Ikuti Kami

Khazanah

Revitalisasi Ka’bah oleh Rasulullah saw Sebagai Bentuk Persatuan antar Kabilah

Revitalisasi Ka’bah oleh Rasulullah saw Sebagai Bentuk Persatuan antar Kabilah
freepik.com

BincangMuslimah.Com- Rasulullah saw dikenal sebagai sosok yang jujur, adil dan bijak bahkan sebelum beliau diangkat sebagai rasul. Hal ini terlihat salah satunya dari kisah revitalisasi ka’bah oleh Rasulullah saw  dan saran bijak beliau untuk mempersatukan kabilah Quraisy terkait peletakan hajar Aswad.

Kisah Rasulullah Merevitalisasi Ka’bah

Abu al-Fida’ di dalam kitab Ruh al-Bayan Jilid 6 halaman 23 mengutip dari Kitab Tafsir Jalalain bahwa Ka’bah pernah dibangun sebanyak 5 kali.

Pertama, pembangunan oleh para malaikat sebelum nabi Adam, saat itu Ka’bah terbuat dari batu permata merah, lalu diangkat ke langit pada masa banjir besar.

Kedua, pembangunan oleh nabi Ibrahim atas perintah dari Allah swt. Saat itu, nabi Ibrahim sejatinya belum mengetahui di mana Ka’bah harus dibangun. Lalu Allah memberikan petunjuk melalui al-khajuj (angin atau menurut al-Kalbi adalah awan) yang menyapu area yang harus dibangun yang ternyata adalah tempat Ka’bah yang lama dibangun.

Ketiga, pembangunan yang dilakukan oleh suku Quraisy pada zaman Jahiliyyah yang dilakukan sekitar 15 tahun.

Keempat, pembangunan Ka’bah oleh Abdullah bin al-Zubair.

Kelima, pembangunan Ka’bah dilakukan ileh al-Hajjaj, yakni bentuk Ka’bah yang kita lihat hingga saat ini.

Pada pembangunan Ka’bah ketiga yang dilakukan oleh orang-orang suku Quraisy, Ka’bah pernah mengalami kerusakan akibat banjir besar hingga fondasi dan dinding Ka’bah terkikis. Untuk memperbaikinya, para kabilah Quraisy bahu membahu untuk memperbaiki Ka’bah. Hingga sampai pada tahap yang paling krusial. Yakni peletakan Hajar Aswad, batu hitam yang memiliki nilai sakral dan historis yang tinggi hingga siapa pun yang mendapat kehormatan meletakkannya dianggap memperoleh kemuliaan besar.

Karena hal ini, perselisihan pun tak dapat dihindarkan. Setiap kabilah merasa paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad tersebut. Dalam keadaan demikian, hadirlah sosok Rasulullah memberikan saran yang sangat bijak. Saat itu Rasulullah menyampaikan saran bahwa siapapun yang pertama kali datang ke tempat tersebut keesokannya maka ia yang paling berhak untuk meletakkan Hajar Aswad. Hal ini pun disepakati oleh para kabilah Quraisy.

Baca Juga:  Hakikat Hidup Bahagia Menurut Syekh Said Kamali

Rasulullah Meredam Konflik antar Kabilah

Saat hari itu tiba, ternyata Rasulullah lah yang pertama kali hadir. Namun, alih-alih Rasulullah meletakkan sendiri Hajar Aswad ke tempat semestinya, Rasulullah justru membentangkan sorbannya dan memberikan kesempatan pada setiap kabilah untuk memegang setiap sudut sorban tersebut. Hajar Aswad pun akhirnya di angkat bersama-sama menuju tempatnya. Sementara Rasulullah berkesempatan untuk meletakkan Hajar Aswad tersebut ke tempat semula sebagaimana saran yang sudah disepakati.

Kisah revitalisasi ka’bah merupakan salah satu bukti bagaimana Rasulullah mampu meredam konflik yang semula tampak tak bisa terhindarkan. Bukan hanya pemberi saran yang cerdas dan bijak, kisah ini juga memberikan keteladanan sifat Rasulullah yang mengutamakan nilai-nilai persatuan, musyawarah dan keadilan yang pada prinsipnya merupakan fondasi terpenting dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, gelar al-Amin (dapat dipercaya/orang yang amanah) pada Rasulullah bukan hanya gelar karena Rasulullah adalah manusia pilihan, melainkan juga sifat pribadi Rasulullah yang sudah melekat pada dirinya bahkan sebelum beliau menjadi Rasul.

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Alumnus Ponpes As'ad Jambi dan Mahad Ali Situbondo. Tertarik pada kajian perempuan dan keislaman.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Connect