Ikuti Kami

Ibadah

Larangan Meminta-minta untuk Memperkaya Diri

larangan meminta-minta

BincangMuslimah.Com –  Meminta-minta adalah perbuatan tidak terpuji. Rasulullah bahkan secara tegas menekankan larangan meminta-minta dalam sabdanya

 عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال قال النبي صلى الله عليه وسلم مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْم

Dari Abdullah bin Umar Ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang meminta-minta kepada manusia pada hari kiamat ia akan datang menghadap Allah dengan tanpa sepotong/sekerat daging di mukanya. (HR. Muslim)

Menukil penjelasan Imam al-Khitabi, Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwasanya dalam hadis tersebut Rasulullah menerangkan akibat bagi orang yang meminta-minta. Bahwa perihnya siksa yang diterima orang yang meminta-minta membuatnya dibangkitkan dengan tanpa sekerat dagingpun yang tersisa di wajah.

Meminta pertolongan diperbolehkan selama memang ia membutuhkan pertolongan tersebut. Tapi jika meminta untuk memperkaya diri seperti menjadikan meminta-minta sebagai pekerjaan, ini merupakan sebuah hal yang tercela dan dilarang dalam Islam.

Larangan meminta-minta tersebut juga Rasul tegaskan dalam hadis berikut

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏- مَنْ سَأَلَ اَلنَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا, فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا, فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ

Dari Abu Hurairah Ra berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang meminta kepada manusia harta mereka untuk memperkaya diri maka sesungguhnya ia meminta bara api neraka, maka ia akan mengumpulkan sedikit atau memperbanyaknya.” (HR. Muslim)

Berdasarkan hadis tersebut, menurut Imam Nawawi mayoritas ulama sepakat bahwa meminta-minta untuk memperkaya diri adalah perbuatan yang tercela. Hal tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Meminta untuk memperkaya diri berarti ia meminta melebihi yang dibutuhkan dan orang yang tidak membutuhkan tidak berhak menerima sedekah.

Baca Juga:  Tata Cara Shalat Lailatul Qadar

Adapun orang yang meminta karena terdesak dan memang sedang membutuhkan pertolongan maka boleh baginya menerima pemberian tersebut dan ia tidak dihukumi seperti dalam Sabda Rasul di atas.

Rekomendasi

menerima pemberian menerima pemberian

Ibnu Athaillah: Hati-Hati dalam Menerima Pemberian Orang

Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Peneliti el-Bukhari Institute

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect