Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Ingin Mendapatkan Pahala Seperti Haji dan Umrah? Lakukan Shalat Sunnah Ini!

perempuan ideal dalam al-qur'an

BincangMuslimah.Com – Shalat sunnah adalah semua shalat kecuali shalat fardlu yang lima waktu, yang mana jika kita melaksanakannya akan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan siksa. Banyak sekali shalat sunnah yang dapat kita lakukan setiap harinya. Di antaranya adalah shalat sunnah isyraq atau syuruq yang banyak belum diketahui oleh banyak orang, karena waktunya berdekatan dengan shalat dhuha. Menarik untuk kita bahas apa sih sebenarnya shalat syuruq itu?

Shalat sunnah isyraq atau syuruq adalah shalat sunnah yang dikerjakan selepas matahari terbit seukuran satu tombak, kira-kira 15-20 menit selepas terbitnya matahari. Shalat isyraq ini sangat dianjurkan untuk untuk dilaksanakan karena pada shalat ini memiliki Fhadilah (keutamaan) tersendiri jika prasyaratnya dipenuhi, yaitu berupa shalat subuh berjamaah yang dilanggengkan dengan berdzikir hingga menjelang waktu syuruq (terbitnya matahari). Nabi Muhammad saw. bersabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Dari Anas bin Malik ra. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang shalat pagi (subuh) secara berjamaah, lalu dia duduk berdzkir kepada Allah swt. sampai matahari terbit, kemudian dia melaksanakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna. (diulang tiga kali). (HR. At-Tirmidzi no. 586)

Dari Hadis diatas dapat kita pahami bahwasanya jika kita menginginkan pahala haji dan umrah maka lakukanlah shalat sunnah syuruq. Tapi perlu diingat juga prasyarat yang harus dipenuhi agar kita benar-benar mendapatkan Fadhilah salat tersebut, yaitu berjamaah subuh dan dzikir. Jika tidak memenuhi prasyarat tersebut maka kita hanya mendapatkan pahala shalat sunnah saja tanpa mendapatkan pahala haji dan umrah.

Niat untuk melaksanakan shalat sunnah syuruq adalah,

أُصَلِّي سُنَّةَ الإشراق رَكْعَتَيْن لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: Saya berniat melaksanakan shalat sunnah Isyraq sebanyak 2 rakaat karena Allah Ta’ala.

Kemudian shalat sebagaimana kita melaksanakan shalat sunnah lainnya. Namun, jika kita melaksanakannya dalam keadaan berjamaah sebaiknya tidak membaca surat yang terlalu panjang. Mengingat, waktu pelaksanaan shalat sunnah syuruq yang terbatas. Yang paling utama menurut Syekh Nawawi al-Bantani di dalam kitab Nihayah az-Zain, ketika kita di posisi rakaat pertama, membaca Surat Ad-Dhuha, sedangkan pada rakaat yang kedua membaca Surat Al-Fil.

Doa yang di baca ketika selesai shalat adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسِ مَا سِوَاهَا أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ

Ya Allah, wahai cahayanya cahaya, dengan wasilah (perantara) bukit thur dan kitab yang yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah baitul ma’mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat mengantarkanku kepadamu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku setelah berpindah (bangkit dari kubur) dari kegelapan liang kuburku. Dan aku memohon kepadamu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemuliaan yang wujud pada selain matahari, agar engkau menjadikan matahari ma’rifat padamu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat ta’dzim wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang penyempurna nabi dan rasul. Dan segala puji hanya milik Allah tuhan semesta alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup maupun yang telah mati.

Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.

Rekomendasi

Enam Syarat Shalat Jum’at yang Harus Dipenuhi

Lakukan Sujud Sahwi Jika Tinggalkan Enam Sunnah Ab’ad Ini

Ini 15 Sunnah Hai’at Shalat yang Tidak Perlu Sujud Sahwi Jika Tertinggal

Ini Lima Syarat Sahnya Shalat yang Harus Kamu Tahu

Ziadatul Widadz
Ditulis oleh

Aktivis IKSASS (Ikatan Santri Salafiyah Syafi'iyah) Surabaya

Komentari

Komentari

Terbaru

Ketentuan Malam Pertama Bagi Pengantin Baru Menurut Sunnah Rasulullah

Ibadah

Hukum Memberi Nafkah Terhadap Kerabat

Kajian

Keluarga Islami watak alamiah perempuan Keluarga Islami watak alamiah perempuan

Pentingnya Memahami Watak Alamiah Perempuan dalam Sabda Rasul

Kajian

Antara Islam dan Kebebasan Menurut Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi

Kajian

berbuat baik pada perempuan berbuat baik pada perempuan

Hukum-hukum Rujuk dalam Islam

Kajian

Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Zainab binti Jahsy, Perempuan yang Dinikahi Nabi Saw atas Wahyu Allah

Kajian

Tidak Datang ke Pernikahan Teman Tidak Datang ke Pernikahan Teman

Hukum Tidak Datang Ketika Diundang ke Pernikahan Teman

Ibadah

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Bolehkah Melamar Perempuan Iddah dengan Sindiran?

Kajian

Trending

Tiga Wasiat Terakhir Sayyidah Fatimah Kepada Sang Suami

Keluarga

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

The Queen’s Gambit: Representasi Diskriminasi pada Perempuan

Muslimah Daily

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Ini Lima Hal yang Patut Diketahui Muslimah sebelum Menerima Pinangan

Ibadah

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Tiga Contoh Perilaku Rendah Hati yang Diajarkan dalam Al-Qur’an

Muslimah Daily

Connect