Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Apakah Mencicipi Makanan Batalkan Puasa?

BincangMuslimah.Com – Memasak adalah menciptakan sebuah karya yang bisa kita nikmati dan juga orang lain. Membuat  makanan yang lezat untuk orang yang kita sayangi, orang tua, anak, ataupun saudara, merupakan kegiatan yang menyenangkan. Untuk menciptakan makanan yang lezat, pastinya kita harus mencicipi masakan tersebut sebelumnya. Namun bagaimana saat kita berpuasa, bolehkah mencicipi masakan? apakah mencicipi makanan membatalkan puasa?

Hukum mencicipi masakan saat berpuasa adalah boleh, dengan syarat tidak sampai ditelan, tetapi hanya sampai sebatas lidah saja kemudian langsung dilepeh. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh para imam ahli fiqh. Di antaranya disebutkan di dalam Attahrir karya imam Zakariya al Anshari berikut ini

فلا يضر وصول ريح بالشم الى دماغه ولا وصول الطعم بالذوق الى حلقه

Maka tidaklah membahayakan (puasa) sampainya bau dengan mencium hingga sampai otaknya, dan sampainya makanan dengan mencicipi sampai tenggorokannya.”

Tetapi di dalam kitab Fathul Wahhab Syarh Minhajit Thullab karya imam Zakariya al Anshari juga beliau mengategorikan dalam hal-hal yang disunahkan di dalam puasa. yakni sunnah untuk tidak mencicipi masakan atau lainnya.

وترك ذوق لطعام أو غيره خوف وصوله حلقه وتقييد الأصل بذوق الطعام جرى على الغالب

Dan (sunah) meninggalkan mencicipi makanan atau lainnya karena khawatir sampainya ke tenggorokannya. Dan pembatasan asl dengan mencicipi makanan adalah sesuai dengan kadar kebiasaan.”

Jadi, hukumnya boleh mencicipi masakan saat berpuasa, tetapi jangan sampai ditelan. Dan mencicipinya adalah hanya sebatas kewajaran, tidak boleh melebihi batas mencicipi pada umumnya.

Namun, jika memang ada anggota keluarga atau teman dari koki di restoran yang tidak berpuasa karena haid atau nonmuslim, maka menyuruh orang tersebut lebih aman dan disunahkan dari pada mencicipi sendiri. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

*Artikel ini pertama kali dimuat BincangSyariah.Com 

Rekomendasi

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Panduan Lengkap Tata Cara dan Niat Zakat Fitrah

Ketentuan Puasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Bolehkah Mencicipi Makanan saat Puasa?

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

Komentari

Komentari

Terbaru

Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis

Ibadah

Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak: Nasehat Nabi Kepada Ummi Athiyah

Keluarga

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Parenting Islami: Haruskah Memukul Anak Sebagai Bagian dari Pendidikan?  

Keluarga

Kenapa Puasa Syawal Enam Hari Disebut Seperti Puasa Setahun?

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Balaslah Kebaikan Meskipun Hanya Dengan Doa

Ibadah

Trending

Cara Khadijah Memuliakan Nabi sebagai Suami

Muslimah Talk

Tata Cara I’tikaf di Rumah Selama Masa Pandemi Corona

Ibadah

qadha puasa qadha puasa

Enam Orang Ini, Harus Qadha Puasa Meski Tetap Puasa di Bulan Ramadhan

Video

Mengenal Tipe Kepribadian dari Cara Mengurus Rumah Tangga, Tipe Istri Seperti Apa Kamu?

Muslimah Daily

Mengapa Kita Harus Sahur? Ini Tiga Keutamaan Sahur dalam Sabda Nabi

Ibadah

Sunnah Baca Doa Ini di Akhir Witir Sebelum Salam

Ibadah

Pekerja Perempuan yang Belum Tuntas Haknya

Diari

Doa yang Diberikan Nabi pada Fatimah Az-Zahra saat Hadapi Kegelisahan

Ibadah

Connect