melestarikan Lingkungan dalam Hadis

Mahasiswa Magister Studi Islam UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

10 Komentar

10 Comments

Komentari

Terbaru

Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat

Tapak Tilas Jejak Mahaguru Ulama Nusantara di Kakap Darat (Eps. 1)

Diari

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Muslimah Talk

Ekofeminisme tafsir Saleh Darat Ekofeminisme tafsir Saleh Darat

Nilai-nilai Ekofeminisme dalam Tafsir Kyai Saleh Darat

Kajian

Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam? Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam?

Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam?

Kajian

Nyi Mas Siti Soepiah Nyi Mas Siti Soepiah

Nyi Mas Siti Soepiah: Pelopor Ilmu Kebidanan Modern di Jawa Barat

Khazanah

Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan

Peran Perempuan sebagai Penyelamat Bumi yang Sekarat 

Muslimah Talk

Sha;at saat gempa Sha;at saat gempa

Shalat saat Gempa, Lanjutkan atau Selamatkan Diri?

Kajian

Berikut Keutamaan Memberi Bantuan Kepada Korban Bencana Alam! Berikut Keutamaan Memberi Bantuan Kepada Korban Bencana Alam!

Berikut Keutamaan Memberi Bantuan Kepada Korban Bencana Alam!

Muslimah Talk

Trending

Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib

Hukum Menyetubuhi Istri yang Sedang Istihadah

Kajian

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

Kajian

Darah nifas 60 hari Darah nifas 60 hari

Benarkah Darah Nifas Lebih dari 60 Hari Istihadhah?

Kajian

flek cokelat sebelum haid flek cokelat sebelum haid

Muncul Flek Coklat sebelum Haid, Bolehkah Shalat?

Kajian

Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah

Apakah Darah Kuning dan Hitam Disebut Darah Haid?

Kajian

Perempuan Istihadhah mandi shalat Perempuan Istihadhah mandi shalat

Wajibkah Perempuan Istihadhah Mandi Setiap Hendak Shalat?

Kajian

masa iddah hadis keutamaan menikah masa iddah hadis keutamaan menikah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Darah Haid yang Terputus-putus Darah Haid yang Terputus-putus

Rumus Menghitung Darah Haid yang Terputus-putus

Kajian

Connect