Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Bolehkah Perempuan Menjadi Pemimpin dalam Islam?

BincangMuslimah.Com – Zaman berkembang semakin canggih. Kini, banyak perempuan menjadi pemimpin seperti yang dilakukan laki-laki. Seiring berkembangnya zaman, perempuan kini tak lagi dianggap identik dengan sikap emosional, tapi juga sudah mampu berpikir rasional secara baik dan ideal. Lantas, bagaimana pandangan Islam tentang perempuan yang menjadi seorang pemimpin?

Sebelum masuk ke pembahasan, alangkah baiknya apabila kita menengok terlebih dahulu catatan sejarah yang ada. Sejak dulu kala, telah banyak sosok perempuan yang berhasil menjadi seorang pemimpin. Ini membuktikan bahwa hal yang paling esensial dalam kepemimpinan adalah kemampuan dan intelektualitas, bukan jenis kelamin. Dua hal tersebut dapat dimiliki oleh siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki.

Ada Aisyah r.a, istri Nabi Muhammad Saw yang menjadi memimpin perang unta di Basrah. Kemudian, Rabi’ah Al-Adawiyah yang menjadi pemimpin islam dan namanya banyak dibicarakan dalam islam, khususnya dalam sufisme. Lalu ada Turansyah, putri Sultan Malik al Saleh dari Dinasti Mamalik di Mesir yang membawa bala tentara untuk menyerang tentara Salib. Kemenangan pun diraih Turansyah.

Contoh yang lebih baru, ada Benazhir Bhutto yang merupakan pemimpin perempuan pertama di negara muslim pasca kolonial di Pakistan, 1988. Di Indonesia sendiri ada Cut Nyak Dien, pemimpin tangguh pasukan perang melawan Belanda di Meulaboh, Aceh. Bersama suami keduanya, Teuku Umar, ia melawan Belanda.

Maka, baik perempuan atau laki-laki berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi seorang pemimpin berdasarkan pertimbangan kapabilitas dan intelektualitasnya. Pendapat tentang perbedaan jenis kelamin menjadi halangan untuk memimpin sudah tidak relevan lagi.  Kemimpinan adalah siapa yang paling mampu dialah yang lebih berhak.

K.H. Husein Muhammad, ulama yang merupakan ahli fikih sangat menghargai kodifikasi fiqh yang sejak awal menjadi perhatian mayoritas ulama’. Baginya, fiqh adalah karya intelektual tentang hukum dengan landasan teks-teks keagamaan, dalam hal ini al-Qur’an dan as-Sunnah. Dalam bukunya, Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai terhadap Wacana Agama dan Gender (2001), K.H. Husein Muhammad memaparkan tentang kepemimpinan perempuan dalam Islam sebagaimana berikut:

Pertama, salah satu alasan utama mengapa K.H. Husein Muhammad mengapresiasi kepemimpinan perempuan adalah karena pertimbangan hak-hak asasi manusia (HAM). Hak asasi manusia dalam agama bermakna dimensi yang bersifat humanisme universal, akan terus melekat dalam konteks perkembangan kehidupan manusia. Agama harus hadir untuk memberikan keadilan, rahmat, egaliter, dan demokratis.

Dalam hal ini, pandangan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin sebagaimana laki-laki mesti ditolak. Penolakan terhadap kepemimpinan perempuan bermula dari pandangan bahwa perempuan tidak dapat melakukan tugas-tugas sebagaimana yang dapat dilakukan laki-laki. Dewasa ini, sudah banyak perempuan yang kompeten dalam bidangnya dan mampu diandalkan sebagai pemimpin.

Kedua, K.H. Husein Muhammad menegaskan bahwa kegagalan dan keberhasilan kepemimpinan sebenarnya sama sekali tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin. Kegagalan dan keberhasilan kepemimpinan sebenarnya lebih disebabkan oleh kemampuan dalam memimpin (skill kepemimpinan) atau biasa disebut sebagai leadership.

