Ikuti Kami

Khazanah

Zakiah Daradjat: Ulama Perempuan Pelopor Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum

Zakiah Daradjat Ulama Perempuan
source: wikipedia

BincangMuslimah.Com – Zakiah Daradjat merupakan salah satu ulama perempuan berdarah Minang yang menjadi sorotan pada masa pemerintahan Orde Baru. Ia tidak hanya dikenal sebagai pendidik, namun juga seorang intelektual, psikolog, ulama, dan mubaligh yang aktif di ruang publik, serta menduduki posisi penting dalam pemerintahan.

Biografi, Perjalanan Intelektual dan Profesinya

Zakiah lahir di Jorong Koto Marapak, Nagari Lambah, Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat pada 6 November 1929, dan meninggal di Jakarta 15 Januari 2013 pada usia 83 tahun. Kedua orang tuanya, Daradjat ibn Husein bergelar Raja Ameh (Raja Emas) dan Rapiah binti Abdul Kari Mini, merupakan tokoh masyarakat yang aktif di organisasi pergerakan Islam, khususnya Muhammadiyah dan Sarekat Islam (SI). Selain lingkungan keluarga yang membentuk karakter Zakiah, pendidikan yang dienyam juga berpengaruh besar pada sudut pandang dan pola pikirnya.

Pendidikan pertama Zakiah dimulai di bangku Madrasah Diniyah di sore hari dan ini berlangsung hingga ia lulus SMA. Ia juga belajar di Standart School (SD) Muhammadiyah (1944), lalu Kulliyatul Muballighat, Padang Panjang (1947), Sekolah Asisten Apoteker/SAA (tidak tamat), dan SMA-B Bukittinggi.

Kemudian tahun 1950 melanjutkan ke Fakultas Tarbiyah PTAIN Yogyakarta (Sunan Kalijaga). Setelah memperoleh tingkat doktoral satu (BA), tahun 1956 ia melanjutkan jenjang S2 di Universitas Ains Shams, Kairo, Mesir. Dan, S3 nya juga ditempuh di universitas yang sama dengan spesialisasi bidang psikologi agama. Ia merupakan muslimah Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di bidang psikoanalisis dari pemerintah Mesir.

Sekembalinya dari Mesir, Zakiah meniti karir di beberapa bidang. Ia berkarir di bawah naungan Departemen Agama Indonesia selama 30 tahun sejak 1964. Selain aktif di pemerintahan, beliau juga seorang pendidik yakni sebagai dosen pascasarjana IAIN Yogyakarta dan Guru Besar di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bahkan, ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1995-2000.

Baca Juga:  Catatan Penting Politikus Muslim Sebelum Pesta Demokrasi

Sebagai seorang pendidik, Zakiah memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan Islam. Menurutnya, pendidikan Islam sangat penting, sebab mempunyai tujuan yang jelas dan tegas. Yakni, untuk membina manusia menjadi hamba Allah swt. yang saleh dengan seluruh aspek kehidupannya, yang mencakup  perbuatan, pikiran dan perasaan.

Upaya Zakiah dalam Mempertahankan Eksistensi Pendidikan Islam

Dalam suksesnya integrasi pendidikan agama di sekolah umum, Zakiah Daradjat memiliki jasa yang begitu besar. Upayanya itu dimulai ketika berkembangnya wacana modernisasi madrasah pada masa pemerintahan Orde Baru, yang rencananya berada di naungan Departemen Agama (Depag).

Rencana modernisasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak pemerintahan Orde Lama. Namun, masalah pokok yang dihadapi pendidikan Islam saat itu terkait legitimasi. Pemerintah Orde Lama berkeinginan bahwa untuk urusan pendidikan sebaiknya dijadikan dalam satu naungan, yakni di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Akan tetapi, keinginan pemerintah tersebut tidak tercapai, sebab kaum muslim tetap mempertahankan eksistensi pendidikan madrasah di bawah naungan Depag.

Sekalipun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus agar modernisasi madrasah bisa berjalan, yakni dengan menetapkan UU. No. 4 Tahun 1950 yang berkaitan dengan pengakuan lembaga pendidikan agama bahwa belajar di madrasah yang mendapatkan pengakuan dari Menteri Agama dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.

