Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Kapan Waktu Membersihkan Rambut Ketiak dan Kemaluan Menurut Syar’i?

BincangMuslimah.Com – Kita tahu bahwa membersihkan rambut ketiak dan kemaluan bagi wanita adalah sunah. Lalu kapan waktu terbaik untuk membersihkan rambut ketiak dan kemaluan?

Mengenai waktu kapan harusnya mencabut rambut ketiak bagi wanita dapat berbeda setiap orangnya. Beberapa wanita ada yang bulu ketiaknya cepat panjang, terkadang juga lambat. Oleh karena itu, waktu terbaik mencabut rambut ketiak akan berbeda-beda antara individu satu dengan lainnya. Tergantung tingkat pertumbuhan bulu ketiaknya.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz I, halaman 341 menjelaskan sebagai berikut:

وَأَمَّا نَتْفُ الْاِبْطِ فَمُتَّفَقُ أَيْضًا عَلَى اَنَّهُ سُنَّةٌ وَالتَّوْقِيتُ فِيهِ كَمَا سَبَقَ فِي الْاَظْفَارِ فَاِنَّهُ يَخْتَلِفُ بِاخْتِلَافِ الْاَشْخَاصِ وَالْاَحْوَالِ ثُمَّ السُّنَّةُ نَتْفُهُ كَمَا صَرَحَ بِهِ الْحَدِيثُ

“Adapun mencabut bulu ketiak juga disepakati (oleh para ulama) tentang kesunahannya. Sedangkan penetapan waktu mencabut ketiak seperti penetapan waktu memotong kuku dimana waktunya berbeda-beda sesuai perbedaan individu dan keadaan. Kemudian yang sunah adalah mencabutnya sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits,”

Begitupun waktu untuk membersihkan rambut kemaluan bagi wanita. Waktu terbaik adalah sesuai kondisi setiap orang masing-masing. Karena faktanya pertumbuhan rambut atau bulu pada kemaluan pun untuk setiap orang tidaklah sama, ada yang cepat panjang ada pula yang lama.
An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz I, halaman 342 menjelaskan:

وَالتَّوْقِيْتُ فِي حَلْقِ الْعَانَةِ عَلَى مَا سَبَقَ مِنِ اعْتِبَا رِ طُوْ لِهَا: وَاَنَّهُ اِنْ اَخَّرَهَ فَلَا يُجَا وِزُ اَرْبَعِيْنَ يَوْمًا

“Penetapan waktu mencukur bulu kemaluan sebagaimana yang telah dijelaskan dilihat dari sisi panjangnya. Jika dibiarkan, maka jangan sampai melebihi empat puluh hari,”

Kita dapat menarik kesimpulan bahwa waktu membersihkan rambut kemaluan bagi wanita berbeda sesuai tingkat cepat lambatnya ia tumbuh. Saat rambut ketiak sudah panjang, sebaiknya segera dicabut begitu pun juga bulu kemaluan. Menurut para ulama, mencukur atau mencabut bulu kemaluan disunnahkan paling lama dilakukan setiap empat puluh hari. Hal ini didasarkan kepada salah satu sabda Rasulullah SAW berikut ini,

عن أَنَسِ بنِ مَالِكٍ ، قَالَ: وُقِّتَ لَنَا في قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ وَنَتْفِ الإِبِطِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Dari Anas Bin Malik RA ia berkata, ‘Nabi Saw memberi tempo kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan menggunting bulu kemaluan agar tidak dibiarkan begitu saja lebih dari empat puluh malam.” (HR Muslim).

Makna hadis tersebut, menurut An-Nawawi, yakni tidak ada pembiaran melebihi empat puluh hari. Tetapi bukan berarti mereka memiliki waktu atau diizinkan secara mutlak untuk melakukan pembiaran selama empat puluh hari.

Hal tersebut dapat dipahami dari pernyataan hadis An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarhu Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj, juz III, halaman 139 sebagai berikut ini,

فَمَعْنَاهُ لَا يَتْرُكُ تَرْكًا يَتَجَاوَزُ بِهِ أَرْبَعِينَ لَا أَنَّهُمْ وَقْتٌ لَهُمْ اَلتَّرْكُ أَرْبعِينَ

“Pengertian hadits ini adalah tidak membiarkan melebihi empat puluh (hari), bukan dalam pengertian mereka memiliki waktu empat puluh (hari untuk membiarkannya),”

Tata Cara Membersihkan Rambut Ketiak dan Kemaluan

Sesuai kesunahan, membersihkan rambut ketiak dan kemaluan pun lebih baiknya dimulai dari yang bagian kanan kemudian baru yang sebelah kiri. Sementara itu, saat membersihkan rambut kemaluan hendaknya dimulai dengan rambut bagian kanan atas lalu dilanjutkan menyamping ke kiri. Jika merasa sulit, maka boleh dilakukan dari arah manapun bergantung dari situasi.

