Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Batas Maksimal Masa Suci dan Haid

BincangMuslimah.Com – Darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita itu dapat dikategorikan darah haid jika keluarnya tidak kurang dari dua puluh empat jam. Baik 24 jam itu keluarnya terus menerus atau terputus-putus. Jadi 24 jam itu boleh tidak keluar mulai awal sampai 24 jam, tetapi boleh 24 jam itu kumpulan dari darah yang terputus-putus dalam beberapa hari, asal tidak lebih dari 15 hari. Namun, jika kurang dari 24 jam maka darah itu dihukumi istihadhah, bukan darah haid.

Misal, seorang wanita mengeluarkan darah setiap hari hanya 2 jam selama 12 hari. Maka semua darah yang keluar ini dihukumi darah haid, karena sudah mencapai 24 jam. Tetapi jika seorang wanita itu mengeluarkan darah hari pertama hanya 9 jam, hari kedua 5 jam, hari ketiga 6 jam dan hari keempat 3 jam kemudian tidak mengeluarkan darah lagi sampai hari kelima belas, maka darah tersebut dihukumi istihadhah karena jumlahnya masih 23 jam. Dan jika seorang wanita itu mengeluarkan darah 7 jam di hari pertama, 7 jam di hari kelima, 7 jam di hari kesepuluh dan 3 jam di hari keenam belas, maka darah tersebut juga dikategorikan darah istihadhah, meskipun sudah mencapai 24 jam, tetapi dikeluarkannya melebihi 15 hari.

Perlu diperhatikan lagi bahwa maksud dari terus menerus mengeluarkan darah bukan dilihat dari celana dalam seorang wanita masih ada darahnya. Tetapi wanita tersebut harus mengecek dengan memasukkan kapas ke dalam kemaluannya, jika masih ada darah, maka dia masih dianggap mengeluarkan darah, tetapi jika kapasnnya putih maka dia sudah tidak mengeluarkan darah.

Jadi batas minimal wanita mengeluarkan darah haid adalah 24 jam baik terputus-putus atau terus menerus. Sedangkan batas maksimal wanita mengeluarkan darah haid adalah 15 hari 15 malam, meskipun keluarnya tidak terus menerus. Adapun kebiasaan/ umumnya wanita mengeluarkan darah haid adalah 6 hari 6 malam atau 7 hari 7 malam. hal ini berdasarkan dari hasil penelitian imam Syafii kepada mayoritas wanita di zamannya dan sampai sekarang pun mayoritas wanita mengeluarkan haid selama 6 hari atau 7 hari.

Sementara hukum masa terhentinya darah yang terjadi di sela-sela haid yang terputus-putus itu dihukumi sama dengan haid menurut qaul mu’tamad/pendapat yang dapat dijadikan pegangan. Oleh karena itu shalat atau puasa yang dijalankan dalam masa tersebut di atas dinyatakan tidak sah. Dan jika puasa yang dijalankan itu puasa Ramadhan, maka wajib di qadla’ meskipun sudah dijalankan secara sempurna dan sehari penuh darah tidak keluar sama sekali. Misalnya seorang wanita mengeluarkan darah selama dua hari kemudian darahnya berhenti selama 3 hari lalu keluar lagi darah selama 2 hari lalu berhenti, maka tiga hari antara dua haid tersebut dianggap haid, jadi haidnya terhitung 7 hari. Jika dalam keadaan berpuasa maka ia wajib mengqadla’ puasa 7 hari.

Adapun batas minimal masa suci antara dua haid adalah lima belas hari lima belas malam. Jadi misalnya seorang wanita itu haid selama 7 hari maka masa sucinya minimal adalah 15 hari, setelah itu baru bisa mungkin untuk mengeluarkan darah haid. Sementara batas maksimal masa suci antara dua haid adalah tidak ada batasnya. Biasanya wanita akan mengeluarkan darah haid setiap bulannya. Sehingga jika biasanya seorang wanita itu haid enam hari maka biasanya pula masa sucinya 24 hari, dan jika biasanya ia haidnya tujuh hari, maka masa sucinya biasanya 23 hari, namun jika masa sucinya melebihi itu, maka tidak masalah, karena masa suci tidak ada batas maksimalnya. Namun jika khawatir akan ketidak aturan siklus haid, maka hendaknya mengkonsultasikan kepada dokter.

*Tulisan di atas disarikan dari kitab ianatun nisa’ karya Muhammad bin Abdul Qadir halaman 9-13 dan Risalah Haid, Nifas dan Istihadhah karya K.H. Muhammad Ardani bin Ahmad halaman 14-16. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Rekomendasi

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

1 Komentar

1 Comment

    Komentari

    Terbaru

    Masih Punya Hutang Puasa Masih Punya Hutang Puasa

    Macam-macam Doa Berbuka yang Diajarkan Rasulullah

    Ibadah

    Mamah Dedeh Dai Perempuan Mamah Dedeh Dai Perempuan

    Mamah Dedeh: Dai Perempuan Legendaris Indonesia

    Khazanah

    puasa tapi tidak shalat puasa tapi tidak shalat

    Puasa Tapi Tidak Shalat, Apakah Puasanya Sia-sia?

    Kajian

    Zainab Fawwaz Penggerak Pembebasan Zainab Fawwaz Penggerak Pembebasan

    Zainab Fawwaz: Penggerak Pembebasan Perempuan Mesir

    Khazanah

    Bagaimana Hukum Menggunakan Obat Mata Ketika Puasa?

    Kajian

    Kenapa Harus Hanya Perempuan yang Tidak Boleh Menampilkan Foto Profil?

    Diari

    Kebolehan Menyikat Gigi Saat Kebolehan Menyikat Gigi Saat

    Kebolehan Menyikat Gigi Saat Puasa

    Kajian

    Perempuan hamil dan menyusui, perempuan hendak melahirkan di Perempuan hamil dan menyusui, perempuan hendak melahirkan di

    Hukum Perempuan Hamil dan Menyusui yang Tak Mampu Puasa Ramadan Versi Empat Mazhab

    Ibadah

    Trending

    poligami dan monogami poligami dan monogami

    Mengenal Konsep Poligami dan Monogami dalam Islam

    Kajian

    amalan nisfu sya'ban amalan nisfu sya'ban

    Lakukan Tiga Amalan Ini di Malam Nisfu Sya’ban

    Ibadah

    perempuan harus mandiri perempuan harus mandiri

    Sebuah Opini: Mengapa Perempuan Harus Mandiri dan Kuat Menjalani Hidup?

    Diari

    nikah institute nikah institute

    Menikah dengan Kesiapan Ala Nikah Institute

    Muslimah Daily

    berpuasa di bulan sya'ban berpuasa di bulan sya'ban

    Alasan Rasulullah Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

    Ibadah

    peristiwa penting di bulan sya'ban peristiwa penting di bulan sya'ban

    Tiga Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Sya’ban

    Ibadah

    Youcast: Belajar Self Love dari Qoriah Internasional

    Video

    taubatnya seorang putri pembesar taubatnya seorang putri pembesar

    Taubatnya Seorang Putri Pembesar Kabilah Arab

    Kajian

    Connect