Ikuti Kami

Kajian

Meneladani Halaqah Ulama: Berapa Jumlah Ideal Murid dalam Satu Kelas?

Meneladani Halaqah Ulama: Berapa Jumlah Ideal Murid dalam Satu Kelas?
Freepik.com

BincangMuslimah.Com- Ilmu merupakan asas fundamental di dalam kehidupan. Baik memperoleh ilmu melalui pendidikan formal di sekolah atau pun pendidikan non-formal. Di zaman yang serba formal, pendidikan di sekolah sangat penting. Karena selain untuk menapatkan ilmu, pendidikan sekolah juga berperan besar dalam menentukan perkerjaan seseorang.

Namun, melihat realita yang terjadi, beberapa pihak kesulitan untuk mengakses kebutuhan pendidikan di sekolah dengan mudah. Mereka harus menjalani tes agar dapat masuk ke sekolah tujuan. Terlebih setiap sekolah menetapkan kuota berbeda dalam penerimaan siswa barunya. Dengan kata lain, penerimaan peserta didik yang ada tidak memiliki kuantitas yang merata.

Di antara faktor penyebab perbedaan kuota penerimaan siswa baru ini adalah karena mempertimbangkan kapasitas ruang kelas, fasilitas sekolah dan sebagainya. Akan tetapi tidak bisa kita pungkiri bahwa hal ini kemudian dapat memunculkan persaingan yang cukup ketat dalam meraih pendidikan. Bahkan tidak jarang terbatasnya kuota penerimaan siswa baru ini menjadikan sebagian orang memilih jalan kotor seperti sogok dan lainnya agar mendapatkan kuota di sekolah yang mereka anggap sebagai yang terbaik.

Lantas, mengapa kapasitas harus mempertimbangkan kapasitas kelas dalam mengukur penerimaan jumlah peserta didik.  Sehingga menyebabkan di setiap sekolah menerima jumlah siswa yang tidak merata dan berapa standar ideal kuantitas siswa yang sebaiknya berada di dalam satu kelas?

Pentingnya Mengukur Kapasitas Kelas untuk Mengukur Jumlah Peserta Didik

Dalam mengukur menerima jumlah peserta didik, sangat membutuhkan pertimbangan kapasitas kelas. Hal ini bertujuan agar pembelajaran di kelas tetap berjalan dengan kondusif, efektif dan efisien.

Kelas yang terlalu ramai cenderung kurang kondusif yang berpotensi besar mengurangi konsentrasi antar peserta didik saat belajar. Hal ini tentunya menyebabkan murit tidak dapat menyerap materi dengan baik.

Baca Juga:  Perempuan Haid saat Haji, Apakah Sah?

Standar Ideal Kuantitas Siswa dalam satu Kelas

Untuk menjaga efektifitas belajar ini, kemudian pemerintah menetapkan aturan jumlah maksimal siswa di dalam 1 rombel (rombongan belajar) yang rilis dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Dalam sistem ini, maksimal peserta didik di dalam 1 rombel dibedakan berdasarkan tingkat pendidikannya. Yakni, SD/MI maksimal 28 orang, SMP/MTs maksimal 32 orang, SMA/MA maksimal 36 orang, SMK maksimal 36 orang, SDLB maksimal 5 orang, SMPLB maksimal 8 orang dan SMALB maksimal 8 orang.

Jumlah-jumlah ini tidak lain untuk menjaga stabilitas kelas agar berjalan dengan kondusif. Sebab, kegiatan belajar mengajar termasuk di sekolah tidak lain bertujuan agar setiap materi yang disampaikan dapat diajarkan dengan benar dan dipahami dengan baik dan benar oleh peserta didik.

Berkaca pada para ulama terdahulu, meskipun tidak belajar di kelas, namun para ulama memperlihatkan bagaimana suatu ilmu dapat diserap dengan baik dalam suatu kelompok belajar yang disebut dengan halaqah. Selaras dengan rombongan belajar, halaqah merupakan kelompok orang-orang yang duduk untuk menuntut ilmu. Halaqah biasanya hanya berupa kelompok kecil yang terdiri dari 3-12 orang sebagaimana yang tertulis di dalam buku karya Satria Hadi Lubis dengan judul “Menggairakan Perjalanan Halaqah: Kiat Agar Halaqah Lebih Dahsyat Full Manfaat”.

 

Meneladani Sistem Halaqah pada Zaman Rasulullah

Sistem halaqah ini sejatinya sudah ada sejak zaman Rasulullah saw. di mana Rasulullah membentuk kelompok kecil untuk diajarkan nilai-nilai Islam di masjid yang menyatu dengan rumah beliau. Sebagaimana hadits riwayat Imam Bukhari dengan mengutip perkataan Ibn Mas’ud:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِيْ الْاَيَّامِ كَرَاهَةَ السَّامَةِ عَلَيْنَا

“Nabi saw membuat lingkaran dalam ceramahnya pada hai-hati tertentu untuk menghindari kebosanan.”

Selain itu dengan kelompok kecil, pada prinsipnya dapat memastikan apakah penyampaian ilmu dapat sampai atau tidaknya. Sebab jumlah murid yang ada di dalam kelas kecil memperhatikan satu per satu tentang pemahamannya terhadap ilmu yang guru sampaikan.

Baca Juga:  Perempuan-perempuan yang Disebutkan dalam Al-Qur'an (Bag 2)

Meski pengajian umum yang terdiri dari ratusan hingga ribuan orang juga pernah dilakukan para ulama, namun pembelajaran dengan sistem halaqah dinilai lebih efektif karena setiap yang ada di dalam halaqah mendapatkan perhatian dari guru yang menyebabkannya mendapatkan pemahaman materi yang benar.

Dengan demikian, standar ideal jumlah murid di dalam kelas adalah sesuai ketetapan sistem Dapodik atau kurang dari itu. Sebab, semakin sedikit jumlah murid di dalam 1 rombel semakin besar potensi ilmu yang tersampaikan dengan baik. Karena pembatasan ini tidak lain untuk memberikan peserta didik kenyamanan dan pembelajaran yang efektif.

 

 

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Alumnus Ponpes As'ad Jambi dan Mahad Ali Situbondo. Tertarik pada kajian perempuan dan keislaman.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Connect