Hal yang penting yakni jangan lupa berdoa terlebih dahulu. Supaya tidak diintip, dipandang dan diganggu oleh jin. Terlebih saat membersihkan rambut kemaluan, pastinya seseorang akan membuka auratnya. Maka disunnahkan membaca basmallah atau doa masuk kamar mandi jika melakukannya di kamar mandi.

Sebetulnya tidak ada doa yang secara khusus dianjurkan untuk mencukur rambut kemaluan dan jika tidak ingin diawali dengan doa juga bisa dilakukan. Namun, disaat seseorang membuka aurat, maka hal ini bisa dijadikan waktu bagi jin untuk mengintip sehingga disunnahkan untuk membaca basmalah atau doa masuk kamar mandi. Seperti yang telah diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib ra di mana Rasulullah SAW bersabda:

ستر ما بين أعين الجن وعورات بني آد م إذا دخل أحدكم الخلاء أن يقول: بسم الله

“Penutup antara pandangan jin dan aurat bani adam adalah ketika mereka masuk kamar mandi, mengucapkan bismillah”. (HR. Tirmidzi 606 dan dishahihkan Al-Bhani).

Setelah rambut ketiak atau kemaluan terpisah dari tubuh kita. Maka wajib menyembunyikannya. Karena rambut ketiak dan kemaluan termasuk bagian dari aurat yang tidak boleh dilihat oleh orang lain, meskipun sudah dicabut atau dicukur. Setiap sesuatu yang haram dilihat ketika masih menyatu dalam tubuh, maka juga haram dilihat ketika sudah terpisah. Karena rambut ketiak dan kemaluan pun tidak boleh dilihat ketika masih menyatu, maka ia juga tidak boleh dilihat ketika sudah terpisah.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin menjelaskan sebagai berikut;

وكل جزء حرم نظره حال كون ذلك الجزء المنظور إليه متصلا حرم النظر إليه حال كونه منفصلا

“Setiap bagian yang haram dilihat ketika bagian tersebut masih menyatu, maka haram dilihat juga ketika bagian tersebut sudah terpisah.”

Semoga pembahasan waktu dan tata cara membersihkan rambut ketiak dan kemaluan dapat bermanfaat.

Wallahu a’lam bisshawaab

 

Rekomendasi

Novita Indah Pratiwi
Ditulis oleh

Alumni MA Salafiyah Kajen yang menamatkan kuliah di Program Jurusan Fisika Univesitas Diponegoro. Saat ini sedang merintis perpustakaan dan hobi menulis. Pernah menyabet juara 1 lomba puisi nasional dan menjuarai beberapa Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Komentari

Komentari

Terbaru

Tubuh Perempuan dalam Kacamata Feminis Muslim

Kajian

Memandang LGBT dari Sisi Kemanusiaan

Kajian

Resensi Buku Pernah Tenggelam: Halu Berlebihan Menenggelamkan Keimanan?

Diari

Patriarkis: Sebuah Upaya Pembiasan Tafsir

Kajian

Anak perhiasan dunia menyemai nilai-nilai agama pada anak Anak perhiasan dunia menyemai nilai-nilai agama pada anak

Parenting Islami: Peran Keluarga untuk Menyemai Nilai Agama pada Anak

Keluarga

Dwi Handayani: Berkarya dengan Menularkan Positive Vibes di Instagram

Muslimah Daily

Mengenang Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Pendiri Nahdlatul Wathan

Kajian

Hukum Memberi Nama Anak Sebelum Walimah At-Tasmiyah (Slametan)

Ibadah

Trending

Hukum Menginjak Makam Orang Muslim

Ibadah

bersetubuh sebelum bersuci bersetubuh sebelum bersuci

Hukum Bersetubuh Sebelum Bersuci dari Haid

Kajian

Pengertian Keluarga Sakinah dan Makna Perkawinan dalam Islam

Keluarga

krisis quarter life krisis quarter life

Perempuan Rentan Krisis Quarter Life: Kenali dan Hadapi

Diari

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Kisah Pertemuan Kanjeng Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah

Keluarga

Ini Lima Hal Yang Boleh Dilakukan Suami Pada Saat Istri Haid

Ibadah

Perempuan Harus Menjadi Pembelajar

Muslimah Daily

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Kajian

Connect