Ikuti Kami

Kajian

Memahami Kembali Makna Tasawuf

peran tasawuf manusia modern

BincangMuslimah.Com – Manusia diciptakan oleh Allah SWT. dengan sebaik-baik ciptaan. Sebagaimana keterangan Allah SWT. dalam surat al-Tîn, laqad khalaqnâ al-insân fî ahsan taqwîm. Sebab wujud manusia terdiri dari dimensi jasad dan ruh, maka Allah SWT. pun menciptakan jasad dengan sebaik-baik bentuk dan menciptakan ruh dengan sebaik-baiknya lewat tiupan langsung dari-Nya. 

Yang mana, saat manusia menyucikan jiwa dan memenuhinya dengan keimanan, maka dengan fitrah kejernihan ruh tersebut akan mengantarkannya menuju shirâth al-mustaqîm—jalan kebenaran menuju Allah SWT. Sebagaimana asas-asas Islam tentang bagaimana manusia menyucikan jiwanya telah terkandung dalam Alquran dan hadits-hadits Nabi SAW. Di tulisan ini, penulis akan mengajak pembaca untuk kembali memahami makna tasawuf.

Tasawuf sebagai bentuk amaliah yang bertumpu pada pembersihan jiwa (dengan meyakini rukun-rukun iman dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari) hingga sampai pada maqam Ihsan, maka tak perlu dipertanyakan lagi nilai-nilai positif serta faedah-faidah yang melekat pada seseorang yang bertasawuf. Berangkat dari amaliah Takhalli (mengosongkan jiwa dari sifat-sifat buruk, seperti sombong, iri, dengki) dan Tahalli (menghiasi jiwa dengan sifat-sifat baik, seperti jujur, dermawan, sabar) bertasawuf akan mengantarkan seseorang ke sifat dan perilaku baik yang lebih tinggi. 

Muhasabah diri, misalnya. Dengan bertasawuf seseorang akan terbiasa untuk mengevaluasi segala tindakannya, dengan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan yang telah dilakukan, serta menahan diri untuk tidak mengulang kembali kekeliruan yang telah ia lakukan. Dan setelahnya dia akan fokus untuk mengejar kebaikan-kebaikan yang lain untuk menyempurnakan fadhilahnya sehingga naik ke makam-makam selanjutnya. 

Sebelum seseorang bertasawuf, maka sudah sewajarnya perlu mengetahui makna dari tasawuf itu sendiri. Para ulama berbeda-beda dalam menjelaskan asal mula kata tasawuf. Pendapat pertama menyebutkan kata tasawuf berasal dari kata al-Shafa’ dan al-tashfiyyah yang berarti jernih dan menjernihkan.  Kedua, kata tasawuf berasal dari al-shaf al-awwal yang berarti saf pertama. Ketiga, berasal dari kata al-shuffah yang merujuk pada serambi masjid Rasulullah SAW. Keempat, berasal dari kata shûf  yang berarti bulu domba.

Baca Juga:  Ketentuan dalam Meminjamkan Harta Wakaf kepada Orang Lain

Kelima, pendapat yang mengatakan kata tasawuf berasal dari Bahasa Yunani Sophia, yang berarti hikmah. Pendapat yang satu ini tentu tidak dibenarkan oleh jumhur ulama, sebab tasawuf Islam sudah ada sebelum masa penerjemahan buku-buku Yunani ke Bahasa Arab. 

Adapun Imam al-Qusyairi (seorang sufi terkemuka yang meluruskan fenomena penyimpangan tasawuf pada abad 12 Masehi) tidak mengamini satu pun dari lima pendapat di atas. Menurut beliau, kata tasawuf ini merupakan sebuah ‘alam, yang nama atau sebutan yang murni dinisbatkan kepada para ahli tasawuf di masa awal Islam. Sehingga kata tasawuf bukan serapan dari bahasa atau lafaz apapun. Demikianlah makna tasawuf secara bahasa.

Adapun secara istilah, tasawuf Islam juga memiliki definisi istilahnya sendiri—yang menjadikannya berbeda dengan ilmu-ilmu yang lain. Sebab banyaknya jumlah tarekat dalam tasawuf, maka tak heran masing-masing tarekat pun memiliki definisinya sendiri tentang tasawuf. Akan tetapi, perbedaan definisi tersebut tidak menjadikan mafhum tasawuf saling bertolak belakang. Hanya saja adanya perbedaan tersebut bertolak dari perbedaan sudut pandang yang diambil saat mendefinisikannya. 

Adapun Imam Junaid al-Baghdadi mendefinisikan tasawuf sebagai kondisi dimana Allah mematikan atau menjauhkan seseorang dari dirinya sendiri dan menghidupkannya di dalam-Nya. Menurutnya, tasawuf berperan memurnikan hubungan dengan Allah dengan meninggalkan kesenangan dunia.

Setelah memahami makna tasawuf, kita akan mendapati beberapa karakteristik ajaran tasawuf dalam Islam. Di antaranya, ilmu tasawuf mengajak kita untuk mengosongkan hati dari sifat-sifat buruk, berbudi pekerti yang baik, menjalankan perintah-perintah syariat, zuhud dan memalingkan diri dari hal-hal duniawi, meninggalkan syahwat-syahwat, serta memalingkan diri dari selainnya Allah SWT. Orang-orang yang telah berhasil melewati proses tersebut, adalah orang-orang istimewa pilihan Allah SWT. 

Baca Juga:  Tasawuf Cinta Murni Sufi Rabi'ah al-Adawiyah

Rekomendasi

perempuan dan hijab tafsir ummu salamah perempuan dan hijab tafsir ummu salamah

Mengenal Sosok Sufi Perempuan pada Masa Awal Islam

Aishah al-Ba’uniyyah, Guru Sufi Asal Mesir yang Pandai Menulis

Perempuan: Perspektif Filsafat-Tasawuf Perempuan: Perspektif Filsafat-Tasawuf

Perempuan: Perspektif Filsafat dan Tasawuf

Membincang Self-Awareness Dalam Al-Qur’an Membincang Self-Awareness Dalam Al-Qur’an

Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technical) untuk Mengatasi Gangguan Emosi Sesuai Nilai Islam

Ditulis oleh

Tanzila Feby Nur Aini, mahasiswi Universitas al-Azhar, Kairo di jurusan Akidah dan Filsafat. MediaI sosial yang bisa dihubugi: Instagram @tanzilfeby.

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect