Ikuti Kami

Berita

Tiga Tokoh Islam Indonesia Mendapat Anugrah Gelar Pahlawan Nasional 2025

Tiga Tokoh Islam Indonesia Mendapat Anugrah Gelar Pahlawan Nasional 2025
Go-pena

BincangMuslimah.Com – Pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa. Upacara penganugrahan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat pada hari Senin, 10 November 2025. Sekretaris Militer Wahyu Yudhayana bertugas membacakan penetapan pemberian gelar. Sebagaimana Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional.

Tiga di antara sepuluh tokoh bangsa yang mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah tokoh Islam yang memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan spiritualitas: KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Muhammad Kholil, dan Rahma El Yunusiyah.

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Bapak Pluralisme dan Demokrasi

Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, adalah tokoh yang dikenal luas sebagai pembela pluralisme, demokrasi, dan hak asasi manusia. Sebagai Ketua Umum Nahdlatul Ulama dan Presiden RI, Gus Dur memperjuangkan nilai-nilai Islam yang selaras dengan Pancasila, serta membuka ruang bagi keberagaman dan toleransi.

Salah satu kebijakan penting dari sosok Gus Dur adalah pencabutan larangan perayaan Imlek yang menjadi simbol pengakuan terhadap hak-hak minoritas. Berkat jasa-jasanya, Gus Dur mendapat anugrah Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2025, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan di bidang politik dan pendidikan Islam.

Syaikhona Muhammad Kholil: Guru Para Ulama Nusantara

Syaikhona Muhammad Kholil, atau Mbah Kholil Bangkalan, adalah ulama besar asal Madura yang masyhur sebagai guru para ulama dan pahlawan nasional. Ia merupakan tokoh spiritual yang membimbing pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Beberapa ulama besar lainnya juga menjadi muridnya seperti KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH As’ad Syamsul Arifin.

Baca Juga:  7 Poin Catatan Ranperpres Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama

Mbah Kholil mendirikan Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan pada tahun 1861, yang hingga kini menjadi pusat pendidikan Islam berpengaruh. Ia juga merupakan penghubung tradisi keilmuan Islam klasik dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 2025, Mbah Kholil resmi mendapat  Gelar Pahlawan Nasional.

 

Rahma El Yunusiyah: Pelopor Pendidikan Perempuan di Indonesia

Rahma El Yunusiyah, yang lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat pada 29 Desember 1900. Ia adalah sosok penting penggagas Diniyah Putri Padang Panjang, sekolah Islam pertama khusus perempuan di Indonesia. Ia mendirikan sekolah tersebut pada tahun 1923, di tengah tantangan sosial yang menganggap pendidikan bagi perempuan adalah hal tabu.

Melansir Kompas.com, Rahma tidak hanya memperjuangkan pendidikan, tetapi juga menjadi simbol kesetaraan gender dalam Islam. Ia menerima gelar kehormatan “Syekhah” dari Universitas Al-Azhar, Mesir. Belum pernah ada yang mendapat gelar tersebut yang secara khusus kepada perempuan. Sebelumnya, pemerintah Indonesia menganugerahkannya Bintang Mahaputra Adipradana secara anumerta pada tahun 2013. Lalu, pada tahun 2025, ia resmi menjadi Pahlawan Nasional.

 

Rekomendasi

Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan

Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan

Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat

Tapak Tilas Jejak Mahaguru Ulama Nusantara di Kakap Darat (Eps. 1)

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Ekofeminisme tafsir Saleh Darat Ekofeminisme tafsir Saleh Darat

Nilai-nilai Ekofeminisme dalam Tafsir Kyai Saleh Darat

Ditulis oleh

Redaktur Bincang Muslimah, Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat Sastra Arab dan Gender

66 Komentar

66 Comments

Komentari

Terbaru

Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan

Gerakan Keulamaan Perempuan: Komitmen KUPI untuk Meneguhkan Berpihak Pada Kemanusiaan

Berita

Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat Ulama Nusantara ; Kiai Sholeh Darat

Tapak Tilas Jejak Mahaguru Ulama Nusantara di Kakap Darat (Eps. 1)

Diari

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Rosita Istiawan: Perempuan yang Menyulap Lahan Kritis Menjadi Lahan Organik

Muslimah Talk

Ekofeminisme tafsir Saleh Darat Ekofeminisme tafsir Saleh Darat

Nilai-nilai Ekofeminisme dalam Tafsir Kyai Saleh Darat

Kajian

Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam? Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam?

Fikih Kebencanaan : Bagaimana Salat saat Situasi Bencana Alam?

Kajian

Nyi Mas Siti Soepiah Nyi Mas Siti Soepiah

Nyi Mas Siti Soepiah: Pelopor Ilmu Kebidanan Modern di Jawa Barat

Khazanah

Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan Kiat-Kiat dalam Melestarikan Lingkungan

Peran Perempuan sebagai Penyelamat Bumi yang Sekarat 

Muslimah Talk

Sha;at saat gempa Sha;at saat gempa

Shalat saat Gempa, Lanjutkan atau Selamatkan Diri?

Kajian

Trending

Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib

Hukum Menyetubuhi Istri yang Sedang Istihadah

Kajian

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

Kajian

Darah nifas 60 hari Darah nifas 60 hari

Benarkah Darah Nifas Lebih dari 60 Hari Istihadhah?

Kajian

flek cokelat sebelum haid flek cokelat sebelum haid

Muncul Flek Coklat sebelum Haid, Bolehkah Shalat?

Kajian

Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah

Apakah Darah Kuning dan Hitam Disebut Darah Haid?

Kajian

Perempuan Istihadhah mandi shalat Perempuan Istihadhah mandi shalat

Wajibkah Perempuan Istihadhah Mandi Setiap Hendak Shalat?

Kajian

masa iddah hadis keutamaan menikah masa iddah hadis keutamaan menikah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Darah Haid yang Terputus-putus Darah Haid yang Terputus-putus

Rumus Menghitung Darah Haid yang Terputus-putus

Kajian

Connect