Saat ini, dalam keadaan di mana perempuan sudah mampu berpikir maju sebagaimana laki-laki dan tidak ada lagi kekhawatiran tentang kelemahan perempuan, maka sudah seyogiyanya perempuan memiliki kesempatan dan peluang untuk menjadi pemimpin. Sebab, bukan jenis kelamin yang menjadi penentu, tapi kapabilitas kepemimpinan yang akan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah tatanan kepemimpinan.

Tak lupa, K.H. Husein Muhammad juga memberikan memberikan catatan (kritis) terhadap turāts. Sebagai misal, beliau memberikan komentar terhadap kitab ‘Uqūdu al-Lijjain fi Bayāni Huqūqi az-Zaujain. Kitab karangan Imam Nawawi al-Bantani tersebut telah banyak menjadi rujukan di kalangan pesantren, dari dulu hingga saat ini

Dalam pandangan K.H. Husein Muhammad, kitab tersbeut sudah barang tentu memengaruhi sikap dan pandangan-pandangan masyarakat yang membacanya. Agar dapat memeroleh pandangan yang lebih ideal, maka beliau menyarankan untuk merujuk kepada sumber-sumber lain, khususnya yang kontemporer agar tidak menyimpulkan pendapat dari satu sumber saja tanpa membandingkan pendapat yang berbeda dari sumber-sumber lain.

Sampai di sini kita bisa menyimpulkan bahwa Islam membolehkan perempuan menjadi pemimpin. Hal ini terbukti dari catatan sejarah Islam yang membuktikan sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin termasuk memimpin perang. Dewasa ini, perempuan dan laki-laki punya hak dan kesempatan yang sama sebagai pemimpin, sesuai dengan kapabilitas dan leadershipnya.

Rekomendasi

Ayu Alfiah Jonas
Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

istri Meminta Barang Mewah istri Meminta Barang Mewah

Hukum Istri Meminta Barang Mewah

Kajian

nama anak kakek buyutnya nama anak kakek buyutnya

Memberi Nama Anak dengan Nama Kakek Buyutnya dalam Tradisi Islam

Kajian

sosok maryam dalam alquran sosok maryam dalam alquran

Sosok Maryam Bunda Isa dalam Alquran

Khazanah

Hukum Sharenting dalam Islam Hukum Sharenting dalam Islam

Hukum Sharenting dalam Islam

Kajian

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Dalam Islam, Perempuan Punya Hak untuk Memilih Pasangan

Kajian

Mu’asyarah bil Ma’ruf husein Mu’asyarah bil Ma’ruf husein

Tafsir Mu’asyarah bil Ma’ruf Menurut Kyai Husein Muhammad

Kajian

Bantuan dari Non Muslim Bantuan dari Non Muslim

Hukum Menerima Bantuan dari Non Muslim Saat Bencana

Kajian

istighfar imam penjual roti istighfar imam penjual roti

Keajaiban Istighfar; Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Kajian

Trending

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Ibadah

Forum R20 Pemimpin Agama Forum R20 Pemimpin Agama

Forum R20: Perkumpulan Pemimpin Agama dalam Mengatasi Konflik

Muslimah Talk

Doa Hendak Masuk Pasar Doa Hendak Masuk Pasar

Doa Saat Hendak Masuk Pasar

Ibadah

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Kajian

Amalan Sunnah Hari Jumat Amalan Sunnah Hari Jumat

3 Amalan Sunnah di Hari Jumat

Kajian

Sujud Syukur Pemain Bola Sujud Syukur Pemain Bola

Hukum Sujud Syukur bagi Pemain Bola Setelah Mencetak Gol

Kajian

Berhubungan Badan Sebelum Mandi Berhubungan Badan Sebelum Mandi

Bolehkah Berhubungan Badan Sebelum Mandi Wajib Pasca Haid?

Kajian

Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Makna Cemburu Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Khazanah

Connect