Kemudian, tahun 1963 Depag menyelenggarakan MWB/Madrasah Wajib Belajar selama 8 tahun dengan tujuan mencetak tenaga kerja yang siap berkontribusi di pasar kerja. Dalam perjalannya, MWB berubah menjadi kelas pembangunan menyesuaikan dengan nomenklatur Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Perubahan eksistensi itu terjadi setelah Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang membahas tentang kedudukan madrasah dalam sistem pendidikan nasional. Kurikulum tidak sepenuhnya berisi pendidikan agama, prosentasenya berubah menjadi 70% pelajaran umum dan 30% pelajaran agama. Ijazah madrasah juga disetarakan dengan sekolah pada umumnya. Sehingga, lulusan madrasah dapat melanjutkan ke sekolah umum dan sebaliknya.

Baca Juga:  Kisah Waliyullah Perempuan yang Thawaf dengan Satu Kaki

Hasil keputusan SKB ini pada awalnya mendapatkan hambatan karena dianggap oleh sebagian kelompok hal itu merupakan upaya pemerintah untuk menghegemoni umat Islam dan kaderisasi Ulama. Pada momen inilah Zakiah turut andil besar dalam menangani permasalahan tersebut. Beliau terus mensosialisasikan hasil kebijakan itu keseluruh madrasah di seluruh Indonesia.

SKB Tiga Menteri merupakan pembaruan monumental. Hasil keputusan tersebut tetap dijalankan hingga kini, dan terbukti kebijakan tersebut berimplikasi pada pembenahan kurikulum di sekolah-sekolah agama, mulai dari Ibtidaiyah hingga Pendidikan Guru Agama.

Zakiyah Daradjat, selain populer sebagai ulama perempuan, ia juga berperan besar dalam  mengkoordinasikan penyusunan masterplan PTAIN yang dikenal dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN 25 tahun, dan ini menjadi referensi bagi IAIN se-Indonesia. Selain itu, Zakiyah juga mengkoordinasikan penyusunan kurikulum dan buku pendidikan agama Islam bagi perguruan tinggi umum. 

Dengan demikian, adanya keputusan SKB Tiga Menteri bukan hanya untuk memodernisasi pendidikan Islam saja. Namun lebih jauh dari itu, hal tersebut merupakan satu tahap menuju integrasi pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional.

Sumber Bacaan:

Profil 200 Tokoh Aktivis & Pemuka Masyarakat Minang, 528.

Amelia Fauzia, Oman Fathurrahman, Tentang Perempuan Islam, 92-93.

Nur Hasan, Khazanah Ulama Perempuan Nusantara, 231-245.

Ahmad Rofi Usmani, Ensiklopedi Tokoh Muslim 

Musripah, Konsep Kesehatan Mental Zakiah Daradjat, 28.

Rekomendasi

Ditulis oleh

Alumni prodi Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya. Minat pada kajian Islam dan Alquran. Kini juga aktif sebagai penulis di tafsirquran.id.

2 Komentar

2 Comments

Komentari

Terbaru

Biografi Siti Suryani Thahir Biografi Siti Suryani Thahir

Biografi Siti Suryani Thahir: Perintis Majelis Taklim Jakarta

Muslimah Talk

Perempuan Bekerja saat Iddah Perempuan Bekerja saat Iddah

Bolehkah Perempuan Bekerja saat Masa Iddah?

Kajian

Belum Berhaji Menjadi Badal Haji Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Hukum Orang yang Belum Berhaji Menjadi Badal Haji

Ibadah

Biografi Yenny Wahid Biografi Yenny Wahid

Biografi Alissa Wahid: Pejuang Moderasi Beragama Perempuan Indonesia

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Kajian

denda larangan haji denda larangan haji

Denda yang Harus Dibayar saat Melanggar Larangan Haji

Ibadah

Tiga macam ibadah haji Tiga macam ibadah haji

Tiga Macam Ibadah Haji, Apa Saja?

Kajian

Trending

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

Connect